18, 2026
Teknologi

Pria Lompat ke Rel Stasiun Tanah Abang, KAI Ungkap Kronologinya

Siti Rahma
Siti Rahma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Pria Lompat ke Rel Stasiun Tanah Abang, KAI Ungkap Kronologinya

Tragedi mengerikan terjadi di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, pada Rabu (15/3) siang. Seorang pria tewas setelah nekat melompat ke rel kereta api saat kereta api sedang melintas. Korban tewas di tempat oleh petugas medis yang diterjunkan ke lokasi. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi I Jakarta Bogor telah mengungkapkan kronologi lengkap kejadian tersebut.

Kronologi Lengkap Kejadian

Menurut keterangan resmi dari KAI, kejadian bermula sekitar pukul 11.30 WIB. Seorang pria berinisial A (35) tiba-tiba terlihat berjalan liar di jalur kereta api di sekitar peron Stasiun Tanah Abang. Beberapa penumpang yang sedang menunggu kereta melihat perilaku mencurigakan pria tersebut.

Saksi mata mengatakan bahwa korban terlihat gelisah dan sering menghela napas sebelum akhirnya memutuskan untuk melompat ke rel kereta api yang sedang tidak digunakan. Beberapa detik setelah korban melompat, kereta api jurusan Jakarta-Bogor yang sedang melintas dengan kecepatan normal tidak sempat berhenti dan menabrak korban yang sudah terbaring di rel tersebut.

Identitas Korban dan Tindakan Lanjutan

Kepala Humas KAI Daerah Operasi I Jakarta Bogor, Eva Chairunisa, mengungkapkan bahwa identitas korban telah berhasil diidentifikasi. Korban adalah seorang pria berusia 35 tahun yang tinggal di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menurut dokumen identitas yang ditemukan di dalam saku korban, pria tersebut bekerja sebagai buruh harian.

"Eva menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut. "Kami sudah melapor ke Polsek Tanah Abang dan jenazah korban telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk otopsi dan proses lebih lanjut," ujar Eva dalam keterangannya.

Pihak KAI juga telah melakukan penyelidikan internal untuk mengetahui apakah ada faktor teknis atau kesalahan operasional yang menjadi penyebab kejadian tersebut. Namun, dari hasil pengamatan sementara, KAI menyatakan bahwa tidak ada indikasi kerusakan pada sistem peringatan atau palang perlintasan yang menyebabkan korban bisa masuk ke area rel.

Dampak Operasional Kereta Api

Kejadian ini menyebabkan gangguan pada operasional kereta api di jalur Tanah Abang-Bogor. Sejumlah kereta api yang melintasi jalur tersebut mengalami keterlambatan hingga 30-45 menit. Petugas KAI segera melakukan penyesuaian jadwal dan memberikan informasi kepada penumpang tentang situasi yang terjadi.

"Kami mohon maaf atas gangguan ini. Tim kami sedang berupaya sekuat tenaga untuk memulihkan operasional kereta api normal. Kami juga akan memberikan kompensasi berupa pengembalian uang atau pergantian tiket bagi penumpang yang terkena dampat keterlambatan," tambah Eva.

Respons Kepolisian

Kepala Polsek Tanah Abang, Kompol Budi Santoso, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti yang ada di lokasi. "Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif korban melakukan tindakan tersebut. Kami juga akan mencoba menghubungi keluarga korban untuk memberitahukan kejadian ini," ujar Budi.

Budi menambahkan bahwa pihaknya akan menyelidiki apakah korban mengalami masalah psikologis atau tekanan hidup yang mendorongnya untuk melakukan tindakan ekstrem tersebut. "Kami akan meminta keterangan dari kerabat dekat korban untuk mengetahui kondisi terakhirnya sebelum kejadian," tambahnya.

Imbauan Keselamatan dari KAI

Dalam keterangannya, KAI mengingatkan kembali kepada seluruh penumpang dan masyarakat untuk selalu waspada dan mematuhi peraturan keselamatan di stasiun dan sekitar jalur kereta api. "Area rel kereta api adalah area terlarang dan sangat berbahaya. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di dekat atau di atas rel kereta api," ujar Eva.

KAI juga menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa korban. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Jakarta ini. Semoga rohnya tenang dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk menghadapi musibah ini," tutup Eva.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Siti Rahma

Menarik pada topik kesehatan wanita, kehamilan, dan parenting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter