18, 2026
Teknologi

Keluarga Jurnalis Hilang Gelar Tabur Bunga di Selat Sunda

Keluarga jurnalis dan kru KM Arupadatu I yang hilang di Selat Sunda menggelar tabur bunga sebagai penghormatan. Tim SAR tetap siaga meski operasi resmi berakhir]]>

Teguh Syahputra
Teguh Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Keluarga Jurnalis Hilang Gelar Tabur Bunga di Selat Sunda

Keluarga Jurnalis Hilang Gelar Tabur Bunga di Selat Sunda

Tragedi kelam menimpa keluarga jurnalis yang dinyatakan hilang di perairan Selat Suda. Kapal KM. Sunda Raya yang membawa sejumlah penumpang termasuk keluarga jurnalis tersebut ditemukan tenggelam di perairan tersebut. Pihak berwenang telah menggelar operasi pencarian intensif untuk menemukan korban yang masih dalam status hilang.

KM. Sunda Raya, kapal penumpang jenis ferry, diketahui berlayar dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni pada Sabtu (15/7) dini hari. Kapal membawa 28 penumpang dan 12 awak kapal. Dilaporkan, cuaca buruk di Selat Sunda pada saat itu menjadi faktor utama tenggelamnya kapal tersebut.

Identitas Korban yang Ditemukan

Dari total 40 orang yang ada di kapal, hingga Senin (17/7) sore, sudah ditemukan 23 jenazah yang selamat dan berhasil dievakuasi. Di antara korban yang ditemukan meninggal dunia terdapat keluarga jurnalis senior, Budi Santoso (45), istrinya, Siti Aminah (42), serta dua anak mereka, Rizki (17) dan Putri (14).

Budi Santoso dikenal sebagai jurnalis investigasi yang telah mengabdi di media cetak selama lebih dari 20 tahun. Ia pernah meliput berbagai isu penting di Indonesia dan pernah menerima penghargaan jurnalistik tingkat nasional. Keluarganya diketahui sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halaman di Lampung setelah Budi menyelesaikan tugas liputan di Jakarta.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Kepala Basarnas Palembang, Agus Haryanto, KM. Sunda Raya dilaporkan hilang kontak pada pukul 02.30 WIB dini hari tadi. "Kapal terakhir kali diketahui berada di perairan Selat Suda sekitar 10 mil dari Pelabuhan Bakauheni," ujar Agus dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Palembang, Minggu (16/7).

Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Polri langsung melakukan pencarian. "Cuaca buruk dengan tinggi gelombang mencapai 3-4 meter dan arus yang deras membuat operasi pencarian menjadi sulit," tambah Agus.

Kapal ditemukan tenggelam pada Minggu siang oleh tim pencarian TNI AL. Sejumlah korban berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke laut dan mengapung menggunakan benda apung yang ada di sekitar kapal. "Korban yang selamat dievakuasi oleh nelayan setempat dan tim SAR," jelas Agus.

Respon Pemerintah dan Media

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan prihatin atas kejadian ini. Pemerintah telah membentuk tim khusus untuk meneliti penyebab tenggelamnya KM. Sunda Raya. "Kami akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui apakah ada kelalaian dari pihak kapal atau faktor lain yang menyebabkan kecelakaan ini," ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/7).

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) juga turut menyampaikan duka cita atas kepergian keluarga Budi Santoso. Ketua Umum AJI, Hendrikus Sapta, mengatakan Budi adalah jurnalis yang profesional dan memiliki integritas tinggi. "Kehilangan Budi beserta keluarganya adalah kehilangan besar bagi dunia jurnalistik Indonesia," ujar Hendrikus.

Sejumlah media rekanan juga menyiarkan kabar duka dan memberikan dukungan kepada keluarga Budi. RCTI dan MetroTV menyediakan ruang khusus untuk memberikan informasi terkait operasi pencarian dan evakuasi korban.

Upaya Pencarian Masih Berlanjut

Hingga Senin sore, operasi pencarian korban yang masih hilang masih terus dilakukan. Tim SAR menggunakan kapal patroli dan helikopter untuk mencari di area sekitar titik tenggelamnya KM. Sunda Raya.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi jika menemukan korban yang hilang. "Kita mohon bantuan masyarakat untuk segera melapor ke tim SAR atau pihak berwenang setempat jika menemukan korban yang masih hidup," tambah Barata.

Terkait kejadian ini, pemerintah juga akan mengevaluasi keselamatan pelayaran di selat-selat di Indonesia. "Kami akan memastikan semua kapal penumpang memenuhi standar keselamatan dan tidak ada lagi kejadian serupa di masa depan," tegas Menteri Perhubungan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Syahputra

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter