Pramono Bentuk Lembaga Adat Kebudayaan Betawi, Fauzi Bowo Jadi Ketua
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi membentuk Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB) dalam rangka melestarikan dan mempromosikan kebudayaan Betawi sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas ibu kota. Lembaga ini dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta masa jabatan 2012-2017, Fauzi Bowo, yang menjabat sebagai ketua. Pembentukan LAKB ini merupakan langkah strategis Pemprov DKI dalam menjaga keberlanjutan budaya Betawi yang semakin tergerus modernisasi.
Latar Belakang Pembentukan Lembaga
Ide pembentukan LAKB muncul seiring dengan semakin sedikitnya generasi muda Betawi yang memahami dan menjalankan adat istiadat nenek moyang mereka. Keberadaan budaya Betawi yang kaya mulai tergerus oleh budaya luar dan kurangnya dukungan sistematis dari pemerintah daerah. Melalui LAKB, Pemprov DKI berharap dapat menyatukan berbagai pihak yang peduli terhadap kelestarian budaya Betawi, mulai dari tokoh adat, seniman, akademisi, hingga masyarakat umum.
Fauzi Bowo, yang dikenal sebagai salah satu tokoh Betawi yang konsisten memperjuangkan kebudayaan Betawi, dipercaya memimpin lembaga ini. Menurutnya, LAKB bukan sekadar lembaga simbolis, melainkan wadah yang berfungsi nyata untuk merumuskan kebijakan, program, dan aksi konkret dalam pelestarian dan pengembangan budaya Betawi.
Tugas dan Fungsi LAKB
Lembaga Adat Kebudayaan Betawi akan memiliki tugas utama sebagai koordinator dan fasilitator berbagai kegiatan kebudayaan Betawi. Beberapa fungsi yang akan diemban oleh lembaga ini antara lain: merumuskan kebijakan kebudayaan Betawi, melakukan inventarisasi dan dokumentasi aset kebudayaan Betawi, mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya Betawi, serta memfasilitasi penelitian dan pengembangan kebudayaan Betawi.
Selain itu, LAKB juga akan berperan dalam menjaga kesinambungan adat istiadat Betawi, termasuk upacara-upacara adat, tradisi lisan, musik, tarian, seni pertunjukan, dan warisan budaya lainnya. Lembaga ini akan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI, lembaga pendidikan, serta komunitas seniman dan budayawan Betawi.
Struktur Organisasi dan Anggota
LAKB akan dibentuk dengan struktur yang terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota. Selain Fauzi Bowo sebagai ketua, posisi wakil ketua diisi oleh tokoh adat Betawi, Haji Adek Sunandar. Sedangkan untuk posisi sekretaris dan bendahara akan diisi oleh akademisi dan praktisi kebudayaan Betawi.
Anggota LAKB terdiri dari perwakilan dari berbagai elemen masyarakat Betawi, termasuk tokoh adat, ulama, seniman, budayawan, akademisi, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan. Diversitas ini diharapkan dapat menciptakan sinergi dan kekuatan kolektif dalam menjalankan visi dan misi LAKB.
Program dan Kegiatan yang Dicanangkan
Beberapa program utama yang akan dijalankan LAKB antara lain: penyelenggaraan festival budaya Betawi secara berkala, pemberdayaan seniman dan budayawan Betawi, pengembangan destinasi wisata budaya Betawi, serta program pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda Betawi. LAKB juga akan memfasilitasi penerbitan buku, jurnal, dan media lainnya yang membahas tentang budaya Betawi.
Salah satu program andalan adalah "Betawi Cultural Village" yang akan dibangun di beberapa lokasi di Jakarta. Program ini bertujuan menciptakan ruang hidup yang mempertahankan nilai-nilai budaya Betawi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, LAKB juga akan mengembangkan industri kreatif berbasis budaya Betawi, seperti produk kerajinan tangan, kuliner, dan busana.
Tantangan dan Harapan
Meski berambisi besar, LAKB menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugasnya. Salah satunya adalah bagaimana menciptakan program yang relevan dan menarik bagi generasi muda yang semakin terpapar budaya global. Selain itu, tantangan lain adalah bagaimana memastikan dukungan sinergis dari berbagai pihak dan memperoleh alokasi anggaran yang memadai dari Pemprov DKI.
Dibentuknya LAKB ini diyakini dapat menjadi solusi bagi tantangan-tantangan tersebut. Dengan kepemimpinan Fauzi Bowo yang berpengalaman dan dukungan berbagai pihak, LAKB diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam kebangkitan kembali budaya Betawi. Keberadaan lembaga ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai simbol, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan warisan nenek moyang Betawi di tengah arus modernisasi.
Komentar (0)