18, 2026
Teknologi

Prabowo Tegaskan Perdagangan dan Mata Uang Tak Boleh Dipersenjatai

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Tegaskan Perdagangan dan Mata Uang Tak Boleh Dipersenjatai

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa perdagangan dan mata uang tidak boleh menjadi arena persenjataan dalam hubungan internasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden dalam pidato pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika 2024 yang diselenggarakan di Jakarta. Presiden menyoroti perlunya kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan dan bebas dari tekanan politik di antara negara-negara berkembang.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa perdagangan seharusnya menjadi jembatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan sebagai alat untuk menekan atau mengintimidasi negara lain. "Kita harus memastikan bahwa perdagangan dan mata uang tidak dipersenjatai. Ekonomi harus menjadi pilar kerjasama, bukan medan perang," tegas Presiden dihadapan para pemimpin negara peserta KTT.

Kerjasakan Ekonomi untuk Kesejahteraan Bersama

Presiden menyoroti bahwa banyak negara di Asia dan Afrika memiliki potensi ekonomi yang besar namun sering kali tidak optimal karena berbagai hambatan perdagangan dan kebijakan ekonomi yang tidak adil. Menurutnya, era baru kerjasama ekonomi harus didasarkan pada prinsip saling menghormati dan kebersamaan.

"Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, tenaga kerja yang muda dan berbakat, serta pasar yang luas. Namun, potensi ini sering kali terhamb oleh sistem perdagangan yang tidak seimbang dan praktik ekonomi yang tidak etis," jelas Presiden.

Presiden mencontohkan beberapa isu yang sering muncul dalam perdagangan internasional, seperti penggunaan sanksi ekonomi sebagai alat tekanan politik, praktik proteksionisme, serta manipulasi nilai mata uang untuk keuntungan sepihak. Menurutnya, praktik-praktik tersebut merusak stabilitas ekonomi global dan merugikan negara-negara berkembang.

Mendorong Sistem Perdagangan Adil dan Transparan

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengajak para pemimpin negara untuk bersama-sama membangun sistem perdagangan yang adil dan transparan. Ia menekankan perlunya reformasi dalam lembaga-lembaga keuangan internasional agar lebih representatif dan memperhatikan kepentingan negara-negara berkembang.

"Kita perlu mereformasi struktur keuangan global agar tidak lagi terpusat pada beberapa negara tertentu. Sistem Bretton Woods yang ada saat ini perlu diperbarui agar mencerminkan realitas geopolitik ekonomi abad ke-21," ujar Presiden.

Presiden juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk memfasilitasi kerjasama ekonomi antara negara-negara Asia dan Afrika. Ia menyoroti bahwa Indonesia akan menjadi jembatan bagi negara-negara kedua benua untuk meningkatkan keterkaitan ekonomi dan investasi.

Peran Aktif Indonesia dalam Mendorong Kerjasakan Ekonomi

Sebagai tuan rumah KTT Asia Afrika 2024, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mendorong kerjasama ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Presiden menyebutkan beberapa inisiatif yang akan diusung Indonesia, termasuk pembentukan forum ekonomi khusus untuk negara-negara Asia Afrika dan penyusunan kerangka kerja investasi yang saling menguntungkan.

"Kita akan membentuk Asian-African Economic Cooperation Forum yang menjadi wadah bagi para pemimpin bisnis dan investor untuk menjalin kerjasama. Forum ini akan menjadi platform untuk memfasilitasi investasi, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri di negara-negara kita," jelas Presiden.

Presiden juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam transformasi ekonomi negara-negara Asia Afrika. Menurutnya, akses teknologi digital yang merata akan menjadi kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh wilayah.

Respon Positif dari Para Pemimpin Negara

Pidato Presiden Prabowo menuai respons positif dari para pemimpin negara peserta KTT Asia Afrika 2024. Banyak pemimpin yang menyampaikan apresiasi terhadap visi Indonesia dalam membangun kerjasama ekonomi yang adil dan saling menguntungkan.

"Visi Presiden Prabowo tentang perdagangan yang tidak dipersenjatai sangat relevan dengan tantangan ekonomi global saat ini. Kita perlu membangun sistem ekonomi yang berbasis kerjasama bukan kompetisi sengit," kata salah seorang pemimpin negara peserta KTT yang meminta tidak disebutkan namanya.

KTT Asia Afrika 2024 sendiri dihadiri oleh puluhan pemimpin negara dan perwakilan organisasi internasional. Konferensi ini dihadiri oleh para pemimpin dari 109 negara anggota Gerakan Non-Blok dan 54 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam, serta organisasi internasional lainnya.

Presiden menutup pidatonya dengan mengajak semua peserta untuk bersama-sama mewujudkan visi Asia Afrika yang lebih sejahtera dan adil. "Mari kita bersatu membangun masa depan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan bebas dari tekanan politik. Ekonomi harus menjadi alat untuk membangun, bukan untuk menghancurkan," pungkas Presiden.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter