<p> </p><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCNohqBsnWNbZN1jZThB3EKLcG6aMRf9dxbDCmNEH6htwCw27FFGJpmbJN47Wfyvwt8jhUn5W0k098u8mBfkGfZBuphRb5XuxPbe_6jZEsUVxuHoaPXckogOfwzyi217a0fczbzsyvrZ_jUyTEmD27cz29y0N63BHhJqGc9766sQZeFrPbc2g-CbtiofI/s1500/IMG-20260901-WA0002.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="1000" data-original-width="1500" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCNohqBsnWNbZN1jZThB3EKLcG6aMRf9dxbDCmNEH6htwCw27FFGJpmbJN47Wfyvwt8jhUn5W0k098u8mBfkGfZBuphRb5XuxPbe_6jZEsUVxuHoaPXckogOfwzyi217a0fczbzsyvrZ_jUyTEmD27cz29y0N63BHhJqGc9766sQZeFrPbc2g-CbtiofI/s320/IMG-20260901-WA0002.jpg" width="320" /></a></div><br /><p></p><p>_Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_</p><p><br /></p><p>Jombang, 31 Agustus 2026 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan efisiensi terhadap BUMN yang dinilai tidak menguntungkan dan tidak memiliki kinerja yang baik.</p><p><br /></p><p>Langkah tersebut ditujukan untuk menghemat anggaran negara dan mengalihkannya sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.</p><p><br /></p><p>Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8).</p><p><br /></p><p>Prabowo mengatakan bahwa dalam kurang dari dua tahun pemerintahan yang dipimpinnya, pemerintah telah menutup 290 BUMN yang dinilai tidak menguntungkan, tidak memiliki kinerja yang baik, dan terus mengalami kerugian.</p><p><br /></p><p>“Dalam kurang dari dua tahun, pemerintah yang saya pimpin telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi, kita tutup,” kata Prabowo.</p><p><br /></p><p>Menurut Prabowo, langkah tersebut telah menghasilkan penghematan hingga Rp50 triliun. Pemerintah juga menyiapkan langkah efisiensi lanjutan dengan menutup lebih banyak BUMN hingga akhir 2026.</p><p><br /></p><p>“Dengan 290 BUMN, kita telah menghemat Rp50 triliun. Dan pemerintah yang saya pimpin, 31 Desember 2026, kami akan menutup lagi paling sedikit 700 lagi yang akan kami tutup,” tegas Prabowo.</p><p><br /></p><p>Dengan langkah tersebut, Prabowo memperkirakan jumlah BUMN nantinya hanya akan tersisa sekitar 200 hingga 250 perusahaan.</p><p><br /></p><p>Prabowo berharap efisiensi tersebut dapat menghasilkan penghematan hingga Rp100 triliun. Penghematan itu, kata dia, antara lain berasal dari pengurangan biaya overhead dan biaya rutin, termasuk gaji direksi serta komisaris.</p><p><br /></p><p>“Berarti harapan saya kita bisa menghemat Rp100 triliun dari overhead, dari biaya rutin, gaji direksi, gaji komisaris,” kata Prabowo.</p><p><br /></p><p>Prabowo menambahkan bahwa penghematan pemerintah tidak hanya dilakukan melalui efisiensi BUMN. </p><p><br /></p><p>Menurutnya, penghematan di berbagai bidang telah mencapai lebih dari Rp200 triliun per tahun dan bahkan mendekati Rp300 triliun setiap tahun.</p><p><br /></p><p>“Jadi saya kira penghematan kita di berbagai bidang sudah mendekati setiap tahun lebih dari Rp200 triliun, mendekati Rp300 triliun setiap tahun,” ungkapnya.</p><p><br /></p><p>Prabowo juga menegaskan bahwa dana hasil penghematan tersebut akan dialihkan dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.</p><p><br /></p><p>“Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya langsung ke rakyat,” pungkasnya.</p>
Prabowo Targetkan Penghematan Rp100 Triliun dari Pemangkasan BUMN di Akhir 2026*
← Artikel Sebelumnya
RI Ekspor Beras Perdana ke Malaysia, Qodari: Indonesia Semakin Berdaulat dala...
Artikel Selanjutnya →
Komentar (0)