17, 2026
Nasional

Prabowo: Saya yang Serahkan Dadan Hindayana ke Kejagung

Eka Kusuma
Eka Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo: Saya yang Serahkan Dadan Hindayana ke Kejaksaan Agung

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengakui dirinya yang telah menyerahkan mantan ajudannya, Dadan Hindayana, ke pihak Kejaksaan Agung (Kejagung). Pengakuan ini diberikan Prabowo dalam sebuah wawancara eksklusif, di mana mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ini menjelaskan kronologi peristiwa yang menyebabkan Dadan Hindayana, seorang kolonel, menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Dalam wawancaranya, Prabowo menyatakan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung terkait kasus yang menjerat mantan ajudan pribadinya tersebut. Prabowo menjelaskan bahwa ia mengetahui adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh Dadan Hindayana sejak beberapa waktu lalu dan segera mengambil langkah tegas setelah bukti-bukti tersebut dikumpulkan.

"Saya yang menyerahkan Dadan Hindayana ke Kejaksaan Agung. Setelah saya mendapatkan informasi tentang adanya dugaan penyimpangan, saya langsung menyelidiki dan memerintahkan agar segala bukti dikumpulkan," ujar Prabowo. Ia menegaskan bahwa tindakan ini dilakukan untuk menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik korupsi di tubuh TNI, terutama di lingkungan Kementerian Pertahanan.

Kronologi Penyidikan dan Penyerahan

Menurut Prabowo, penyidikan internal terhadap Dadan Hindayana dimulai sekitar tiga bulan sebelum penyerahannya ke Kejaksaan Agung. Tim khusus yang dibentuk oleh Prabowo menemukan adanya dugaan penyelewengan anggaran dalam proyek senilai puluhan miliar rupiah yang melibatkan perusahaan milik Dadan.

"Kami menemukan bukti-bukti yang cukup kuat bahwa ada dana negara yang disalahgunakan dalam proyek tersebut. Setelah itu, saya langsung memerintahkan agar kasus ini diserahkan kepada Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti secara hukum," jelas Prabowo.

Prabowo menambahkan bahwa penyerahan Dadan Hindayana ke Kejaksaan Agung dilakukan secara resmi pada pertengahan bulan lalu. Ia mengatakan bahwa seluruh proses berjalan transparan dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Reaksi Publik dan Respon dari TNI

Pengakuan Prabowo ini mendapatkan beragam reaksi dari publik. Beberapa pihap memuji sikap tegas Prabowo dalam menindak oknum yang terlibat korupsi di tubuh TNI. Sejumlah organisasi kemasyarakatan mengapresiasi langkah Prabowo yang menunjukkan integritas dan komitmen dalam memberantas praktik korupsi.

"Ini adalah langkah yang positif dari Menteri Pertahanan. Dengan menyerahkan ajudannya sendiri, Prabowo menunjukkan bahwa ia serius dalam membersihkan lingkungan Kementerian Pertahanan dari praktik korupsi," kata salah satu aktivis anti korupsi.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengapresiasi sikap Prabowo yang telah menunjukkan transparansi dalam menangani kasus yang melibatkan personel TNI. Ia menegaskan bahwa TNI mendukung penuh setiap upaya penegakan hukum, terutama dalam kasus yang merusak citra institusi.

"Kami mendukung langkah yang diambil oleh Menhan. Ini menunjukkan bahwa TNI tidak akan toleran terhadap praktik korupsi. Kasus ini akan menjadi pelajaran bagi seluruh prajurit untuk menjaga integritas," ujar Andika.

Kasus Dadan Hindayana: Pengembangan Selanjutnya

Saat ini, Dadan Hindayana telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi proyek senilai puluhan miliar rupiah. Ia diduga terlibat dalam kasus penyimpangan dana dalam pengadaan alat kesehatan untuk TNI.

Kejaksaan Agung telah mengumumkan bahwa penyidik telah mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk menjerat Dadan Hindayana dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung juga telah memeriksa beberapa saksi, termasuk beberapa pejabat di Kementerian Pertahanan dan sejumlah pejabat dari perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengungkap jaringan korupsi yang diduga lebih luas.

Prabowo dalam wawancaranya menyatakan akan terus mendukung penuh proses hukum yang berlangsung. Ia juga menegaskan bahwa akan ada langkah-langkah preventif untuk mencegah terulangnya kasus serupa di kemudian hari.

"Kasus ini adalah pengalaman berharga bagi kami. Saya akan memastikan bahwa mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi di Kementerian Pertahanan diperketat," kata Prabowo menambahkan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eka Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter