17, 2026
Nasional

Prabowo Bawa Spirit Bandung ke KTT BRICS: Bersatu Kita Teguh, Terpecah Kita Runtuh

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Bawa Spirit Bandung ke KTT BRICS: Bersatu Kita Teguh, Terpecah Kita Runtuh

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membawa filosfi "Bersatu Kita Teguh, Terpecah Kita Runtuh" yang menjadi ciri khas Bandung dalam sidang KTT BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan. Filosfi ini menjadi landasan bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama antar negara berkembang dalam menghadapi tantangan global.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti pentingnya persatuan dan solidaritas di antara negara-negara BRICS untuk menciptakan keseimbangan kekuatan di dunia. Menurutnya, prinsip yang dicanangkan pada Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955 ini masih sangat relevan di era kontemporer saat ini.

"Spirit Bandung bukan hanya sekadar sejarah, tapi juga pedoman untuk masa depan," ujar Prabowo dalam sidang tersebut. Ia menjelaskan bahwa tantangan global seperti konflik, ketimpangan ekonomi, dan perubahan iklim membutuhkan respons kolektif dari negara-negara berkembang.

Implementasi Spirit Bandung dalam Konteks BRICS

Prabowo menekankan bahwa implementasi spirit Bandung dalam konteks BRICS dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, dalam kerja sama pertahanan yang lebih intensif antar anggota BRICS untuk menjaga stabilitas regional dan global.

Kedua, dalam bidang ekonomi, ia mengusulkan untuk memperkuat mekanisme perdagangan antar anggota BRICS yang menggunakan mata uang lokal. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar Amerika Serikat dan menciptakan sistem keuangan yang lebih adil.

"Kita perlu membangun sistem ekonomi yang inklusif dan adil, bukan yang hanya menguntungkan negara-negara maju," tegas Prabowo. Ia menambahkan bahwa Indonesia siap menjadi jembatan bagi negara-negara lain dalam mencapai tujuan bersama.

Tanggapan Internasional terhadap Spirit Bandung

Pengajuan spirit Bandung oleh Prabowo mendapat respons positif dari beberapa negara anggota BRICS. Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyatakan dukungannya terhadap gagasan tersebut, menilai bahwa prinsip persatuan dan kerja sama sama pentingnya saat ini seperti pada masa lalu.

"Momen ini sangat strategis bagi negara-negara berkembang untuk menunjukkan kekuatan kolektif," kata Presiden Lula. Ia menambahkan bahwa tantangan global saat ini tidak bisa diatasi oleh satu negara secara individu.

Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas regional dan global melalui kerja sama yang lebih erat. Meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan spirit Bandung, ia menyatakan dukungannya terhadap gagasan persatuan di antara negara-negara berkembang.

Relevansi Spirit Bandung di Era Digital

Prabowo juga membahas relevansi spirit Bandung di era digital dan revolusi industri 4.0. Menurutnya, teknologi digital harus menjadi alat untuk memperkuat kerja sama antar negara, bukan menciptakan pemisah baru.

"Kita harus memastikan bahwa keuntungan dari revolusi digital dirasakan secara merata oleh semua anggota BRICS," ujarnya. Ia menyoroti pentingnya investasi dalam infrastruktur digital dan peningkatan kapasitas SDM di negara-negara berkembang.

Dalam bidang keamanan, Prabowo menekankan perlunya kerja sama yang lebih erat untuk menghadapi tantangan keamanan non-tradisional seperti keamanan siber, terorisme, dan ekstremisme. Ia mengusulkan untuk membentuk mekanisme koordinasi khusus di antara anggota BRICS untuk mengatasi isu-isu tersebut.

Kunjungan ke Afrika Selatan

Kunjungan Prabowo ke Afrika Selatan untuk menghadiri KTT BRICS merupakan kunjungan resmi pertamanya sebagai Menteri Pertahanan sejak dilantik pada Oktober 2023. Kunjungan ini tidak hanya terbatas pada pertemuan di KTT BRICS, tetapi juga mencakup serangkaian pertemuan bilateral dengan para pejabat dari negara-negara anggota BRICS lainnya.

Dalam pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Afrika Selatan, Prabowo membahas potensi kerja sama dalam industri pertahanan, termasuk transfer teknologi dan pembangunan industri pertahanan lokal. Kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pertahanan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas di kawasan.

"Afrika dan Asia memiliki sejaram yang panjang dalam perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme. Kita harus terus memperkuat solidaritas kita," kata Prabowo dalam pertemuannya tersebut.

KTT BRICS di Johannesburg dihadiri oleh para pemimpin negara dari lima negara anggota asli (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) serta beberapa negara yang bergabung baru-baru ini seperti Iran, Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab. Pertemuan ini dianggap sebagai langkah signifikan dalam memperluas pengaruh blok negara berkembang di panggung global.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter