Polres Ketapang Segerakan Mobile Water Treatment untuk Atasi Krisis Air Bersih
Polres Ketapang menggerakkan unit Mobile Water Treatment guna membantu warga yang mengalami krisis air bersih di beberapa wilayah. Kepala Polres Ketapang AKBP Budi Santoso mengatakan, pengerahan unit tersebut merupakan upaya preventif dan responsif terhadap kelangkaan air bersih yang dialami masyarakat akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
"Kami melihat kondisi masyarakat di beberapa kecamatan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Melalui program ini, kami ingin memastikan warga tetap memperoleh akses terhadap air bersih yang layak untuk kebutuhan sehari-hari," ujar AKBP Budi Santoso saat ditemui di lokasi penyaluran air bersih, Kamis (15/6).
Pengadaan dan Operasional Unit Mobile Water Treatment
Unit Mobile Water Treatment yang digunakan Polres Ketapang merupakan alat pengolahan air canggih yang mampu memfilter air dari berbagai sumber menjadi air bersih layak minum. Alat ini dilengkapi dengan teknologi reverse osmosis dan sistem filtrasi multi tahap yang mampu menghilangkan kotoran, bakteri, dan virus dalam air.
Dikatakan Kepala Unit Pelaksana Operasional Polres Ketapang Kompol Hendra, unit ini mampu memproduksi hingga 5.000 liter air bersih per hari. "Unit ini dirancang khusus untuk operasi di lapangan. Kami bisa memindahkannya ke lokasi-lokasi yang membutuhkan dengan mudah. Air yang dihasilkan telah melalui serangkaian uji kualitas dan terjamin aman untuk konsumsi," jelasnya.
Polres Ketapang mengalokasikan tiga unit Mobile Water Treatment untuk penyebaran di beberapa titik kritis. Setiap unit ditempatkan di lokasi yang telah ditentukan berdasarkan data kelangkaan air bersih dari pemerintah daerah dan laporan masyarakat.
Titik Lokasi Penyaluran Air Bersih
Saat ini, tiga unit Mobile Water Treatment telah ditempatkan di tiga kecamatan yang dianggap paling parah mengalami krisis air bersih. Titik-titik tersebut meliputi Kecamatan Ketapang, Sandai, dan Simpang Hulu. Setiap unit akan beroperasi selama 12 jam sehari dengan jadwal yang disesuaikan kebutuhan masyarakat setempat.
Di Kecamatan Ketapang, unit ini ditempatkan di depan kantor camat. Sementara di Kecamatan Sandai, unit beroperasi di depan pusat pelayanan kesehatan (puskesmas), dan di Kecamatan Simpang Hulu, unit dipasang di debalai desa setempat. "Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan aksesibilitas dan kebutuhan air oleh masyarakat. Kami bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk memastikan penyaluran berjalan lancar," tambah Kompol Hendra.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Lembaga Swasta
Polres Ketapang tidak bekerja sendiri dalam program ini. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta beberapa lembaga swasta untuk mensukseskan program penyaluran air bersih ini.
"Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan logistik dan lokasi. Selain itu, beberapa perusahaan swasta juga turut membantu menyumbang filter air dan tangki penyimpanan. Kolaborasi ini penting untuk memperluas jangkauan bantuan," jelas AKBP Budi Santoso.
Wakil Bupati Ketapang H. Rohidin mendukung penuh program ini. Menurutnya, kehadiran Polres Ketapang dalam membantu masalah krisis air bersih menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. "Ini adalah bentuk kepedulian Polri terhadap rakyat. Kami bersyukur adanya sinergi ini dalam mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat," ujarnya.
Respon Positif dari Masyarakat
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih merasa lega dengan adanya fasilitas ini. Siti Aminah (45), warga Kecamatan Sandai, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Mobile Water Treatment.
"Sebelumnya kami harus berjalan jauh untuk mengambil air dari sungai. Air sungai juga kotor dan tidak jelas. Dengan adanya alat ini, kami bisa mendapatkan air bersih yang aman untuk minum dan masak. Anak-anak saya juga tidak lagi sakit karena minum air yang tidak bersih," kata Siti.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Sumber Daya Air (KSDA) Kabupaten Ketapang Drs. H. Fachrul Razi menambahkan, pihaknya sedang mengupayakan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini. "Selain bantuan darurat, kami juga sedang mempersiapkan program penyediaan air bersih secara berkelanjutan. Ini termasuk pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) skala kecil di beberapa desa," jelasnya.
Target Penyelesaian Krisis Air Bersih
Polres Ketapang berencana akan terus mengoperasikan Mobile Water Treatment hingga kondisi air bersih di masyarakat pulih normal. Polres juga berencana untuk menambah jumlah unit jika diperlukan dan jika ada dukungan yang memadai.
"Kami akan terus memantau perkembangan situasi. Jika ada kebutuhan tambahan, kami akan segera menindaklanjutinya. Tujuan kami adalah memastikan tidak ada warga yang kekurangan air bersih," tegas AKBP Budi Santoso.
Program ini diharapkan dapat memberikan solusi sementara bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih sebelum solusi jangka panjang dari pemerintah daerah terealisasi. Dengan adanya kolaborasi antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan masalah ini dapat segera teratasi.
Komentar (0)