18, 2026
Nasional

Polisi Siapkan 3 Titik untuk Cegat Bobotoh ke GBK

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2016/04/03/5700ad141515a-polisi-angkut-ratusan-bobotoh-asal-depok_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Polisi Siapkan 3 Titik untuk Cegat Bobotoh ke GBK

Pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menyiapkan tiga titik pengecekan strategis untuk mencegah dan mengantisipasi arus bobotoh (pendukung Persib Bandung) menuju Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta jelang laga persahabatan antara Timnas Indonesia melawan Timnas Palestina. Kegiatan pengecekan ini dilaksanakan guna menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar stadion serta mencegah potensi kerusuhan yang seringkali terjadi saat laga persaingan antar kelompok suporter.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Polisi Muhammad Fadil Imran mengatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan menjelang dan selangsaing pertandingan. "Kita sudah menyiapkan tiga titik pengecekan utama yang akan menjadi gerbang masuk para bobotoh ke Jakarta. Tujuannya adalah untuk melakukan pemeriksaan administrasi dan pemeriksaan barang-barang yang dibawa guna mencegah adanya pengangkutan senjata tajam atau benda berbahaya lainnya," jelas Fadil dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/4).

Titik Pengecekan yang Disiapkan

Tiga titik pengecekan yang telah disiapkan Polri berlokasi di jalur utama yang biasa dilalui para bobotoh saat menuju Jakarta. Titik pertama berada di Gerbang Tol Cikampek, Jawa Barat. Titik kedua terletak di Gerbang Tol Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sedangkan titik ketiga berada di sekitar area GBK, Jakarta Pusat. Ketiga titik ini dianggap strategis karena menjadi jalur utama yang dilalui para suporter dari berbagai daerah.

Menurut Fadil, selain melakukan pemeriksaan administrasi seperti identitas dan tiket, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang-barang yang dibawa oleh para bobotoh. "Kita akan melakukan screening terhadap tas ransel, tas jinjing, atau barang-barang lain yang dibawa. Ini untuk memastikan tidak ada senjata tajam atau benda berbahaya yang masuk ke area stadion," tambahnya.

Polri juga akan menurunkan personel gabungan dari berbagai satuan, termasuk Brimob, Dit Samapta Polda Metro Jaya, dan Propam. Personel akan ditempatkan di ketiga titik pengecekan sejak H-3 hingga setelah pertandingan usai. "Kita akan mengantisipasi segala potensi gangguan. Mulai dari aksi tawuran antar suporter, hingga gangguan lain yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban," ujar Fadil.

Langkah-Langkah Pencegahan Lainnya

Selain tiga titik pengecekan, Polri juga telah melakukan berbagai langkah pencegahan lainnya. Salah satunya adalah melakukan koordinasi dengan kelompok suporter terkait, seperti The Jakmania dan Bonek, untuk memastikan tidak ada provokasi atau aksi permusuhan antar kelompok suporter.

"Kita sudah melakukan komunikasi dengan berbagai kelompok suporter. Kami minta mereka untuk tetap menjaga sportivitas dan tidak melakukan aksi yang dapat menimbulkan kekerasan. Timnas Indonesia adalah tim nasib, jadi harus didukung semua lapisan masyarakat," kata Fadil.

Selain itu, Polri juga akan menurunkan personel di sekitar stadion GBK dalam jumlah yang memadai. Personel akan ditempatkan di sekitar pintu masuk stadion, tribun penonton, dan area parkir. "Kita akan menempatkan personel di setiap titik krusial di sekitar stadion. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi segala potensi gangguan dan menjaga keamanan para penonton," jelasnya.

Tanggapan dari Kalangan Suporter

Langkah-langkah yang diambil oleh Polri mendapat berbagai respons dari kalangan suporter. Beberapa di antaranya mendukung langkah ini dengan alasan untuk keamanan bersama. Namun, ada juga yang menganggap langkah ini berlebihan dan dapat mengganggu kenyamanan para suporter.

"Saya mengapresiasi langkah Polri yang ingin menjaga keamanan dan ketertiban. Namun, saya berharap pengecekan tidak terlalu lama dan tidak menyulitkan para suporter yang datang dengan membawa barang-barang pribadi," kata Ade, seorang bobotoh asal Bandung, dalam wawancaranya.

Sementara itu, Dedi, seorang koordinator suporter, menyatakan bahwa kelompoknya siap mendukung langkah Polri. "Kita siap membantu Polri menjaga keamanan dan ketertiban. Timnas Indonesia harus menjadi kebanggaan bersama, bukan sumber konflik," ujarnya.

Dengan berbagai langkah pencegahan yang telah disiapkan, Polri berharap pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia melawan Timnas Palestina berjalan aman dan lancar. "Kita berharap pertandingan berjalan sukses dan tidak ada insiden yang merugikan. Keamanan dan ketertiban adalah prioritas utama kita," tutup Fadil.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter