Polisi Pastikan Mayat di Kali Teratai Bukan dari Rombongan Jurnalis Hilang
Polisi telah mengklarifikasi mayat yang ditemukan di Kali Teratai pada Rabu (15/3) bukan bagian dari rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang sepekan lalu. Kepala Polres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Ahmad Rizki, mengatakan hasil identifikasi forensik menunjukkan bahwa korban bukan dari lima orang jurnalis yang masih dalam pencarian.
"Hasil pemeriksaan DNA dan data kesehatan yang kami peroleh dari keluarga korban jurnalis hilang tidak cocok dengan mayat yang ditemukan di Kali Teratai," ujar Rizki dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Kamis (16/3).
Identifikasi Korban Mayat
Mayat yang dalam kondisi membusuk ditemukan warga setempat saat sedang membersihkan sungai. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan mayat untuk dilakukan visum et repertum. Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mendapati korban berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia 30-35 tahun.
"Korban mengenakan pakaian kaos biru dan celana jeans yang sudah robek di bagian lutut. Tidak ada identitas khusus yang ditemukan di tempat kejadian. Kami sudah mengambil sampel DNA untuk dibandingkan dengan data jurnalis hilang," jelas Rizki.
Sebelumnya, lima orang jurnalis dari berbeda media massa dilaporkan hilang saat meliput di wilayah Jakarta Utara pada Senin (6/3). Mereka terdiri dari tiga reporter, se fotografer, dan seorang video grapher. Tim pencarian telah diterjunkan namun belum memberikan hasil yang pasti.
Pencarian Jurnalis Hilang Masih Berlangsung
Polisi mengungkapkan bahwa pencarian terhadap kelima jurnalis yang dilaporkan hilang masih berlangsung. Tim gabungan dari Polri, Basarnas, dan relawan terus memantau area-area terkait, termasuk sungai-sungai di sekitar lokasi liputan terakhir mereka.
"Kami tidak mengabaikan kemungkinan mereka berada di suatu tempat atau mungkin mengalami kecelakaan. Tim kami sudah memeriksa sejumlah saksi yang terakhir melihat mereka, termasuk sopir taksi online yang mengantar mereka ke lokasi liputan," tambah Rizki.
Keluarga korban jurnalis hilang menyatakan sedih tetapi tetap optimistis. "Kami masih berharap mereka ditemukan dalam keadaan selamat. Kami percaya tim polisi dan Basarnas akan segera menemukan jejak mereka," kata salah satu kerabat korban yang enggan disebutkan namanya.
Kendala dalam Pencarian
Proses pencarian dihadapkan pada beberapa kendala, salah satunya adalah luasnya area yang perlu dipantau. Lokasi liputan terakhir jurnalis hilang berada di daerah yang memiliki banyak akses tersembunyi dan sulit dijangkau.
"Kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi hambatan. Beberapa area yang kami curigai sulit diakses saat hujan turun. Namun, kami akan terus berusaha hingga mereka ditemukan," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Budi Santoso.
Polisi juga meminta masyarakat untuk memberikan informasi apabila menemukan sesuatu yang mencurigat terkait dengan keberadaan jurnalis hilang. "Setiap informasi sangat berarti bagi kami. Kami siap memberikan imbalan bagi siapa pun yang memberikan informasi yang akurat dan membantu menemukan para jurnalis," kata Budi.
Respons Komunitas Jurnalis
Komunitas jurnalis di Indonesia mengecam kejadian ini dan menyerukan agar penyelidikan dilakukan secara maksimal. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar aksi unjuk rasa menuntut kejelasan nasib rekan-rekan mereka.
"Kami menuntut agar pihak berwenang memberikan semua sumber daya yang ada untuk menemukan rekan-rekan kami. Kejadian ini menunjukkan betapa berbahayanya profesi jurnalis di Indonesia," kata Ketua AJI Jakarta, Ahmad Fauzi.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika juga turut memantau perkembangan kasus ini. Menteri Kominfo Johnny G. Plate menegaskan akan mendukung penuh proses pencarian.
"Kami akan koordinasi dengan pihak kepolisian dan Basarnas untuk memastikan semua upaya dilakukan. Keamanan jurnalis adalah tanggung jawab bersama," ujar Johnny.
Saat ini, polisi masih terus mengumpulkan keterangan dari saksi dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar area terakhir kali jurnalis dilaporkan terlihat. Tim investigasi juga tidak menutup kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus ini.
Komentar (0)