KIEV — Para pemimpin negara pendukung Ukraina dijadwalkan bertemu di Kiev pada Senin (24/8) di tengah eskalasi serangan Rusia yang memakan korban sipil serta menipisnya persediaan sistem pertahanan udara Ukraina. Pertemuan Koalisi yang Bersedia (Coalition of the Willing) itu akan dipimpin bersama oleh pemimpin Inggris, Perancis, dan Jerman.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham akan berada di Kiev dalam kunjungan luar negeri pertamanya sejak menjabat, sementara sejumlah pemimpin negara lain dijadwalkan bergabung secara daring. Presiden Dewan Eropa Antonio Costa juga dijadwalkan hadir di Kiev untuk pembicaraan tersebut.
Koalisi yang Bersedia merupakan kelompok negara pendukung Ukraina yang dibentuk untuk mengoordinasikan bantuan militer, keuangan, dan kemanusiaan bagi Kiev. Pertemuan di Kiev digelar di tengah tekanan agar negara-negara Barat mempercepat pengiriman senjata, terutama sistem pertahanan udara yang dinilai krusial untuk melindungi kota-kota Ukraina dari serangan rudal dan drone Rusia.
Gempuran Rusia Meningkatkan Korban Sipil
Rusia dalam beberapa pekan terakhir menggempur Kiev dengan rudal balistik, merobek bangunan apartemen, dan menewaskan puluhan warga di ibu kota. Serangan yang terus meningkat itu mendorong jumlah korban sipil tewas ke level tertinggi sejak bulan-bulan awal invasi Rusia pada 2022.
Hampir setiap serangan membuat puluhan ribu warga berlindung di sistem kereta bawah tanah Kiev, sementara lebih banyak lagi mengungsi di ruang bawah tanah dan tempat penampungan lain di seluruh kota. Usai hampir setiap serangan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan permohonan publik untuk tambahan dukungan pertahanan udara.
Permintaan Zelensky itu muncul di tengah menipisnya persediaan rudal pencegat Ukraina. Kiev telah berulang kali mendesak sekutunya mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara modern beserta amunisinya, karena keterlambatan pasokan berarti semakin banyak warga sipil yang menjadi korban.
Ukraina Terus Menghantam Logistik Rusia
Menjelang pertemuan tersebut, Ukraina melanjutkan kampanye serangan terhadap lokasi logistik Rusia dengan menghantam sejumlah gudang milik raksasa e-commerce Ozon. Ozon melaporkan kebakaran pada Senin pagi di gudang-gudangnya di Krasnodar dan Makhachkala, keduanya di Rusia selatan, serta evakuasi di Adygeysk dan Nevinnomyssk akibat ancaman serangan drone.
Otoritas Rusia juga menyatakan puing-puing serangan drone Ukraina menewaskan dua anak dan melukai sembilan orang lainnya.
Serangan terhadap gudang-gudang itu merupakan bagian dari strategi Ukraina melemahkan kemampuan logistik Rusia di tengah perang yang memasuki tahun kelima. Dengan menyerang depot pasokan dan pusat distribusi di dalam wilayah Rusia, Kiev berupaya memangkas pasokan militer Moskow di garis depan.
Hari Kemerdekaan dan Tekad Ukraina
Senin ini Ukraina merayakan Hari Kemerdekaan, yang sekaligus menandai genap empat setengah tahun sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari 2022. Hari bersejarah itu menjadi pengingat bahwa perang yang semula diklaim Moskow akan berakhir cepat justru berlarut tanpa tanda-tanda mereda.
“Rusia tidak perlu ragu dengan tekad kami,” kata Burnham dalam pernyataan sebelum tiba di Kiev. “Kami tidak akan mundur sampai ada perdamaian yang adil dan abadi.”
Pokok-Pokok Pertemuan
- Pertemuan Koalisi yang Bersedia dipimpin bersama oleh pemimpin Inggris, Perancis, dan Jerman.
- Perdana Menteri Inggris Andy Burnham hadir langsung di Kiev dalam kunjungan luar negeri pertamanya.
- Presiden Dewan Eropa Antonio Costa turut dijadwalkan hadir, sejumlah pemimpin lain mengikuti secara daring.
- Ukraina kembali meminta tambahan sistem pertahanan udara di tengah gempuran rudal Rusia.
Relevansi untuk Sumatera Selatan
Bagi warga Sumatera Selatan, eskalasi perang ini berpotensi kembali menekan harga energi dan pangan global, yang pada akhirnya berdampak pada harga BBM, tarif listrik, serta kebutuhan pokok di Palembang dan sekitarnya. Sebagai salah satu penghasil batu bara dan kelapa sawit terbesar di Indonesia, provinsi ini juga merasakan dampaknya lewat fluktuasi harga komoditas ekspor seperti crude palm oil (CPO) yang kerap terdorong naik saat ketegangan geopolitik memuncak.
Komentar (0)