Pelajar SMA Tertemper KRL di Parung Panjang
Seorang pelajar SMA di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, menjadi korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) pada Rabu (15/3) sekira pukul 07.30 WIB. Korban yang diketahui bernama Rizki (17) tertimbul KRL saat melintas di jalur rel dekat Stasiun Parung Panjang. Kejadian tragis ini menimbulkan korban luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Polsek Parung Panjang AKBP Budi Santoso mengatakan, kejadian ini bermula saat korban sedang berangkat sekolah. "Korban adalah pelajar SMA yang tinggal di dekat jalur rel. Diduga korban terburu-buru karena terlambat sekolah sehingga melintasi rel tanpa memperhatikan kedatangan kereta," ujar Budi saat dikonfirmasi.
Menurut keterangan saksi mata, korban terlihat melintasi jalur rel saat lampu palang pintu rel sedang terbuka. Namun, secara tiba-tiba KRL jurusan Bogor-Sukabumi melintas dengan kecepatan tinggi. "Saksi mata mengaku sudah berusaha memberi isyarat kepada korban, namun korban tampak terburu-buru dan tidak memperhatikan kereta yang datang," jelas Budi.
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan terjadi pada saat jam sibuk pagi hari. Korban yang mengenakan seragam sekolah terlihat melintasi rel kereta api di sekitar Stasiun Parung Panjang. Beberapa saksi mata yang sedang menunggu KRL di stasiun tersebut melihat korban melintasi rel tanpa waspada.
"Saat korban berada di tengah rel, KRL jurusan Sukabumi-Bogor tiba-tiba terlihat dari arah Bogor. Suara klakson kereta terdengar, namun korban sepertinya tidak mendengarnya atau sudah terlambat menghindar," kata seorang saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya.
Akibatnya, korban tertimbul bagian tubuhnya oleh kereta yang sedang melaju. Saksi mata lainnya langsung berteriak dan meminta bantuan. Beberapa petugas keamanan stasiun yang mendengar teriakan segera mendekat dan mengevakuasi korban.
Evakuasi dan Penanganan Medis
Setelah dievakuasi, korban segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parung Panjang untuk mendapatkan pertolongan pertama. "Korban mengalami luka gores dan patah tulang di bagian kaki kanan. Tim medis segera memberikan penanganan awal sebelum dirujuk ke RSUD Bogor untuk perawatan lebih lanjut," jelas Kepala RSUD Parung Panjang dr. Siti Aminah.
Polisi yang datang ke lokasi kejalan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengambil keterangan dari saksi mata. "Kami sudah menerima laporan tentang kejadian ini dan sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk melengkapi berkas penyidikan," ujar Budi Santoso.
Polisi juga telah mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengetahui kronologi lengkap kecelakaan tersebut. "Rekaman CCTV akan menjadi bukti utama dalam menentukan penyebab kejadian dan siapa yang bertanggung jawab," tambahnya.
Tanggapan Pihak KAI
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi I Jakarta mengaku sudah mengetahui kejadian tersebut. "Kami menyayangkan kejadian ini dan berduka cita atas kejadian yang menimpa pelajar di Parung Panjang," ujar Humas KAI Daop I Jakarta, Eva Chairunisa.
Eva menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan rumah sakit dalam menangani kasus ini. "Kami juga akan melakukan investigasi internal untuk mengetahui apakah ada kelalaian dari pihak kereta atau tidak," kata Eva.
Sebagai antisipasi, KAI akan memperketat pengawasan di sepanjang jalur rel terutama di area perlintasan sebidang. "Kami akan meningkatkan sosialisasi bahaya melintasi rel kereta api kepada masyarakat terutama pelajar," tambahnya.
Imbauan Keselamatan
Kecelakaan ini kembali mengingatkan akan pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api. Polisi dan KAI mengimbau masyarakat, terutama pelajar, untuk tidak melintasi rel kereta api di tempat yang tidak ditentukan.
Untuk pelajar, Budi mengimbau untuk lebih berhati-hati saat berangkat sekolah. "Jangan terburu-buru karena kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Keselamatan adalah yang terpenting," ujarnya.
Sementara itu, pihak sekolah tempat korber bersekolah juga akan memberikan sosialisasi mengenai bahaya melintasi rel kereta api kepada seluruh siswa. "Kami akan mengadakan rapat dini hari untuk membahas kejadian ini dan memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya mematuhi aturan keselamatan," kata Kepala SMA tempat korban bersekolah.
Kecelakaan ini menjadi catatan kelima dalam sebulan terakhir di wilayah Bogor terkait kecelakaan di jalur kereta api. Pihak berwenang berharap masyarakat lebih waspada dan mematuhi aturan keselamatan di sekitar jalur rel.
Komentar (0)