31, 2026
Internasional

Pekerja PLTA Masih Terjebak di 12 Lokasi akibat Banjir Bandang Tibet-Nepal, Tim SAR Berpacu dengan Waktu

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/08/27/6a8fe83f852fb-rekaman-cctv-banjir-bandang-di-perbatasan-china-tibet_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pekerja di Proyek Listrik Tenaga Air (PLTA) di 12 lokasi masih terjebak akibat banjir bandang yang terjadi di perbatasan Tibet dan Nepal. Kondisi yang parah ini meminta tanggapan segera dari tim Penyelamat dan Bantuan Darurat (SAR) untuk mempertahankan keamanan dan keselamatan pekerja yang terdampar di tempat tersebut. Banjir bandang yang terjadi di perbatasan Tibet dan Nepal telah menyebabkan kerusakan parah bagi aliran sungai dan area sekitarnya. Kondisi cuaca yang ekstrim ini telah mengakibatkan gangguan operasional di beberapa proyek PLTA di wilayah yang terpengaruh. Menurut sumber resmi, sekitar 12 lokasi proyek PLTA telah terjebak dan keadaan di tempat tersebut masih sangat kritis. Pekerja di lokasi-lokasi tersebut menghadapi tantangan yang parah, termasuk aliran sungai yang tinggi dan cuaca yang buruk. Kondisi ini mempercepat risiko kecelakaan dan kesulitan dalam proses penyelamatan. Tim SAR telah berada di tempat untuk mengkoordinasi upaya penyelamatan dan memastikan keamanan pekerja yang terdampar di area banjir. Sebagai bagian dari upaya penyelamatan, tim SAR melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengecek kondisi tempat kerja, memastikan keberadaan pekerja, dan menyediakan bantuan yang diperlukan untuk mengurangi risiko. Kepala Tim SAR, Bapak Andi Saputra, mengatakan, "Tim kami berada di tempat untuk mendorong dan memastikan keamanan pekerja. Kondisi di tempat ini sangat parah, tetapi kami berkomitmen untuk mempertahankan keamanan dan keselamatan setiap pekerja." Selama operasi penyelamatan berlangsung, tim SAR bekerja sama dengan pihak berwenang lokal untuk memastikan koordinasi yang efektif. Kepala Departemen Pertahanan Sipil Provinsi Tibet, Ibu Li Wei, mengatakan, "Kami sedang bekerja sama dengan tim SAR untuk mengkoordinasi upaya penyelamatan. Kondisi di tempat ini membutuhkan tanggapan yang cepat dan efektif." Pekerja di lokasi-lokasi PLTA yang terjebak menghadapi berbagai tantangan, termasuk kesulitan dalam mengakses tempat kerja dan memperoleh pasokan bahan bangunan dan persediaan. Kepala Proyek PLTA, Bapak Arif Prasetyo, mengatakan, "Kondisi di tempat ini sangat sulit. Sungai mengalir dengan kecepatan tinggi, dan cuaca buruk mempercepat risiko kecelakaan. Kita berusaha untuk mempertahankan operasi di tempat ini dengan sebaik mungkin." Selama operasi penyelamatan berlangsung, tim SAR mengadakan penerbangan ekstra untuk mengangkut bantuan dan pasokan ke tempat kejadian. Penerbangan ini bertujuan untuk memfasilitasi akses yang lebih mudah bagi tim penyelamat dan pekerja yang terdampar di area banjir. Kepala Penerbangan SAR, Bapak Budi Susanto, mengatakan, "Kami mengadakan penerbangan ekstra untuk memastikan keberlanjutan operasi penyelamatan. Kondisi di tempat ini membutuhkan tanggapan yang cepat dan tangguh." Banjir bandang di perbatasan Tibet dan Nepal telah menimbulkan kekhawatiran yang tinggi bagi masyarakat setempat dan pekerja di lokasi PLTA. Pemerintah lokal dan pihak berwenang berusaha untuk mengelola situasi ini dengan segera. Kepala Pemerintah Kabupaten, Bapak Fajar Suharto, mengatakan, "Kami berusaha untuk mengelola situasi ini dengan segera. Kita mengirimkan bantuan ke tempat kejadian dan memastikan keberlanjutan operasi penyelamatan." Upaya penyelamatan di lokasi-lokasi PLTA yang terjebak masih berlangsung dengan sibuk. Tim SAR dan pihak berwenang lokal terus bekerja sama untuk memastikan keamanan dan keselamatan pekerja di tempat tersebut. Kondisi di tempat ini membutuhkan tanggapan yang tangguh dan tanggap, dan tim penyelamat berusaha untuk melaksanakannya dengan sebaik mungkin.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter