17, 2026
Nasional

Paul Scholes Pertanyakan Kualitas Senne Lammens di Manchester United

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Paul Scholes Bantah Kepemimpinan Senne Lammens di Manchester United

Legenda Manchester United, Paul Scholes, mengecam kinerja Senne Lammens, kepala operasional klub, dengan menyatakan kepemimpinannya tidak memadai untuk mengembalikan klub ke puncak sepak bola Inggris. Pernyataan keras mantan gelandang timnas Inggris ini menimbulkan pertanyaan serius tentang arah kebijakan klub di bawah pimpinan Lammens.

Dalam wawancara eksklusif, Scholes menyatakan bahwa keputusan-keputusan strategis yang diambil oleh Lammens sejak menjabat menunjukkan kurangnya pemahaman tentang apa yang dibutuhkan klub untuk bersaing di level tertinggi. "Saya tidak melihat visi atau rencana yang jelas dari Senne Lammens," ujar Scholes. "Klub terus berganti manajer dan pemain tanpa arah yang konsisten. Ini bukan cara membangun tim juara."

Kritik Terhadap Kebijakan Transfer dan Manajerial

Scholes khususnya menyoroti kegagalannya Manchester United dalam membangun tim yang kompetitif di bawah arahan Lammens. "Pembelian pemain seperti Casemiro pada tahap akhir kariernya menunjukkan kurangnya perencanaan jangka panjang. United membutuhkan pemain yang bisa tumbuh bersama klub, bukan bintang-bintang yang usianya sudah tidak ideal," tambahnya.

Kritik juga ditujukan pada kebijakan pelatih yang sering diganti-ganti. Sejak pensiarnya Sir Alex Ferguson, klub telah mengalami delapan perubahan manajer, tanpa satupun yang mampu membawa stabilitas jangka panjang. "Setiap manajer datang dengan ide mereka sendiri, tapi tidak ada yang diberi waktu untuk menerapkan filosofinya. Ini merusak perkembangan tim," jelas Scholes.

Reaksi Publik dan Media

Pernyataan Scholes segera menyebar luas dan memicu berbagai reaksi dari publik dan media. Banyak pendukung United yang setuju dengan pandangan legenda itu, menganggap kepemimpinan Lammens telah gagal dalam mengembalikan kemegahan klub. Beberapa analis bahkan membandingkan keadaan klub dengan periode sebelum Ferguson datang, ketika United hanya tim promedium.

Sementara itu, ada pihak yang mempertanyakan motif Scholes. Apakah ini benar-benar kritik konstruktif atau sekadar komentar dari mantu pemain yang frustrasi dengan keadaan klub mantan timnya? Namun, mayoritas komentar dari mantan rekan setim Scholes menunjukkan dukungan atas pandangannya, dengan menyebutkan bahwa kritik tersebut datang dari tempat yang autentik.

Tanggapan Resmi Manchester United

Sejauh ini, Manchester United belum merespons secara langsung pernyataan Scholes. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa dewan klub sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk menstabilkan kondisi klub. "Kami menghargapun setiap pandangan dari mantu pemain legenda kami, tapi keputusan operasional tetap berada di tapan tim manajemen," ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Lammens sendiri, yang sebelumnya bekerja di Bayern Munich, telah menghadapi tekanan sejak menjabat. Beberapa keputusannya, seperti penunjukan Erik ten Hag sebagai manajer, dianggap sebagai langkah positif, namun hasil yang belum konsisten tetap membuatnya terus berada di bawah sorotan.

Masa Depan Manchester United

Bagi banyak pengamat, masa depan Manchester United bergantung pada kemampuan Lammens dan timnya untuk membuat keputusan yang tepat dalam waktu dekat. Dengan kompetisi di Premier League semakin sengit, klub tidak bisa berlama-lama mencari formula yang tepat.

Paul Scholes, meskipun kritis, menunjukkan masih ada harapan untuk klub. "United memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan untuk kembali ke puncak. Yang diperlukan adalah pemimpin yang tahu cara membangun tim yang solid dan konsisten, bukan hanya mencari bintang-bintang instant," tutupnya.

Untuk saat ini, semua mata tertuju pada langkah selanjutnya dari manajemen United. Apakah Lammens akan membuktikan kritik Scholes salah dengan keputusan-keputusan strategis berikutnya, atau apakah memang sudah waktunya bagi klub mencari arah baru di luar kepemimpinannya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter