18, 2026
Nasional

Pastikan Jaga Kinerja Berkelanjutan, Inalum Genjot Ekspansi dan Hilirisasi

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2017/12/06/5a277096cea07-pabrik-inalum_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Pastikan Jaga Kinerja Berkelanjutan, Inalum Genjot Ekspansi dan Hilirisasi

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus mendorong ekspansi dan program hilirisasi aluminium untuk memastikan kinerja perusahaan tetap berkelanjutan di tengah persaingan industri global. Sebagai produsen aluminium terbesar di Indonesia, Inalum memastikan setiap langkah strategis yang diambil tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan dan sosial.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi, Inalum terus melakukan berbagai investasi besar-besaran. Perusahaan berencana untuk memperluas fasilitas produksi di pabriknya di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Ekspansi ini bertujuan untuk meningkatkan output bubuk aluminium (alumina) dan logam aluminium (ingot) yang menjadi produk utama perusahaan.

Investasi Strategis untuk Meningkatkan Kapasitas

Direktur Utama Inalum, Officer Chairul Tanjung, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengalokasikan dana signifikan untuk mendukung program ekspansi ini. "Kita sedang membangun fasilitas baru yang akan meningkatkan kapasitas produksi alumina hingga 1,5 juta ton per tahun," ujarnya dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini.

Investasi ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi permintaan domestik yang terus meningkat, tetapi juga untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri aluminium global. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, Inalum berharap dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan daya saing di pasar internasional.

Selain ekspansi kapasitas, Inalum juga fokus pada peningkatan kualitas produk. Perusahaan mengembangkan berbagai produk aluminium berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional. Produk-produk ini tidak hanya dijual dalam bentuk ingot, tetapi juga dalam berbagai bentuk semi-finished dan finished products.

Program Hilirisasi sebagai Prioritas Utama

Program hilirisasi menjadi prioritas utama bagi Inalum dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan tidak ingin hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi juga ingin berpartisipasi dalam nilai tambah lebih tinggi melalui pengolahan lanjutan aluminium menjadi produk jadi.

"Kita ingin Indonesia tidak hanya mengekspor aluminium dalam bentuk baku, tetapi juga dalam bentuk produk jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi," jelas Officer Chairul Tanjung.

Untuk mewujudkan hal ini, Inalum telah bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari industri hingga pemerintah. Perusahaan mendukung pengembangan industri aluminium hilir di Indonesia dengan menyediakan bahan baku berkualitas dan membantu teknologi produksi.

Salah satu contoh nyata dari program hilirisasi adalah produksi aluminium alloy untuk industri otomotif dan konstruksi. Inalum telah membangun fasilitas khusus untuk memproduksi alloy yang memenuhi standar industri global. Produk ini telah digunakan oleh berbagai permanufaktur besar di Indonesia.

Komitmen terhadap Keberlanjutan

Sebagai perusahaan BUMN, Inalum juga menunjukkan komitmen yang kuat terhadap prinsip keberlanjutan. Perusahaan menerapkan berbagai program untuk memastikan operasionalnya tidak merusak lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Dalam hal lingkungan, Inalum menerapkan teknologi canggih untuk mengurangi emisi gas buang dan limbah industri. Perusahaan juga memiliki program reboisasi di sekitar area operasional untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Sementara itu, untuk aspek sosial, Inalum aktif memberikan pelatihan keterampilan bagi masyarakat sekitar pabrik. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal dan memberikan kesempatan kerja yang lebih baik.

Perusahaan juga mendukung pengembangan infrastruktur di sekitar lokasi operasionalnya. Beberapa proyek yang telah dilaksanakan antara lain pembangunan jalan akses, fasilitas kesehatan, dan pendukung pendidikan.

Menghadapi Tantangan Global

Dalam menghadapi persaingan global, Inalum mengakui ada berbagai tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah fluktuasi harga bahan baku dan persaingan dengan produsen aluminium dari negara lain yang memiliki biaya produksi lebih rendah.

Untuk mengatasi hal ini, Inalum terus berinovasi dalam proses produksi untuk efisiensi. Perusahaan juga melakukan diversifikasi pasar untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar tertentu.

"Kita tidak hanya melihat pasar domestik, tetapi juga ekspansi ke pasar internasional. Tapi kita juga perlu memastikan bahwa produk kita kompetitif di tingkat global," tambah Officer Chairul Tanjung.

Dengan strategi ekspansi dan hilirisasi yang konsisten, Inalum yakin dapat mempertahankan posisinya sebagai pemain utama dalam industri aluminium Indonesia bahkan di tingkat global. Perusahaan terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan industri nasional dan perekonomian Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter