19, 2026
Nasional

Panik Ular Piton Berkeliaran di Permukiman, Warga Bogor Panggil Damkar

Warga Desa Leuwinutug, Bogor, panik saat ular piton berkeliaran. Petugas Damkar berhasil mengevakuasi ular dalam 15 menit setelah laporan diterima.]]>

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Panik Ular Piton Berkeliaran di Permukiman, Warga Bogor Panggil Damkar

ular Piton Menakuti Warga Bogor, Damkar Dikerahkan untuk Menangani

Kejadian menegangkan dialami warga di salah satu permukiman di Bogor, Jawa Barat, saat seekor ular piton dengan ukuran besar terlihat berkeliaran di tengah pemukiman penduduk. Kehadiran ular berukuran besar ini langsung menimbulkan panik di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki anak-anak dan hewan peliharaan. Beberapa warga yang melihat ular tersebut segera melaporkan kejadian ini kepada pihak pemukiman setempat dan Damkar (Dinas Pemadam Kebakaran) untuk segera ditangani.

Ular Piton Ditemukan di Area Permukiman

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, ular piton ditemukan oleh salah seorang warga saat sedang membersihkan halaman rumahnya. Ular berkulit belang-belang ini diketahui memiliki ukuran yang cukup memprihatinkan, diperkirakan mencapai lebih dari 5 meter. Warga yang melihatnya segera panik dan berteriak meminta tolong agar tetangga sekitar segera waspada. "Saya sedang membersihkan halaman rumah ketika tiba-tiba melihat ular yang sangat besar di sebelah pagar. Saya langsung berlari masuk rumah dan memanggil tetangga," ujar salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Setelah berita tentang keberadaan ular menyebar, sejumlah warga sekitar area tersebut langsung mengungsi ke rumah tetangga atau tempat yang dianggap lebih aman. Kegiatan sehari-hari di permukiman tersebut sepi, mengingat banyak warga yang masih trauma dengan keberadaan ular piton tersebut. Beberapa warga yang memiliki anak kecil lebih memilih untuk tidak keluar rumah hingga ular tersebut berhasil ditangkap.

Tim Damkar Dikerahkan untuk Menangani Ular

Setelah menerima laporan dari warga, pihak Damkar Bogor segera mengirimkan tim khusus penangkap ular untuk menangani situasi tersebut. Tim yang terdiri dari personel berpengalaman dalam menangani reptil ini dilengkapi dengan peralatan lengkap seperti alat penangkap ular, sarung tahan gigitan, dan peti untuk menampung ular setelah berhasil ditangkap. "Kami segera menurunkan tim setelah menerima laporan dari warga. Keamanan warga menjadi prioritas utama kami," jelas Kepala Damkar Bogor, Ahmad Yani.

Tim Damker yang tiba di lokasi langsung melakukan pengecekan menyeluruh di sekitar area ditemukannya ular. Mereka juga meminta kerjasama warga untuk memberikan informasi jika ada gerakan atau keberadaan ular di tempat lain. "Kami meminta warga tetap tenang dan tidak mencoba menangkap ular sendiri. Ular piton meskipun tidak berbisa, namun dapat berbahaya karena ukurannya yang besar dan daya gigitannya yang kuat," tambah Ahmad Yani.

Proses Pencarian dan Penangkapan Ular

Proses pencarian ular piton tidak mudah, menging habitat ular yang biasanya menyembunyikan diri di tempat tersembunyi. Tim Damker harus hati-hati saat memeriksa setiap sudut rumah, terutama di area terbuka seperti halaman belakang, ruang terbawah rumah, serta sekitar sumur dan selokan. "Kami harus teliti karena ular bisa bersembunyi di mana saja. Biasanya mereka menyukai tempat yang lembab dan gelap," jelas salah seorang anggota tim Damkar.

Setelah sekitar dua jam pencarian, akhirnya tim Damker berhasil menemukan ular piton di bawah sebuah gudang kecil di halaman belakang rumah salah seorang warga. Ular yang sedang tidur di balik barang-barang kuno itu segera ditangkap dengan hati-hati oleh tim Damkar menggunakan alat khusus. Proses penangkapan ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit mengingat ukuran ular yang cukup besar dan reaksinya yang masih bisa dianggap mengancam.

Ular Piton Akan Diserahkan ke Pihak Berwenang

Setelah berhasil ditangkap, ular piton tersebut langsung dimasukkan ke dalam peti khusus dan akan diserahkan kepada pihak berwenang terkait. "Kami akan menyerahkan ular ini kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk ditangani lebih lanjut. Biasanya ular seperti ini bisa dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya yang aman," jelas Ahmad Yani.

Warga setempat seolah lega setelah ular piton berhasil ditangkap. Banyak di antara mereka yang mengaku masih trauma namun bersyukur karena tidak ada korban jiwa atau cedera akibat kejadian ini. Pihak Damker juga memberikan imbauan kepada warga untuk selalu waspada dan melaporkan segera jika menemukan reptil berbahaya di sekitar permukiman.

Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat Bogor untuk lebih waspada terhadap keberadaan satwa liar yang masuk ke area permukiman, terutama di wilayah yang dekat dengan hutan atau area terbuka. Selain itu, penting bagi warga untuk tidak mencoba menangani sendiri satwa berbahaya namun segera melaporkan kepada pihak berwenang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter