19, 2026
Politik

Menko Airlangga Dampingi Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-18 BRICS

Putri Gunawan
Putri Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Menko Airlangga Dampingi Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-18 BRICS

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di Moskwa, Rusia. KTT yang berlangsung pada 22-24 Oktober 2024 ini membahas berbagai isu global ekonomi dan politik yang menjadi prioritas bagi kelima negara anggota BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Delegasi Indonesia Hadir dengan Agenda Komprehensif

Delegasi Indonesia tiba di Moskwa pada hari pertama KTT dengan agenda padat. Presiden Prabowo didampingi oleh Menko Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. Kehadiran Indonesia dalam KTT BRICS kali ini menandakan komitmen aktif Indonesia dalam membentuk arah kebijakan global, khususnya dalam isu-isu ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Menko Airlangga dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia hadir dengan persiapan matang dan visi yang jelas. "Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT BRICS ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam membangun tatanan ekonomi global yang lebih inklusif dan adil," ujar Menko Airlangga sebelum KTT dimulai.

Fokus Pembahasan Utama: Ekonomi Global dan Transformasi Digital

KTT BRICS ke-18 membahas beberapa isu prioritas, di antaranya reformasi tatanan ekonomi global, pengembangan sistem pembayaran alternatif, dan kolaborasi dalam bidang teknologi dan transformasi digital. Presiden Prabowo dalam pidatonya menyoroti pentingnya peran negara-negara berkembang dalam membentuk kebijakan ekonomi global yang lebih representatif.

"Ekonomi global saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakstabilan pasca pandemi hingga konflik geopolitik yang berdampak pada rantai pasokan global. BRICS sebagai blok ekonomi dengan total GDP yang signifikan memiliki peranan krusial dalam menciptakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutur Presiden Prabowo dalam sidang pleno KTT.

Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Selama KTT, Indonesia berhasil memfasilitasi beberapa kesepakatan kerja sama ekonomi bilateral dan multilateral. Salah satu hasil yang dicapai adalah penandatanganan nota kesepahaman dalam bidai investasi infrastruktur antara Indonesia dan Rusia. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia dan membuka peluang bagi investasi dari negara-negara BRICS.

Menko Airlangga juga mengadakan sejumlah pertemuan bilateral dengan para menteri ekonomi dari negara anggota BRICS lainnya. Dalam pertemuan tersebut, dibahas potensi kerja sama dalam bidang perdagangan, investasi, dan teknologi. "Kita melihat potensi besar untuk meningkatkan volume perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara BRICS. Saat ini, nilai perdagangan kita masih jauh di bawah potensi yang ada," jelas Menko Airlangga.

Peran Indonesia dalam BRICS Plus

Indonesia yang merupakan anggota BRICS Plus juga memainkan peran aktif dalam memperluas kerja sama dengan negara-negara lain yang bergabung dalam kerangka BRICS Plus. Dalam KTT kali ini, Indonesia berhasil memfasilitasi dialog antara negara-negara BRICS dengan beberapa negara anggota BRICS Plus dari Asia Tenggara dan Afrika.

"Kita tidak hanya berfokus pada kelima negara anggota inti, tetapi juga memperluas kolaborasi dengan negara-negara lain yang memiliki visi serupa dalam membangun tatanan global yang lebih adil," tambah Menko Airlangga.

Tantangan dan Peluang bagi Indonesia

Kehadiran Indonesia dalam KTT BRICS membawa tantangan dan peluang tersendiri. Di satu sisi, Indonesia perlu menjaga kemandirian ekonomi sambil membangun hubungan yang lebih erat dengan negara-negara BRICS. Di sisi lain, kerja sama dengan blok ekonomi ini dapat membuka peluang akses pasar, investasi, dan teknologi yang sangat dibutuhkan Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif dalam membangun hubungan internasional. "Kita tidak akan memihak pada blok mana pun, tetapi akan bermitra dengan siapa pun yang dapat memberikan keuntungan bagi rakyat Indonesia dan stabilitas global," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Gunawan

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter