17, 2026
Nasional

Pacu Pencarian Virgo Tranport 8, Kemenhub Kerahkan KN Kunyit dan Terbitkan Notice to Mariners

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/16/6aaa3d14cff05-kapal-negara-kenavigasian-kn-kunyit_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pacu Pencarian Virgo Tranport 8, Kemenhub Kerahkan KN Kunyit dan Terbitkan Notice to Mariners

Departemen Perhubungan (Kemenhub) terus mempercepat upaya pencarian kapal Virgo Transport 8 yang dilaporkan tenggelam di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Sebagai bagian dari langkah-langkah penanganan, Kemenhub telah mengerahkan Kapal Negara (KN) Kunyit untuk bergabung dalam operasi pencarian. Selain itu, pihak juga telah menerbitkan Notice to Mariners (NtM) untuk memberikan informasi kepada para pelaut mengenai insiden tersebut.

Kapal Virgo Transport 8, yang membawa 25 awak kapal, dilaporkan hilang kontak pada Minggu (17/9/2023) lalu. Kapal jenis bulk carrier ini sedang dalam perjalanan dari Malaysia menuju Singapura sebelum akhirnya menghilang di perairan Natuna. Informasi aw menyebutkan bahwa kapal tersebut mengalami masalah navigasi sebelum kontak terakhirnya terputus.

Operasi Pencarian Diperluas

Untuk mempercepat proses pencarian, Kemenhub telah memperluas area operasi dengan mengerahkan berbagai aset. KN Kunyit, yang merupakan kapal patroli milik pemerintah, telah dikerahkan untuk bergabung dalam operasi pencarian. Kapal ini dipilih karena memiliki kemampuan navigasi yang baik dan dilengkapi dengan peralatan pendeteksi canggih yang dapat membantu menemukan jejak kapal yang tenggelam.

"KN Kunyit telah bergabung dalam operasi pencarian sejak Senin (18/9/2023) lalu. Kapal ini akan melakukan pemindaian di area yang menjadi titik terakhir kali Virgo Transport 8 terdeteksi," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Victor Hasiholan Sinaga dalam keterangannya, Senin (18/9/2023).

Selain KN Kunyit, Kemenhub juga telah mengerahkan kapal patroli lainnya serta bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut dan Basarnas untuk melakukan pencarian menyeluruh. Area pencarian diperluas hingga radius 50 mil laut dari titik terakhir kali kapal terlihat.

Notice to Mariners Diterbitkan

Sebagai langkah preventif dan untuk memberikan informasi kepada para pelaut, Kemenhub telah menerbitkan Notice to Mariners (NtM). Dokumen ini berisi informasi mengenai hilangnya Virgo Transport 8 serta area yang dianggap berpotensi berbahaya bagi navigasi.

"NtM diterbitkan untuk memberikan peringatan kepada para nakhoda kapal agar berhati-hati saat melintasi area tersebut. Kita juga meminta agar para pelaut segera melaporkan jika menemukan hal mencurigatan di laut," jelas Victor.

NtM merupakan bentuk komunikasi resmi yang diterbitkan oleh pihak berwenang untuk memberikan informasi penting mengenai perubahan kondisi navigasi, bahaya potensial, atau insiden maritim lainnya kepada para pelaut. Dokumen ini biasanya didistribusikan ke pelabuhan, staf kapal, dan pusat informasi navigasi.

Status Penyelamatan dan Evakuasi

Saat ini, operasi pencarian masih berlangsung secara intensif. Tim SAR yang terdiri dari personel TNI AL, Basarnas, dan petugas Kemenhub terus melakukan pemindaian di area pencarian. Meski begitu, hingga Senin sore, belum ada penemuan mengenai kapal atau awaknya.

Virgo Transport 8 sendiri merupakan kapal benderi Panama dengan panjang 225 meter dan berat mati 56.596 DWT. Kapal ini membawa muatan batubara dan dilaporkan dalam kondisi baik sebelum hilang kontak. Semua 25 awak kapal terdiri dari warga negara Indonesia dan Myanmar.

Kemenhub juga telah membentuk tim investigasi khusus untuk menyelidiki penyebab tenggelamnya kapal. Tim akan mengumpulkan data dari pihak terkait termasuk laporan navigasi, kondisi cuaca di lokasi, dan informasi dari awak kapal yang selamat jika ada.

Upaya Koordinasi Antar Instansi

Untuk memastikan operasi pencarian berjalan efektif, Kemenhub telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait. Selain TNI AL dan Basarnas, pihak juga bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca di area pencarian.

Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia dan Singapura telah diberitahu mengenai insiden ini. KBRI akan memantau perkembangan dan memberikan bantukan jika diperlukan, terutama bagi awak kapal yang merupakan warga negara asing.

Kemenhub juga membuka komunikasi dengan pihak asuransi dan pemilik kapal untuk membahas proses klaim dan penanganan lebih lanjut terkait insiden ini. Pemilik kapal telah menyatakan akan memberikan dukungan penuh untuk operasi pencarian.

Pesan Keselamatan Navigasi

Melalui insiden ini, Kemenhub kembali menekankan pentingnya keselamatan navigasi bagi semua pihak. Para pelaut diminta untuk selalu waspada dan mematuhi prosedur operasional standar dalam setiap pelayaran.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter