17, 2026
Olahraga

Milan Belum Sesuai Harapan Amorim

AC Milan kalah 0-2 dari Benfica di laga pertama fase grup Liga Europa. Penampilan Rossoneri menyulitkan diri sendiri.]]>

Putri Anggraini
Putri Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Milan Belum Sesuai Harapan Amorim

Milan Belum Sesuai Harapan Amorim

AC Milan masih dalam proses transformasi di bawah asuhan pelatih baru Ruben Amorim. Sejak kedatangannya di San Siro, pelatih asal Portugal tersebut telah menunjukkan filosofi bermain yang jelas, namun hasil yang ditampilkan tim belum sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi yang ditancapkan baik oleh manajemen maunpun suporter.

Amorim yang dikenal dengan gaya berbasis pressing intens dan serangan balik cepat itu telah mencoba menerapkan sistem yang berbeda dibandingkan para pendahulunya. Ia menginginkan AC Milan sebagai tim yang dominan dalam menguasai bola, namun tetap siap untuk mengancam saat kehilangan kepemilikan. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tim kesulitan menemukan keseimbangan antara kedua aspek tersebut.

Transformasi Taktis yang Berlangsung

Sejak menangani sesi latihan pertama, Amorim telah menunjukkan perubahan signifikan dalam formasi dan pola permainan AC Milan. Ia cenderung lebih memilih formasi 4-3-3 yang fleksibel, dengan tiga gelandang yang berperan penting dalam mengontrol ritme permainan. Sandro Tonali, yang sebelumnya menjadi tulang punggung lini tengah, kini berbagi tanggung jawab dengan Fikayo Tomori dan pemain baru yang didatangkan.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah peran Olivier Giroud. Di bawah asuhan Stefano Pioli, Giroud sering menjadi pilihan utama sebagai penyerang tunggal. Namun, Amorim lebih cenderung menggunakan duo penyerang dengan Rafael Leao atau Charles De Ketelaere sebagai mitra Giroud. Tujuannya adalah untuk menciptakan lebih banyak variasi serangan dan tekanan pada pertahanan lawan.

Performa tim dalam beberapa pertandingan pra-musim menunjukkan adanya kemajuan, namun masih ada banyak yang perlu diperbaiki. Tim sering kesulitan mempertahankan konsistensi performa selama 90 menit, terutama saat menghadapi tekanan dari lawan yang lebih agresif. Amorim mengakui hal ini dan menyatakan bahwa proses adaptasi memerlukan waktu.

Kesulitan dalam Implementasi Sistem Baru

Implementasi sistem baru di AC Milan tidaklah mudah. Banyak pemain yang perlu menyesuaikan diri dengan gaya bermain yang diminta Amorim. Pemain-pemain senior seperti Simon Kjaer dan Franck Kessie yang sudah terbiasa dengan pola permainan sebelumnya kini harus beradaptasi dengan peran yang berbeda.

Salah satu area yang menjadi perhatian khusus adalah lini pertahanan. Di bawah Pioli, AC Milan dikenal dengan soliditas pertahanan yang diatur dengan baik. Namun, di bawah Amorim, lini pertahanan sering terlihat terbuka, terutama saat melakukan pressing tinggi. Hal ini membuat tim rentan menghadapi serangan balik dari lawan.

Amorim sendiri tidak gentar dengan tantangan ini. Ia menegaskan bahwa kesalahan dalam proses belajar adalah hal yang wajar. "Kami sedang membangun fondasi yang kuat, dan ini memerlukan waktu. Saya yakin dengan pemain-pemain yang ada, kami bisa mencapai level yang diinginkan," ujarnya dalam konferensi pers usai salah satu pertandingan pra-musim.

Reaksi dari Pemain dan Manajemen

Beberapa pemain AC Milan telah menyatakan dukungan terhadap visi yang dibawa Amorim. Rafael Leao, salah satu pemain kunci tim, mengungkapkan antusiasmenya terhadap gaya bermain yang lebih dinamis. "Saya senang dengan ide pelatih tentang bermain dengan tekanan tinggi dan serangan balik cepat. Ini sesuai dengan gaya bermain saya," ujar Leao.

Sementara itu, manajemen AC Milan menunjukkan kesabaran dalam proses transformasi ini. Meskipun hasil belum maksimal, mereka percaya bahwa arah yang diambil Amorim adalah benar. "Kami mempelatihhi Ruben karena visinya dan filosofi sepak bola yang ia bawa. Kami percaya bahwa dengan dukungan penuh, ia bisa membawa AC Milan kembali ke puncak," kata Maldini dalam wawancara eksklusif.

Dunia sepak bola Italia sendiri menantikan perkembangan AC Milan di bawah asuhan Amorim. Sebagai pelatih yang sukses di Sporting CP, ia membawa tim asal Portugal tersebut menjadi salah satu tim terbaik di Portugal dan mencapai babak grup Liga Champions. Dengan pengalaman tersebut, banyak pihak yang memprediksi bahwa Amorim bisa menjadi kunci kebangkitan AC Milan.

Tantangan di Depan

AC Milan akan menghadapi berbagai tantangan dalam musim 2023/2024. Selain harus beradaptasi dengan sistem baru, tim juga harus membangun chemistry antar pemain yang masih relatif baru. Beberapa pemain baru seperti Samuel Chukwueze dan Tijjani Reinders perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan persaingan di Serie A.

Amorim juga harus menghadapi tekanan dari suporter yang sudah tidak sabar untuk melihat hasil. AC Milan sebagai salah satu klub terbesar di Eropa memiliki ekspektasi tinggi, dan setiap kekalahan atau performa buruk akan menjadi sorotan. Namun, pelatih 39 tahun ini tampaknya tidak gentar dengan tekanan ini.

Untuk mencapai target yang diinginkan, Amorim membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen klub. Dari pemain hingga manajemen, semua harus bersatu dalam satu visi. Proses transformasi memang tidak akan mudah, namun jika dilaksanakan dengan benar, AC Milan bisa menjadi ancaman serius bagi tim-tim besar lainnya di Serie A dan Eropa.

Saat ini, AC Milan masih dalam tahap pembangunan. Dengan kesabaran dan komitmen dari seluruh pihak, harapan bisa menjadi kenyataan. Bagi Amorim, ini adalah tantangan terbesar dalam kariernya sejauh ini, dan ia siap membuktikan bahwa dirinya adalah pelatih yang tepat untuk AC Milan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter