18, 2026
Nasional

Memori Kali Terakhir Persija Menjamu Persib di SUGBK: Sudah Banyak yang Berubah

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Memori Kali Terakhir Persija Menjamu Persib di SUGBK: Sudah Banyak yang Berubah

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi saksi bisu pertemuan sengit antara Persija Jakarta dan Persib Bandung dalam ajang Liga 1 musim 2021. Pertandingan yang digelar pada 25 September 2021 lalu menjadi momen bersejarah bagi kedua tim, mengingat sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, stadion ini belum pernah diisi oleh penonton hingga kapasitas penuh. Kini, persiapan untuk pertemuan serupa kembali dilakukan, namun banyak aspek yang telah mengalami perubahan signifikan sejak pertemuan terakhir tersebut.

Pertemuan Terakhir di Tengah Pandemi

Pertandingan antara Persija dan Persib pada 2021 lalu berlangsung dalam suasana yang masih dipenuhi ketatnya protokol kesehatan akibat pandemi COVID-19. Pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 untuk Persija melalui gol dari Marko Simić dan gol bunuh diri dari Adam Alis, disaksikan oleh sejumlah penonton terbatas yang telah melalui serangkaian tes kesehatan sebelum diperbolehkan masuk ke stadion.

Keamanan menjadi prioritas utama saat itu. Ratusan personel gabungan dari TNI/Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan petugas medis diterjunkan untuk memastikan semua protokol kesehatan terpenuhi. Penonton juga diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan dengan hand sanitizer, serta menjaga jarak fisik selama berada di dalam stadion.

Perubahan Struktur Kepemilikan dan Manajemen

Sejak pertemuan terakhir, Persija Jakarta mengalami perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan dan manajemen. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang sebelumnya menjadi pemegang saham mayoritas, telah melepas seluruh sahamnya kepada PT Persija Jakarta Jaya. Perubahan kepemilikan ini membawa visi baru bagi Macan Kemayoran dengan penekanan pada pengembangan infrastruktur dan akademi pemain muda.

Sementara itu, Persib Bandung juga mengalami transformasi manajemen dengan dilantiknya Umuh Muchtar sebagai ketua umum baru. Di bawah kepemimpinannya, Persib fokus pada restrukturisikan klub secara menyeluruh, mulai dari tim profesional hingga akademi. Perubahan ini diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Maung Bandung seperti pada era 2014 silam.

Perkembangan Infrastruktur SUGBK

Sebagai venue utama untuk pertemangan Persija kontra Persib, SUGBK juga mengalami sejumlah pembenahan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan renovasi sejumlah fasilitas di stadion ini, termasuk ruang ganti pemain, ruang media, area VIP, serta sistem pencahayaan dan sound system. Pemasangan kursi baru di tribun utama dan timur juga dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan penonton.

Selain itu, SUGBK kini dilengkapi dengan teknologi canggih seperti sistem pemanas lapangan dan sistem irigasi otomatis yang dapat menyesuaikan kondisi lapangan berdasarkan cuaca. Pemasangan CCTV di seluruh sudut stadion juga ditingkatkan untuk memastikan keamanan dan pengawasan yang lebih baik.

Transformasi Tim di Dua Musim Terakhir

Sejak pertemuan terakhir, kedua tim telah mengalami evolusi dalam hal skuad dan gaya bermain. Persija Jakarta yang sebelumnya bergantung pada pemain asing seperti Marko Simić dan Fabiano Beltrame, kini semakin mengandalkan jasa pemain lokal yang berkembang pesat seperti Ricky Kurniawan dan Osas Saha. Gaya bermain Persija juga cenderung lebih menekankan serangan cepat dan passing singkat di bawah asuhan pelatih baru, Stevan Hošić.

Sementara itu, Persib Bandung mengalami peningkatan performa yang signifikan di bawah asuhan pelatih Robert Alberts. Tim yang sebelumnya sering mengalami kesulitan di laga tandang, kini menjadi salah satu tim yang sulit dikalahkan di kandang maupun tandang. Persib juga sukses merekrut beberapa pemain berkualitas seperti Bojan Malisic dan Achmad Jufriyanto yang memberi dampak positif pada performa tim.

Persiapan untuk Pertemuan Mendatang

Dengan banyaknya perubahan yang telah terjadi, persiapan untuk pertemuan antara Persija dan Persib di SUGBK mendatang menjadi lebih kompleks. Aspek keamanan, kenyamanan penonton, dan performa tim menjadi faktor utama yang harus diperhatikan oleh kedua pihak. Pertandingan yang sering disebut sebagai "Derby Jawa Barat" ini selalu menjadi ajang untuk mempertaruhkan kebanggaan dan eksistensi tim.

Pihak pengelola SUGBK telah menyatakan siap menyelenggarakan pertandingan dengan standar internasional. Protokol keamanan diperketat dengan melibatkan lebih banyak personel keamanan, termasuk pemasangan detektor logam di setiap pintu masuk. Sementara itu, kedua tim juga sedang mempersiapkan strategi terbaik untuk memastikan dapat memberikan pertandingan yang seru dan memuaskan bagi para penonton yang telah menantikan pertemuan ini.

Meskipun banyak yang telah berubah, satu hal tetap konsisten: rivalitas antara Persija dan Persib tetap menjadi salah satu derbi paling panas di sepak bola Indonesia. Pertemuan di SUGBK nanti bukan hanya sekadar pertandingan, melainkan pertarungan antara dua kebanggaan yang tidak akan pernah pudar seiring berjalannya waktu.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter