Wanita di Sukabumi Terseret Kereta Saat Mengambil Air
Insiden tragis menimpa seorang wanita di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, yang terseret kereta api saat sedang mengambil air dari sumber mata dekat rel kereta. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/3) ini mengakibatkan korban tewas seketika setelah terjun ke jurang yang berada di sisi rel kereta.
Korban yang diketahui bernama Siti Aminah (45) warga Desa Cipicung, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, sedang mengambil air dari sumber mata yang berada di dekat rel kereta jurusan Sukabumi-Cianjur. Sumber mata tersebut menjadi tempat warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Kronologi Insiden
Menurut keterangan saksi mata, Siti Aminah sedang berdiri di sisi rel kereta saat kereta api jurusan Sukabumi-Cianjur melintas dengan kecepatan tinggi. Korban yang sedang mengisi ember dengan air tidak menyadari bahwa kereta akan melintas dari arah belakang.
"Korban sedang mengambil air dari sumber mata yang berada sekitar 5 meter dari rel. Tidak diketahui mengapa korban tidak mendengar datangnya kereta, mungkin karena suara air yang mengalir atau kereta melintas dengan kecepatan tinggi," ujar Kepala Polsek Cikembar, AKP Budi Santoso kepada wartawan.
Saksi mata yang berada di dekat lokasi kejadian, Ahmad (50) mengatakan bahwa kereta api melintas dengan kecepatan tinggi dan suara klakson yang terdengar terlambat. "Saya melihat korban sedang berdiri di sisi rel. Tiba-tiba kereta datang dengan cepat dan korban tampak terkejut. Sayangnya, korban terseret roda kereta dan terjun ke jurang di sisi rel," paparnya.
Upaya Pencarian dan Evakuasi
Setelah peristiwa itu, warga sekitar langsung melakukan pencarian korban yang diduga terjun ke jurang setelah terseret kereta. Namun, karena medan yang sulit dan lokasi yang terpencil, evakuasi baru bisa dilakukan setelah tim SAR tiba di lokasi.
Komentar Pihak Terkait
Respon dari Keluarga
Keluarga korban yang ditemui di kediamannya masih belum bisa menerima kepergian Siti Aminah. "Ibu biasa mengambil air dari sana setiap pagi. Tidak pernah terpikirkan akan ada kecelakaan seperti ini. Kami minta agar PT KAI memeriksa kecepatan kereta di lokasi itu," ucap anak korban, Rina (22).
Komentar (0)