29, 2026
Nasional

Lewat Program Ini, BRI Dorong Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

BRI berkomitmen memberdayakan UMKM melalui program Klasterku Hidupku di Sorong. Nursia, pelaku usaha ikan kering, berbagi pengalaman suksesnya.]]>

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Lewat Program Ini, BRI Dorong Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Lewat Program Ini, BRI Dorong Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Mandiri UMKM terus berupaya meningkatkan kualitas dan kapasitas pengusaha ikan kering di Sorong, Papua Barat. Program ini bertujuan untuk memberdayakan para pelaku usaha kecil dan menengah di sektor perikanan agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Koordinator BRI Sorong, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sejak tahun lalu dan telah melibatkan puluhan pengusaha ikan kering di wilayah tersebut. Menurutnya, potensi perikanan di Sorong sangat besar namun belum maksimal dimanfaatkan karena beberapa kendala yang dihadapi para pelaku usaha.

Kendala yang Dihadapi Pengusaha Ikan Kering

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan BRI, para pengusaha ikan kering di Sorong menghadapi beberapa kendala utama. Pertama, keterbatasan modal yang menyebabkan produksi tidak stabil. Kedua, kurangnya akses terhadap teknologi pengolahan yang modern sehingga kualitas produk belum merata. Ketiga, kesulitan dalam memasarkan produk ke luar daerah karena keterbatasan jaringan distribusi.

"Kami melihat bahwa para pengusaha ikan kering ini memiliki potensi besar, namun mereka membutuhkan bantuan untuk bisa naik kelas. Mereka butuh tidak hanya modal, tapi juga pengetahuan mengenai pengolahan yang lebih baik, manajemen usaha, dan akses pasar yang lebih luas," ujar Ahmad Fauzi saat diwawancarai.

Program BRI Mandiri UMKM Solusi bagi Pengusaha

Program BRI Mandiri UMKM menawarkan berbagai fasilitas yang dirancang khusus untuk mengatasi kendala yang dihadapi para pengusaha ikan kering. Program ini memberikan akses permodalan dengan suku bunga yang kompetitif, pelatihan pengolahan ikan kering berkualitas, serta bimbingan dalam pengembangan bisnis.

Salah satu peserta program, Maria Rumbewas, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Sebelum mengikuti program, usaha pengolahan ikan keringnya hanya berjalan skala kecil dan kualitas produk tidak konsisten.

"Setelah mengikuti pelatihan dari BRI, saya belajar cara mengolah ikan kering yang higienis dan memiliki kualitas export. Saya juga mendapat bimbingan cara mengemas produk agar tahan lama dan menarik. Sekarang usaha saya sudah naik kelas, produk saya sudah masuk ke beberapa pasar di luar Papua," ujar Maria dengan bangga.

Peningkatan Kualitas dan Standar Produk

Salah satu fokus utama program ini adalah peningkatan kualitas dan standar produk ikan kering. BRI bekerja sama dengan ahli teknologi pangan untuk memberikan pelatihan kepada para pengusaha mengenai standar sanitasi dan mutu yang diakui di tingkat nasional maupun internasional.

"Kami mengajarkan mereka cara pengolihan ikan kering dengan standar HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) dan Good Manufacturing Practice (GMP). Juga cara pengendalian mutu agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang konsisten," jelas salah satu fasilitator program.

Selain itu, program ini juga membantu para pengusaha dalam mendapatkan sertifikasi yang diperlukan untuk memasuki pasar ekspor seperti halal dan BPOM. Dengan sertifikasi ini, diharapkan produk ikan kering dari Sorong dapat bersaing di pasar global.

Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal

Pelaksanaan program BRI Mandiri UMKM untuk pengusaha ikan kering di Sorong telah memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Produksi ikan kering di wilayah ini meningkat secara signifikan, mencapai sekitar 30% sejak program dimulai.

"Dengan produksi yang meningkat, para pengusaha dapat meningkatkan omzetnya. Rata-rata omzet mereka naik antara 40-50% setelah mengikuti program ini. Ini tentu sangat membantu kesejahteraan keluarga dan juga mengurangi angka kemiskinan di daerah ini," kata Ahmad Fauzi.

Selain itu, program ini juga menciptakan lapangan kerja baru. Banyak masyarakat di Sorong yang sebelumnya hanya sebagai nelayar kini dapat terlibat dalam proses pengolahan dan distribusi ikan kering.

Rencana Perluasan Program

Berdasarkan kesuksesan program di Sorong, BRI berencana untuk memperluas program serupa ke daerah lain di Indonesia yang memiliki potensi perikanan serupa. BRI akan menyesuaikan program dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.

"Kami akan terus berupaya untuk memberdayakan UMKM di sektor perikanan karena sektor ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Kami berharap dengan program ini, produk perikanan Indonesia dapat dikenal di pasar internasional dengan kualitas yang terjamin," tutup Ahmad Fauzi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter