19, 2026
Nasional

Kronologi Operasi SAR Speed Boat Hilang Dekat Krakatau, Hasil: Nihil

BASARNAS mencari speed boat hilang yang membawa jurnalis meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pencarian masih nihil, masyarakat diminta membantu.]]>

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Kronologi Operasi SAR Speed Boat Hilang Dekat Krakatau, Hasil: Nihil

Kronologi Operasi SAR Speed Boat Hilang di Perairan Krakatau Berakhir Hasil Nihil

Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk mencaplok speed boat yang hilang di perairan Selat Sunda dekat kawasan Gunung Anak Krakatau pada Rabu (15/11) berakhir dengan hasil nihil. Kapal KM. Sunda Strait 2 yang tenggelam dengan 11 penumpang di dalamnya tidak ditemukan oleh tim SAR meski telah dilakukan pencarian intensif selama empat hari.

Kronologi Lengkap Kehilangan Kapal

Insiden bermula pada Sabtu (11/11) sekitar pukul 09.30 WIB, saat KM. Sunda Strait 2 dengan tujuan Kalianda, Lampung, melapor hilang kontak di perairan dekat Gunung Anak Krakatau. Kapal ini membawa 11 penumpang, terdiri dari 10 anak-anak dan 1 orang dewasa, beserta 3 awak kapal.

Kapal jenis speed boat ini berlayar dari Pelabuhan Kalianda menuju Pulau Sebesi dengan rencana transit di Pulau Rakata. Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, kapal dilaporkan tenggelam di koordinat 05°58'18" LS dan 105°19'48" BT, sekitar 3 mil dari pantai Kalianda.

Menurut keterangan saksi mata, cuaca di perairan tersebut diketahui buruk sebelum insiden terjadi. Angin kencang dan gelombang setinggi 3-4 meter membuat kondisi navigasi menjadi sulit. Beberapa penumpang sempat menghubungi keluarga melalui telepon seluler sebelum kapal tenggelam.

Respons Cepat Tim SAR

Setelah menerima laporan hilang kontak, Basarnas Pangandaran segera mengaktifkan tim SAR dan meluncurkan operasi pencarian. Pencarian pertama dilakukan pada Sabtu (11/11) sore dengan menggunakan satu unit kapal patroli Basarnas dan dua unit speed boat dari nelayan setempat.

Pada Minggu (12/11), jangkauan operasi diperluas dengan menambahkan satu unit kapal KRI dengan fasilitas sonar. Tim SAR juga menggandeng TNI AL dan Polri untuk mempercepat proses pencarian di area yang luas dan berbahaya.

"Kondisi cuaca yang masih tidak memungkinkan untuk operasi pencarian menjadi kendala utama," jelas Kepala Basarnas Pangandaran, Ahmad Yani, dalam konferensi pers pada Selasa (14/11). "Namun kami tetap berusaha maksimal untuk menemukan kapal dan para penumpangnya."

Tantangan dalam Operasi Pencarian

Operasi SAR ini menghadapi berbagai tantangan. Pertama, kondisi cuaca yang ekstrem dengan gelombang tinggi dan arus laut yang kuat membuat area pencarian berbahaya. Kedua, kedalaman perairan di lokasi insiden mencapai 80-100 meter, yang mempersulit proses identifikasi bangkai kapal.

Tim SAR juga harus berhati-hati menghadapi potensi erupsi Gunung Anak Krakatau yang aktif. Letusan kecil terjadi beberapa kali selama operasi pencarian, sehingga tim harus sering mengubah rute pencarian demi keselamatan.

"Kami sudah melakukan scanning dengan sonar di area yang diperkirakan kapal tenggelam, namun tidak ada hasil yang signifikan," ujar salah satu anggota tim SAR. "Kemungkinan besar kapal tenggelam dan hancur di dasar laut akibat tekanan air yang sangat besar."

Hasil Akhir dan Tindakan Lanjutan

Setelah empat hari pencarian intensif, operasi SAR akhirnya resmi ditutup pada Rabu (15/11) sore. Keputusan ini diambil setelah tim SAR menilai bahwa peluang menemukan korban masih hidup sudah sangat tipis mengingat kondisi cuaca dan suhu air laut yang dingin.

Para keluarga korban yang menunggu di pelabuhan Kalianda menunjukkan reaksi beragam. Sebagian besar menangis tersedak saat mendengar operasi berakhir, namun ada juga yang meminta agar pencarian dilanjutkan.

Pihak berwenang belum memberikan kepastian apakah akan ada tindakan hukum terkait insiden ini. Namun, pemerintakan daerah setempat berencana memberikan bantuan kepada keluarga korban yang terdampak.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter