17, 2026
Nasional

Kronologi MT Mauhau Evakuasi Korban Kapal Virgo Transport 8

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kronologi MT Mauhau Evakuasi Korban Kapal Virgo Transport 8

Proses evakuasi 25 awak kapal Virgo Transport 8 oleh MT Mauhau pada Rabu (15/3) berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Kapal penangkap ikan tersebut harus melawan gelombang setinggi 4-5 meter dan angin kencang untuk mencapai lokasi kejadian di perairan Selat Sunda. Berikut adalah kronologi lengkap evakuasi yang dilakukan oleh MT Mauhau:

Awal Mula Kebakaran di Kapal Virgo Transport 8

Kebakaran bermula pada Selasa (14/3) pukul 22.00 WIB saat kapal Virgo Transport 8 sedang berlayar dari Jakarta menuju Pontianak. Api pertama kali muncul di ruang mesin kapal dan dengan cepat menjalar ke bagian atas karena adanya minyak diesel yang tumpah. Awak kapal yang berjumlah 25 orang mencoba memadamkan api menggunakan sistem pemadam kebakaran yang ada di kapal, namun upaya tersebut gagal mengendalikan api yang semakin membesar.

Kapal yang membawa muatan kertas dan barang-barang kebutuhan sehari-hari ini mulai miring berat akibat kebakaran. Dalam kondisi darurat, kapten kapal memutuskan untuk mengirimkan sinyal darurat (mayday) kepada pusat koordinasi search and rescue (SAR) Basarnas. Sinyal tersebut diterima oleh Basarnas Jakarta pada pukul 23.30 WIB.

Respons Cepat Basarnas

Setelah menerima laporan darurat, Basarnas langsung mengaktifkan tim SAR dan menghubungi beberapa kapal yang sedang berlayar di dekat lokasi kejadian. MT Mauhau, yang sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan di sekitar perairan Selat Sunda, menjadi salah satu kapal yang merespons panggilan darurat tersebut.

MT Mauhau, yang dipimpin oleh Kapten Surya, langsung berbalik arah dan menuju lokasi kejadian. Kapten Surya melaporkan bahwa kondisi cuaca di lokasi sangat buruk dengan gelombang setinggi 4-5 meter dan angin kencach yang mencapai 40 knot. Namun, ia tetap memutuskan untuk melanjutkan misi evakuasi demi menyelamatkan nyawa awak kapal Virgo Transport 8.

Proses Evakuasi yang Berat

Pada pukul 02.00 WIB dini hari Rabu (15/3), MT Mauhau tiba di lokasi kejadian. Namun, proses evakuasi tidak bisa langsung dilakukan karena kondisi cuaca yang buruk. Api di kapal Virgo Transport 8 masih menyala dan kondisi kapal semakin miring.

Tim evakuasi dari MT Mauhau yang terdiri dari 10 orang awak kapal berpengalaman harus berjuang keras untuk mendekati kapal yang terbakar. Mereka menggunakan perahu karet kecil untuk melakukan pendekatan secara bertahap. Setelah tiga kali gagal mendekati akibat gelombang yang besar, pada upaya keempat mereka berhasil menyampaikan tali penar ke kapal Virgo Transport 8.

Proses evakuasi dimulai dengan membawa awak kapal satu per satu menggunakan perahu karet. Para korban yang dalam kondisi panik dan beberapa di antaranya mengalami luka ringan akibat kebakaran harus dibawa dengan hati-hati. Proses ini berlangsung sangat lambat karena kondisi cuaca yang tidak menentu dan gelombang yang tinggi.

Seluruh Korban Berhasil Dievakuasi

Setelah berjam-jam berjuang, pada pukul 06.30 WIB, seluruh 25 awak kapal Virgo Transport 8 berhasil dievakuasi ke MT Mauhau. Para korban langsung mendapatkan pertolongan pertama dari tim kesehatan yang ada di kapal.

Ketika dievakuasi, kondisi kapal Virgo Transport 8 sudah hampir tenggelam dan api masih menyala di bagian atas. Kapal yang berasal dari Singapura ini akhirnya tenggelam sepenuhnya pada pukul 08.00 WIB.

Tindak Lanjut Evakuasi

Setelah berhasil menyelamatkan seluruh awak kapal, MT Mauhau langsung menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Kapal tiba di pelabuhan pada pukul 14.00 WIB dan para korban langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diperiksa lebih lanjut.

Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo, mengapresiasi keberanian dan profesionalisme awak kapal MT Mauhau dalam melakukan evakuasi di tengah kondisi cuaca yang buruk. "Tanpa keberanian mereka, mungkin korban akan mengalami nasial yang lebih tragis," ujarnya.

Sementara itu, penyebab kebakaran di kapal Virgo Transport 8 masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang. Pihak perusahaan pemilik kapal juga akan menyelidiki kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter