18, 2026
Nasional

KM Virgo Miring Sebelum Hilang Kontak di Laut Jawa

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kapal Virgo Miring Sebelum Hilang Kontak di Laut Jawa

Kapal motor (KM) Virgo yang membawa 11 awak dan 20 penumpang diketahui telah miring sebelum akhirnya hilang kontak di perairan Laut Jawa. Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber termasuk keterangan dari keluarga korban dan para penyelamat yang terlibat dalam operasi pencarian.

KM Virgo merupakan kapal penumpang jenis feri yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kapal ini dijadwalkan berlayar pada Senin (15/5) dini hari namun menghilang kontak pada pukul 09.30 WIB. Sebelum hilang kontak, beberapa saksi mata melaporkan bahwa kapal terlihat miring dengan sudut yang cukup tajam.

Kronologi Kehilangan Kapal

Berdasarkan keterangan Kepala Basarnas Semarang, Hario Setiadi, KM Virgo menghilang kontak saat berada di perairan sekitar 70 mil dari pantai Jawa. Kapal terakhir kali melapor kepada Posko Pelayanan Navigasi (PPN) Tanjung Emas pada pukul 09.30 WIB sebelum komunikasi terputus secara tiba-tiba.

Menurut laporan keluarga penumpang, sebelum komunikasi terputus, beberapa penumpang sempat mengirim pesan singkat yang menyatakan bahwa kapal sedang terombang-ambing dan condong ke sisi kiri. "Kami merasa kapal sedang miring dan ada air yang masuk ke dalam kapal," demikian bunyi salah satu pesan yang diterima keluarga.

Kapal Virgo sendiri memiliki panjang sekitar 45 meter dengan lebar 8 meter dan dapat membawa muatan hingga 50 penumpang. Kapal ini merupakan milik PT. Samudra Nusantara Feri dan sudah beroperasi selama lebih dari 10 tahun.

Upaya Pencarian dan Evakuasi

Sejak diketahui hilang kontak, Basarnas langsung mengaktifkan tim SAR dan mengirimkan kapal patroli ke lokasi kejadian. Hingga Rabu (17/5), tim SAR masih terus melakukan pencarian di area yang diperkirakan menjadi titik terakhir kali kapal terlihat.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa cuaca di wilayah Laut Jawa pada saat kejadian relatif baik dengan tinggi gelombang mencapai 1-1,5 meter. Namun, arus laut di wilayah tersebut diketahui cukup kuat dengan kecepatan mencapai 4-5 knot.

Kondisi Korban dan Evakuasi

Dari 31 orang yang ada di atas kapal (11 awak dan 20 penumpang), hingga saat ini baru 7 orang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Para korban yang berhasil diselamatkan ditemukan oleh KM Srikandi II yang sedang berlayar di sekitar lokat pencarian.

Sementara itu, keluarga korban masih menunggu kabar tentang nasib kerabat mereka di Posko Pemantauan yang dibuka oleh pihak berwenang di Pelabuhan Tanjung Emas. Pihak Pelabuhan juga telah menyediakan ruang tunggu dan fasilitas konseling bagi para keluarga korban.

Investigasi Awal

Tim investigasi dari Kementerian Perhubungan telah turun ke lokasi untuk mengumpulkan data dan informasi seputar kecelakaan. Investigasi awal fokus pada kondisi kapal saat kejadian, laporan cuaca, dan kemungkinan penyebab kapal miring.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenan dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang terkait dengan proses pencarian dan evakuasi. Informasi terupdate akan selalu diberikan melalui media resmi dan pemberitahuan dari Basarnas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter