Kisah Pilu Istri Penumpang KM Virgo Transport 8 yang Hilang Kontak, Menunggu Kabar Suami Jelang Anniversary ke-5
Kisah pilu menghantui keluarga penumpang KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak sejak kapal tenggelam di perairan Sulawesi. Salah satu di antaranya adalah istri penumpang yang saat ini tengah menunggu kabar suaminya jelang perayaan anniversary pernikahan kelima mereka.
Kapal motor (KM) Virgo Transport 8 tenggelam pada Sabtu (9/9) di perairan antara Pulau Talaud dan Pulau Sangihe, Sulawesi Utara. Kapal yang membawa 18 awak dan 55 penumpang ini dinyatakan hilang kontak setelah melapor terakhir kali kepada petugas di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara.
Siti Aminah (32), istri dari Supriyanto (35), salah satu penumpang kapal, masih belum bisa menerima kenyataan bahwa suaminya hilang. Menurutnya, Supriyanto bekerja sebagai nelayan di Pulau Talaud dan hendak pulang ke rumah setelah bekerja beberapa waktu di luar pulau.
"Dia sudah tiga bulan bekerja di Pulau Talaud. Rencananya pulang hari Sabtu untuk merayakan anniversary pernikahan kita yang kelima," ujar Siti sambil menangis di kediamannya di Desa Sario, Manado, Minggu (10/9).
Siti mengatakan, sebelum kejadian, suaminya sempat mengirim pesan singkat bahwa akan naik KM Virgo Transport 8 untuk pulang ke rumah. Namun, sejak Sabu malam hingga Minggu siang, ponsel suaminya tidak bisa dihubungi.
"Saya sudah coba hubungi nomor suaminya berkali-kali, tapi tidak ada jawaban. Saya juga sudah kontak keluarga di Pulau Talaud, mereka juga tidak mendapat kabar," kata Siti dengan mata berkaca-kaca.
Kasus hilangnya KM Virgo Transport 8 ini menjadi perhatian serius pihak berwenang. Basarnas telah mengirim tim SAR untuk melakukan pencarian di area kapal diperkirakan tenggelam. Hingga Minggu siang, belum ditemukan korban yang selamat dari kecelakaan laut tersebut.
Proses Pencarian Korban Berlanjut
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan nelayan setempat masih terus melakukan pencarian korban KM Virgo Transport 8. Pencarian difokuskan di area koordinat 3.45 LU dan 125.30 BT, lokasi terakhir kali kapal melapor.
Menurut Yudi, kondisi cuaca di area pencarian relatif baik, sehingga diharapkan proses pencarian dapat berjalan maksimal. Namun, hingga saat ini belum ditemukan jejak kapal atau korban yang selamat.
"Kami masih berharap ada korban yang selamat karena di sekitar lokasi tenggelam masih banyak perairan dangkal dan pulau-pulau kecil yang mungkin bisa dijadikan tempat berlindungan," tambahnya.
Keluhan Terkait Keselamatan Kapal
Kecelakaan ini menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pelayaran di Indonesia. Beberapa sumber mengaku bahwa KM Virgo Transport 8 sering mengangkut penumpang melebihi kapasitas, terutama saat musim mudik atau liburan.
"Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak kapal-kapal kecil yang beroperasi di perairan Indonesia tidak memenuhi standar keselamatan. Kapal sering kelebihan muatan dan perawatannya minim," ujar Agus Salim, seorang aktivis maritim, Minggu (10/9).
Departemen Perhubungan sejauh ini belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi KM Virgo Transport 8 sebelum tenggelam. Namun, pihak berwenang dikabarkan akan menyelidiki secara menyeluruh penyebab kecelakaan ini.
Keluarga korban yang menunggu di pelabuhan Bitung terus berharap ada kabar baik dari para penumpang yang masih dianggap hilang. Mereka meminta agar pihak berwenang terus melakukan pencarian hingga semua korban ditemukan, baik dalam kondisi hidup maupun meninggal dunia.
"Kami masih berdoa dan berharap ada yang selamat. Meski begitu, kami siap menghadapi apa pun yang akan terjadi. Yang penting kita tahu keberadaan mereka," ukan Siti Aminah, sambil menatap foto pernikahannya dengan Supriyanto.
Komentar (0)