Kebakaran TPA Liar Waringinkurung Belum Terkendali, Alat Berat Dikerahkan
KEBAKARAN di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar di Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, belum berhasil dikendalikan hingga hari kedua. Api masih menyala di beberapa titik, sehingga tim pemadam terus berupaya memadamkannya dengan menggunakan alat berat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Eko Priyanto, mengatakan bahwa api mulai menjalar pada Rabu (15/3) siang dan hingga Kamis (16/3) malam belum sepenuhnya padam.
"Kondisi masih kritis karena api masih menyatu dengan timbunan sampah yang cukup tinggi. Kami sudah mengerahkan alat berat untuk menggali dan memisahkan bagian yang terbakar agar api dapat dipadamkan," ujar Eko saat dihubungi, Kamis malam.
Kronologi Kebakaran
Kebakaran bermula dari proses pembakaran sampah oleh warga di lokasi TPA liar tersebut. Api yang awalnya hanya kecil-kecilan tiba-tiba membesar disertai angin kencang sehingga menjalar dengan cepat ke arah timbunan sampah lainnya. Ketinggian timbunan sampah yang mencapai 10 meter membuat sulit bagi tim pemadam untuk menjangkau sumber api.
"Kita mendapat laporan sekitar pukul 14.00 WIB. Tim pemadam langsung diterjunkan dari dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air. Namun karena akses yang sulit dan kondisi sampau yang tinggi, api sulit dipadamkan secara manual," jelas Eko.
Upaya Pemadaman
Upaya pemadaman terus dilakukan dengan cara memisahkan timbunan sampah yang terbakar menggunakan alat berat. Dua unit excavator telah dikerahkan untuk menggali dan memindahkan bagian timbunan yang terkena api. Sementara itu, tim pemadam terus menyemprotkan air dari beberapa arah untuk mencegah api menjalar lebih luas.
"Kita juga meminta bantuan dari pihak terkait untuk menyediakan air tambahan karena kapasitas mobil tangki kami terbatas. Selain itu, kita juga sudah memasang pompa air dari sungai terdekat untuk mendukung proses pemadaman," tambah Eko.
Dampak Lingkungan
Kebakaran di TPA liar ini mengakibatkan asap pekat menyebar ke sekitar lokasi, terutama ke arah pemukiman warga. Warga di sekitar lokasi mengeluhkan kondisi udara yang menjadi tidak sehat dan menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan.
"Asapnya sangat pekat, bahkan sampai ke rumah kami. Anak-anak sudah batuk terus. Kami berharap pemerintah segera menanganinya," ujar salah satu warga setempat, Hasan (45).
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa kebakaran di TPA liar ini berpotensi mencemari udara dan mengganggu kesehatan warga. "Kita sudah mengambil sampel udara di sekitar lokasi untuk diuji kualitasnya. Hasilnya akan kita sampaikan setelah laboratorium mengumumkan," jelas Ahmad.
Kebijakan Pemerintah Daerah
Pemerintah Daerah Kabupaten Serang mengakui bahwa adanya TPA liar di Waringinkurung adalah masalah yang sudah lama ada. Sebelumnya, pihaknya sudah berupaya menghentikan aktivitas di lokasi tersebut, namun masih ada beberapa warga yang melanjutkan aktivitas membuang sampah di sana.
Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, pemerintah daerah berencana membangun TPA yang memenuhi standar operasional. "Kita sedang mengkalkulasi biaya dan mencari lokasi yang tepat untuk TPA baru. Kita berharap dalam waktu dekat bisa direalisasikan," tambah Ratu Tatu.
Prognosa Pemadaman
Tim pemadan memprediksi bahwa api baru dapat benar-benar padam dalam waktu 2-3 hari ke depan, tergantung dari cepat lambatnya proses pemindahan timbunan sampah yang terbakar. "Kita akan terus bekerja keras hapi api benar-benar padam. Selain itu, kita juga akan melakukan monitoring terus-menerus untuk mencegah terjadinya kebakaran kembali," pungkas Eko.
Komentar (0)