30, 2026
Nasional

Glasner Masih Jadi Mimpi Buruk The Reds

Liverpool cuma bermain imbang saat bertemu Nottingham Forest. Ini membuktikan Oliver Glasner masih jadi mimpi buruk The Reds.]]>

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Glasner Masih Jadi Mimpi Buruk The Reds

Glasner Masih Jadi Mimpi Buruk The Reds

Performa Manchester United musim ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola Premier League. Setelah serangkaian hasil buruk, skuad asuhan Erik ten Hag kembali menunjukkan tanda-tanda perbaikan dengan meraih kemenangan penting. Namun, di balik kebangkitan Setan Merah, nama Oliver Glasner masih menjadi mimpi buruk yang tak terlupakan bagi para pendukung klub.

Manajer asal Austria itu sempat menjadi kandidat kuat untuk menggantikan Ole Gunnar Solskjaer pada 2021 lalu. Glasner yang saat itu membawa VfL Wolfsburg mencapai posisi keenam di Bundesliga dan final DFB-Pokal, dinilai memiliki profil yang cocok untuk membangun kembali tim yang sedang dalam masa transisi. Namun, rencana tersebut akhirnya batal dan United memilih Ten Hag yang saat itu masih melatih Ajax Amsterdam.

Keputusan yang Berdampak Jangka Panjang

Keputusan untuk menepis Glasner ternyata memiliki dampak yang cukup signifikan bagi arah perjalanan Manchester United. Sejak datangnya Ten Hag, Setan Merah mengalami fase stabilisasi dengan meraih trofi pertama dalam lima tahun, yaitu Piala Liga Inggris musim 2022/2023. Namun, performa tim masih sering kali tidak konsisten dan sering kali mengecewakan dalam pertandingan-pertandingan besar.

Sementara itu, Glasner terus membuktikan kualitasnya di Eropa. Setelah hengkang dari Wolfsburg, ia pindah ke Eintracht Frankfurt dan berhasil membawa tim tersebut meraih trofi Liga Europa pada 2022. Dengan gaya bermain yang menekankan tekanan tinggi dan serangan balik cepat, Glasner menunjukkan kemampuannya untuk membangun tim yang solid dan efektif.

Analisis Kebijakan Transfer dan Kepelatihan

Banyak analis sepak bola yang berpendapat bahwa kebijakan transfer Manchester United dalam beberapa musim terakhir masih belum tepat sasaran. Banyak pemain bintang yang datang namun kesulitan menyesuaikan diri dengan sistem permainan yang diusung Ten Hag. Sementara itu, tim-tim lain yang dikelola oleh manajer seperti Glasner justru mampu memanfaatkan pemain-pemain yang dianggap kurang ternama untuk mencapai hasil maksimal.

Performa Eintracht Frankfurt di bawah asuhan Glasner menjadi bukti nyata bahwa manajer tersebut memiliki kemampuan untuk memaksimalkan potensi skuad yang ia miliki. Dengan anggaran yang jauh lebih kecil dibandingkan klub-klub besar di Inggris, Glasner berhasil menciptakan identitas tim yang jelas dan konsisten.

Pelajaran dari Musim Ini

Manchester United musim ini menunjukkan perbaikan signifikan setelah memulai tahun dengan buruk. Dengan 10 kemenangan dalam 11 pertandingan di semua kompetisi, Setan Merah kembali menunjukkan potensi yang dimilikinya. Namun, pertanyaan masih muncul apakah Ten Hag mampu mempertahankan performa tim ini hingga akhir musim dan mengangkat trofi utama.

Sementara itu, Glasner kembali menjadi sorotan setelah membawa VfL Wolfsburg menahan imbang Manchester United 2-2 dalam lanjutan Bundesliga pekan lalu. Kedua gol The Reds diciptakan oleh pemain yang masuk dari bangku cadangan, menunjukkan bahwa meskipun tanpa starter utama, performa Setan Merah masih di bawah ekspektasi.

Reaksi dari Publik dan Media

Kebanyakan penggemar Manchester United masih menyoroti kegagalan klub merekrut Glasner beberapa tahun lalu. Di media sosial, banyak komentar yang menilai bahwa profil manajer seperti Glasner yang sukses membangun tim dengan anggaran terbatas lebih cocok untuk situasi United saat ini.

"Kami melewatkan peluang emas dengan Glasner. Ia membuktikan diri di level Bundesliga dan Liga Europa, sementara kami masih terus berjuang untuk konsistensi," tulis seorang penggemar di platform X.

Sementara itu, mantan pemain United, Rio Ferdinand, memberikan komentar yang lebih netral. "Setiap manajer memiliki gaya bermain yang berbeda. Keberhasilan Ten Hag di Ajax tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun, memang ada pelajaran yang bisa dipetik dari keputusan transfer masa lalu," ujarnya.

Prospek Masa Depan

Manchester United saat ini berada di posisi kesembilan di klasemen Premier League dengan 35 poin dari 25 pertandingan. Meski masih berpeluang lolos ke Liga Champions, performa yang tidak stabil membuat optimisme para pendukung masih terbatas.

Sementara itu, Glasner terus membangun reputasi sebagai salah satu manajer terbaik di Eropa. Dengan Wolfsburg saat ini berada di posisi delapan Bundesliga, ia menunjukkan kemampuannya untuk mencapai hasil maksimal dengan sumber daya yang ada. Kehadirannya di laga melawan United kembali menunjukkan bahwa ia memiliki formula khusus untuk melibas skuad Ten Hag.

Pertarungan antara kedua manajer ini akan menjadi hal yang menarik dipantau di masa depan. Baik Ten Hag maupun Glasner telah membuktikan kemampuan masing-masing di level klub dan negara. Namun, bagi Manchester United, keberadaan Glasner tetap menjadi cerminan dari keputusan yang sempat diambil beberapa tahun lalu dan terus menjadi perdebatan di kalangan penggemar.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter