17, 2026
Nasional

Karhutla Masih Kepung Kalimantan, Kualitas Udara Pontianak Terburuk

Bencana kabut asap akibat karhutla melanda Kalimantan, dengan kualitas udara berbahaya. Simak selengkapnya!]]>

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Karhutla Masih Kepung Kalimantan, Kualitas Udara Pontianak Terburuk

Karhutla Masih Kepung Kalimantan, Kualitas Udara Pontianak Terburuk

Kalimantan masih terus diguncang oleh bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum kunjung mereda. Wilayah yang terdampak paling parah adalah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya di sekitar Kota Pontianak. Pada hari ini, kualitas udara di ibu kota provinsi tersebut mencapai tingkat yang sangat tidak sehat bahkan berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Menurut data dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) BMKG Pontianak, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa titik monitoring di kota itu telah melampaui angka 300. Angka tersebut menempatkan kategori kualitas udara dalam kategori "Sangat Tidak Sehat" yang berbahaya. Bahkan, pada titik tertentu ISPU mencapai angka 350-an, yang berarti kualitas udara sudah berada di level berbahaya.

Dampak bagi Kesehatan Masyarakat

Dampak negatif dari kabut asap ini langsung dirasakan oleh masyarakat Pontianak dan sekitarnya. Rumah sakit di kota tersebut dilaporkan mulai dipadati pasien yang mengalami gangguan pernafasan seperti batuk, influenza, asma, dan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan terkena dampak buruk dari polusi udara ini.

Dokter RSUD dr. Soedarso Pontianak, dr. Ahmad Fauzi menjelaskan bahwa jumlah pasien dengan keluhan gangguan pernafasan mengalami peningkatan hampir 100% sejak seminggu terakhir. "Kami menerima setidaknya 50 pasien baru dengan keluhan ISPA setiap hari. Ini adalah peningkatan signifikan dibandingkan kondisi normal di mana kami hanya menerima 20-30 pasien sehari," ujar dr. Fauzi.

Pemerintah Daerah Kalimantan Barat telah mengeluarkan peringatan dini dan mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit paru-paru, jantung, atau imunitas lemah. Selain itu, pemerintah juga telah menyediakan masker gratis di beberapa titik strategis dan puskesmas.

Upaya Penanganan Karhutla

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus berupaya keras untuk menangani bencana karhutla ini. Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgak Karhutla) telah melakukan berbagai aksi penanggulangan, mulai dari pemadaman api secara darat maupun udara hingga upaya pemadaman yang lebih intensif di titik-titik api yang berada di dalam kawasan hutan dan lahan gambut.

Selain penanganan langsung, pemerintah juga melakukan upaya pencegahan dengan melakukan patroli di sekitar kawasan rawan kebakaran, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya pembakaran lahan secara ilegal, serta mempersiapkan infrastruktur untuk mengantisipasi kebakaran di musim kemarau yang akan datang.

Kondisi di Wilayah Lain

Selain Kalimantan Barat, wilayah lain di Kalimantan seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur juga tidak luput dari dampak kabut asap. Meskipun tingkat polutannya belum separah di Pontianak, kualitas udara di beberapa kota besar seperti Palangkaraya, Banjarmasin, dan Samarinda juga sudah berada dalam kategori "Tidak Sehat" hingga "Sangat Tidak Sehat".

Kepala BMKG Kalimantan Barat, Herry Rahardianto, memprediksi kondisi kabut asap akan berlanjut selama beberapa minggu kecuali terjadi hujan yang cukup intensif. "Hingga saat ini, kita masih dalam kondisi musim kemarau yang diperkirakan akan berakhir Oktober atau November mendatang. Namun, jika curah hujan turun di beberapa titik, kita berharap kualitas udara dapat membaik," jelasnya.

Dengan kondisi yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik, masyarakat di seluruh Kalimantan diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran pihak berwenang guna mengurangi dampak negatif bagi kesehatan. Pemerintah juga diminta untuk terus melakukan koordinasi dan upaya maksimal dalam menangani bencana karhutla yang telah menjadi musim semi tahunan di Pulau Kalimantan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter