19, 2026
Teknologi

Kapal Virgo Tenggelam, SAR Pakai Robot Bawah Air Maksimalkan Cari Korban

Tim SAR menggunakan roboh bawah air untuk mencari korban KM Virgo Transport 8. Robot membantu memetakan posisi kapal dan memudahkan evakuasi penyelam.]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kapal Virgo Tenggelam, SAR Pakai Robot Bawah Air Maksimalkan Cari Korban

Kapal Virgo Tenggelam, SAR Pakai Robot Bawah Air Maksimalkan Cari Korban

Tragedi tenggelamnya KM Virgo di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (15/7) menjadi perhatian serius. Kapal penumpang dengan kapasitas 100 orang ini tenggelam saat dalam perjalanan dari Pulau Tidung ke Pulau Pramuka. Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang dilakukan tim SAR gabungan terus berlanjut dengan maksimal, bahkan memanfaatkan teknologi robot bawah air untuk mempercepat proses identifikasi lokasi kapal dan korban yang masih hilang.

Kronologi Tenggelamnya KM Virgo

Menurut keterangan dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Jakarta, Eko Sriyanto, KM Virgo membawa 56 penumpang dan 12 awak kapal saat kejadian terjadi. Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Kali Adem, Pulau Tidung menuju Pelabuhan Pulau Pramuka sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, sekitar pukul 10.30 WIB, kapal dilaporkan tenggelam di sekitar perairan Pulau Panggang.

Saksi mata yang selamat mengatakan bahwa cuaca di sekitar lokasi kejadian relatif baik. Namun, arus laut yang cukup kuat diduga menjadi salah satu penyebab kapal kehilangan kendali. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kapal mungkin terbalik akibat terjangan gelombang besar, meskipun hal ini masih dalam tahap penyelidikan.

Upaya SAR Terus Digerakkan

Sejak kejadian terjadi, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan SAR sukarela terus melakukan evakuasi. Hingga Senin (17/7), total 55 orang berhasil diselamatkan, dengan 13 korban tewas dan 10 orang masih dilaporkan hilang. "Kami terus melakukan pencarian dengan maksimal. Korban yang masih hilang diduga masih berada di dalam kapal yang tenggelam," ujar Eko Sriyanto dalam konferensi pers.

Tim SAR menghadapi tantangan signifikan dalam operasi ini. Kedalaman perairan di lokasi tenggelamnya kapal mencapai sekitar 50 meter, sehingga memerlukan peralatan khusus untuk penyelaman. Selain itu, kondisi arus yang cukup deras juga mempersulit proses pencarian.

Pemanfaatan Teknologi Robot Bawah Air

Untuk mempercepat pencarian korban dan lokasi kapal, tim SAR memanfaatkan teknologi robot bawah air (ROV - Remotely Operated Vehicle). Alat ini dikirim dari Jakarta pada Minggu (16/7) tiba di lokasi operasi. "Robot bawah air ini mampu beroperasi pada kedalaman hingga 300 meter dan dilengkapi dengan kamera resolusi tinggi serta cahaya LED yang mampu menerangi area gelap," jelas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Basarnas, Abdul Muhari.

ROV mampu memberikan gambaran detail kondisi di bawah permukaan air, termasuk posisi kapal yang tenggelam dan adanya korban yang terperangkap di dalamnya. Data yang dikumpulkan robot ini akan membantu tim SAR menentukan strategi evakuasi yang tepat.

Kondisi Korban dan Evakuasi

Dari 55 korban yang diselamatkan, 15 orang mengalami luka-luka ringan hingga sedang dan dirawat di beberapa rumah sakit di Kepulauan Seribu dan Jakarta. Sementara itu, jenazah 13 korban yang tewas telah dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan pemakaman.

Para korban yang selamat didominasi oleh wisatawan lokal maupun asing yang sedang berlibur di Kepulauan Seribu. Banyak di antara mereka yang sempat panik saat kapal mulai terbalik dan tenggelam. "Saya sempat terbawa arus saat mencoba melarikan diri. Tapi berkat bantuan nelayan setempat, saya bisa diselamatkan," kata salah satu korban yang selamat, Ahmad (35).

Investigasi dan Evaluasi

Polisi telah memulai investigasi menyeluruh mengenai penyebab tenggelamnya KM Virgo. Tim investigasi akan memeriksa beberapa aspek, termasuk kondisi kapal, kompetensi awak kapal, serta faktor cuaca dan kondisi laut saat kejadian. "Kami akan memeriksa semua dokumen kapal dan keterangan saksi untuk mengetahui secara pasti penyebab kejadian ini," kata Kepala Polres Kepulauan Seribu, AKBP Eko Wahyudi.

Tragedi ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai standar keselamatan kapal penumpang di Indonesia. Pemerintah diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional kapal-kapal penumpang, terutama yang beroperasi di kawasan kepulauan dengan kondisi laut yang tidak menentu.

Sementara itu, operasi pencarian korban hilang masih terus berlanjut. Tim SAR berjanji akan terus berusaha hingga semua korban berhasil ditemukan. "Kami berharap tidak ada lagi korban jiwa dalam tragedi ini. Semoga hasil investigasi juga dapat mencegah kejadian serupa di masa depan," tutup Eko Sriyanto.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter