Kantor Komnas HAM Papua Dilempar Bom Molotov
Sebuah insiden mengejutkan terjadi pada Rabu malam, ketika kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua menjadi sasaran serangan pembakaran. Pelaku yang belum diketahui identitasnya melempar bom molotov ke arah gedung kantor yang berlokasi di Jalan Raya Abepantai, Jayapura, Papua. Insiden ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIT dan menimbulkan kerusakan serius pada sebagian bangunan.
Ketua Komnas HAM Papua, Onesimus Bete, mengonfirmasi bahwa serangan ini terjadi saat sebagian karyawan sudah pulang meninggalkan kantor. "Saya sedang berada di dalam kantor saat terdengar suara ledakan keras. Beberapa saat kemudian, kami melihat api melalui jendela kantor dan langsung berupaya memadamkannya," ujar Onesimus dalam keterangannya, Kamis (24/11) pagi.
Menurutnya, pelaku diduga berjumlah dua orang yang menggunakan sepeda motor untuk melancarkan aksinya. Mereka dilemparkan dua buah bom molotov dari arah depan kantor. "Satu bom molotov mengenai dinding kantor bagian depan dan menyebabkan kebakaran di area resepsionis, sedangkan yang lain gagal meledak," jelas Onesimus.
Kerusakan dan Evakuasi
Tim pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Jayapura tiba di lokasi sekitar 15 menit setelah mendapat laporan. Api berhasil dipadamkan sebelum menyebar ke seluruh gedung. Namun, bagian depan kantor mengalami kerusakan parah akibat terkena api dan asap hitam.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, seorang kantor yang sedang berada di dalam kantor mengalami luka ringan akibat terhirup asap dan langsung mendapat pertolongan medis. "Karyawan tersebut sudah diperiksa tim medis dan kondisinya sekarang sudah stabil," ujar Onesimus.
Respon Pihak Berwenang
Kepala Kepolisian Resor Jayapura, AKBP Rudi Setiawan, mengatakan pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini. "Kami sudah memulikan penyelidikan dan sedang mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang ada di lokasi saat kejadian," ujar Rudi saat dihubungi, Kamis pagi.
Menurut Rudi, pihak kepolisian sedang memeriksa rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kantor untuk mengidentifikasi pelaku. "Kami juga sudah mengamankan barang bukti berupa sisa-sisa bom molotov yang gagal meledak," tambahnya.
Rudi menegaskan bahwa kepolisian tidak akan mengendurkan penegakan hukum dalam kasus ini. "Serangan seperti ini sangat tidak terpuji dan meresahkan. Kami akan menindak tegas pelaku pelaku atas nama hukum," tegasnya.
Reaksi Komnas HAM Pusat
Ketua Komnas HAM pusat, Beka Ulung Hapsara, mengecam tegas serangan ini. "Kami mengecam keras serangan terhadap kantor Komnas HAM Papua. Tindakan ini tidak hanya merusak properti, tetapi juga mengancam kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia di Papua," ujar Beka dalam siaran persnya, Kamis pagi.
Menurutnya, serangan ini menunjukkan adanya upaya untuk menekan aktivitas pengawasan hak asasi manusia di Papua. "Komnas HAM akan terus melakukan tugas konstitusional kami untuk melindungi dan mempromosikan hak asasi manusia, tidak peduli adanya ancaman atau intimidasi," tegas Beka.
Komnas HAM pusat mengaku akan memberikan dukungan penuh kepada tim di Papua untuk melanjutkan tugas pengawasan hak asasi manusia. "Kami akan memastikan bahwa para staf di Papua tetap aman dan dapat melaksanakan tugas mereka tanpa rasa takut," jelas Beka.
Konteks Keamanan di Papua
Insiden ini terjadi dalam konteks situasi keamanan yang relatif sensitif di Papua. Beberapa waktu lalu, Komnas HAM Papua pernah menjadi sasaran kritik dari beberapa pihak terkait laporan mereka mengenai dugaan pelanggaran HAM di wilayah tersebut.
Sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi sipil di Papua menyatakan keprihatinan mereka atas serangan ini. "Ini adalah serangan terhadad demokrasi dan hak asasi manusia. Kita tidak boleh diam menyaksikan kekerasan seperti ini terus terjadi," kata Yulianus Wonda, aktivitas masyarakat Papua.
Pihak berwenang belum dapat memastikan motif pasti serangan ini. Beberapa spekulasi muncul, mulai dari tindakan individu yang tidak terpuji hingga upaya untuk mengintimidasi lembaga pengawas HAM. "Kami terus mengumpulkan bukti dan akan segera melaporkan perkembangan penyelidikan," kata Kepala Polres Jayapura.
Sementara itu, Komnas HAM Papua mengumumkan bahwa kantor akan tetap beroperasi meskipun mengalami kerusakan. "Kami tidak akan gentar dengan serangan ini. Tugas kami melindungi hak asasi manusia harus terus berjalan," pungkas Onesimus Bete.
Komentar (0)