Kakak Beradik Tewas Saat Rumahnya Terbakar di Surabaya
Tragedi memilukan menghantui warga Jalan Raya Ketintang, Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (15/3) dini hari. Sebuah rumah kosong yang dihuni oleh dua bersaudara tewas terbakar dalam kebakaran yang diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. Kedua korban, identik sebagai Muhammad Fauzan (10) dan Siti Aminah (8), ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam ruang tamu rumah tersebut.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.00 WIB saat sebagian warga sedang tertidur nyenyak. Api pertama kali terlihat menyembur dari bagian atap rumah kayu yang sudah tua. Warga sekitar yang melihat api membesar dengan cepat berusaha menyelamatkan korban namun terhambat oleh asap tebal dan api yang sudah mengelilingi bangunan sepenuhnya.
Kronologi Kebakaran Tragis
Menurut keterangan Kepala Polsek Genteng, Kompol Budi Santoso, kejadian bermula saat warga sekitar mendengar suara letupan kecil di bagian belakang rumah. "Beberapa warga segera mendatangi lokasi dan melihat api sudah membesar di atap rumah. Mereka berupaya memadamkan api menggunakan alat-alat seadanya namun api sudah terlalu besar," ujar Budi Santoso saat dikonfirmasi.
Dalam kejadian ini, dua korban tewas di tempat dan ditemukan dalam posisi berpegangan tangan di dalam ruang tamu. Diduga korban sedang bersembunyi dari api karena takut. "Posisi korban yang berpegangan tangan menunjukkan adanya kekakuan dan ketakutan saat kejadian," tambah Budi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek di bagian belakang rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang-barang bekas. Rumah yang terbuat dari kayu dan atap seng tersebut rentan terhadap api dan menyebabkan api dengan cepat menjalar keseluruh bagian rumah.
Respons Penyelamatan dan Evakuasi
Tim Damkar Surabaya tiba di lokasi sekitar 15 menit setelah mungkin laporan. Namun api sudah menghanguskan sebagian besar rumah. "Kita menghadapi tantangan sulit karena akses menuju lokasi cukup sulit dan persediaan air di sekitar lokasi terbatas," jelas Kepala Satuan Pelaksana Pemadam Kebakaran (Satgas Damkar) Surabaya, Agus Riyanto.
Tim Damkar berhasil memadamkan api selama sekitar 30 menit setelah tiba di lokasi. Selanjutnya tim melakukan pencarian korban dan menemukan dua jenazah di dalam ruang tamu. Jenazah kedua korban langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Soetomo untuk diotopsi.
Kondisi Korban dan Identitas
Kedua korban diketahui adalah anak dari pasangan Siti Maryam (40) dan Ahmad Yani (42). Kedua orang tua korban bekerja sebagai buruh harian lepas dan tinggal di rumah yang sama bersama empat anaknya. Pada saat kejadian, kedua orang tua sedang berada di tempat kerja sedangkan dua anak lainnya sedang menginap di rumah kerabat.
"Kami sedang berusaha menghubungi kerabat korban untuk memberitahukan tragedi yang menimpa keluarga mereka. Kedua korban masih berusia muda dan sedang bersekolah di SDN Ketintang 2," ujar Agus Riyanto.
Tanggapan Pemerintah dan Masyarakat
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan turut berduka cita atas musibah yang menimpa warga di kawasannya. Pemerintah kota akan membantu biaya pemakaman korban dan memberikan bantuan kepada keluarga korban. "Kami juga akan memeriksa kondisi rumah susun di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada potensi bahaya serupa," kata Eri.
Tragedi ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran akan keselamatan terkait listrik di dalam rumah, terutama untuk rumah-rumah yang memiliki struktur kayu dan umur bangunan sudah tua. Beberapa warga setempat mengaku sering melihat kabel listrik di sekitar rumah korban sudah mengalami kerusakan dan sering berisik.
Untuk mencegah kejadian serupa, Kepala Damkar Surabaya mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kondisi listrik yang mencurigakan ke pihak terkait. "Jangan ragu untuk melapor jika ada bagian instalasi listrik yang terlihat tidak normal, terutama di rumah-rumah tua," tambah Agus Riyanto.
Investigasi Lanjutan
Polisi telah menetapkan status kejadian sebagai tewas karena kebakaran dan sedang melakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti kejadian. Tim penyidik mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi sekitar dan memeriksa kondisi bangunan reruntuhan.
Keluarga korban yang ditemui di RSUD Dr. Soetomo masih dalam keadaya syok dan belum bisa memberikan keterangan lengkap mengenai kejadian tersebut. Mereka hanya bisa menangis saat melihat jenazah kedua anaknya.
Komentar (0)