17, 2026
Nasional

Kadin Usul 3 Cara Tingkatkan Perdagangan Antarnegara BRICS

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Kadin Usul 3 Cara Tingkatkan Perdagangan Antarnegara BRICS

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Kadin) mengusulkan tiga strategi utama untuk meningkatkan perdagangan antarnegara BRICS. Organisasi pengusaha ini menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi di antara negara-negara anggota BRICS guna menghadapi tantangan global dan memperluas peluang ekonomi.

Strategi Pertama: Peningkatan Infrastruktur Digital dan Logistik

Kadin menekankan perlunya investasi besar-besaran dalam infrastruktur digital dan logistik untuk memfasilitasi perdagangan antarnegara BRICS. Menurut ketua Kadin, Shinta Kamdani, konektivitas digital yang memadai menjadi krusial dalam era digital saat ini. "Kita perlu membangun sistem pembayaran digital yang terintegrasi antar negara BRICS untuk memudahkan transaksi perdagangan," ujarnya dalam sebuah forum ekonomi baru-baru ini.

Organisasi ini juga mendorong pembangunan koridor logistik yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan utama di negara-negara BRICS. "Infrastruktur yang terhubung dengan baik akan mengurangi biaya logistik dan waktu pengiriman, sehingga perdagangan menjadi lebih efisien," tambah Shinta.

Dalam praktiknya, Kadin mengusulkan pembentukan kelompok kerja khusus yang akan bertanggung jawab merumuskan standar teknis dan regulasi dalam bidang digital dan logistik. Kelompok ini akan terdiri dari perwakilan dari sektor swasta dan pemerintah dari setiap negara anggota BRICS.

Strategi Kedua: Penguatan Industri Kecil dan Menengah (IKM)

Strategi kedua yang diusulkan Kadin adalah penguatan peran Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam ekosistem perdagangan BRICS. Kadin melihat bahwa IKM memiliki potensi besar untuk menjadi penopang utama perdagangan di antara negara-negara anggota.

"Banyak IKM di Indonesia yang memiliki produk unggulan namun kesulitan memasuki pasar internasional. Kita perlu membantu mereka memenuhi persyaratan standar kualitas dan sertifikasi di negara-negara BRICS lainnya," jelas Shinta.

Untuk mewujudkan hal ini, Kadin mengusulan program pelatihan dan bantuan teknis bagi IKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. Selain itu, diselenggarakan pula program promosi produk IKM melalui pameran dagang virtual dan fisik yang khusus ditujukan untuk pasar BRICS.

Kadin juga merekomendasikan penyederhanaan prosedur ekspor-impor bagi IKM serta penyediaan fasilitas pembiayaan yang lebih mudah diakses. "Dengan dukungan yang tepat, IKM dapat menjadi motor penggerak perdagangan BRICS yang lebih inklusif dan merata," tambahnya.

Strategi Ketiga: Pembentukan Zona Perdagangan Bebas BRICS

Strategi ketiga yang diajukan Kadin adalah pembentukan zona perdagangan bebas (ZPB) khusus di antara negara-negara BRICS. Zona ini dirancang untuk memfasilitasi pertukaran barang, jasa, dan investasi dengan tarif preferensial serta regulasi yang disederhanakan.

"Zona perdagangan bebas BRICS akan menjadi pusat pertemuan bisnis bagi pelaku usaha dari kelima negara. Di sini, mereka dapat menjalankan aktivitas produksi, distribusi, dan pemasaran dengan lebih efisien," jelas Shinta.

Kadin mengusulkan agar setiap negara anggota BRICS mengalokasikan wilayah tertentu untuk pembentukan zona ini. Zona perdagangan bebas ini akan dilengkapi dengan infrastruktur lengkap serta layanan administrasi dan perizinan yang terintegrasi.

Untuk memastikan keberhasilan program ini, Kadin menyarankan adanya mekanisme pembiayaan bersama untuk pengembangan infrastruktur zona perdagangan bebas. Selain itu, perlu dibentuk badan pengelola yang multilateral dan representatif dari kelima negara anggota.

Dengan implementasi ketiga strategi ini, Kadin optimis perdagangan antarnegara BRICS akan meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan. Organisasi ini berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah dan pelaku usaha di negara-negara anggota BRICS untuk mewujudkan visi ini.

"Kerja sama BRICS bukan hanya soal volume perdagangan, tetapi juga tentang membangun ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Melalui usulan ini, kami ingin berkontribusi dalam mewujudkan tujuan tersebut," tutup Shinta Kamdani.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter