17, 2026
Nasional

Kabar 5 Jurnalis Hilang Kontak Liput Anak Krakatau Disebut Terdampar, Tim SAR sebut Hasilnya Nihil

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/12/6aa436bac726c-danlanal-banten-letkol-laut-p-wawan-subagyo-mardani-kanan_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Siti Rahma
Siti Rahma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kabar 5 Jurnalis Hilang Kontak Liput Anak Krakatau Disebut Terdampar, Tim SAR sebut Hasilnya Nihil

Lima jurnalis yang sedang meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau dinyatakan hilang kontak sejak Sabtu (12/9/2020). Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) yang melakukan evakuasi menyatakan hasil pencarian hingga Minggu (13/9/2020) nihil. Informasi ini diperoleh dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Banten.

Para jurnalis tersebut diketahui sedang meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Mereka terdiri dari tiga reporter dan dua operator kameranya. Tim tersebut berangkat dari Pelabuhan Labuan, Banten, menggunakan kapal motor KM. Gemini dengan kapten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani.

Kapten Wawan Subagyo Mardani menginformasikan bahwa para jurnalis tersebut terakhir kali dikabarkan berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. "Kita berangkat pukul 08.00 WIB dan rencananya akan kembali pukul 16.00 WIB. Namun hingga waktu tersebut, mereka belum juga kembali," ujar Wawan saat dihubungi, Sabtu (12/9/2020) malam.

Tim SAR gabungan dari TNI AL, Polri, Basarnas, dan BPBD langsung diterjunkan untuk mencari para jurnalis yang hilang. Pencarian dilakukan di sekitar perairan Selat Sunda, khususnya di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun hingga Minggu (13/9/2020) malam, belum ada penemuan mengenai keberadaan para jurnalis tersebut.

Kondisi Cuaca Buruk Diduga Penyebab

Kepala BP Provinsi Banten, Iyan Mulyana, mengatakan bahwa kondisi cuaca di Selat Sunda pada saat keberangkatan tim relatif baik. Namun, kondisi cuaca berubah drastis beberapa jam kemudian. "Ada laporan bahwa cuaca di sekitar Anak Krakatau tiba-tiba buruk dengan gelombang setinggi 3-4 meter. Ini diduga sebagai penyebab kapal tenggelam atau terdampar," jelas Iyan.

Gunung Anak Krakatau memang dikenal sebagai gunung berapi aktif yang sering mengalami erupsi kecil hingga sedang. Aktivitas vulkanik ini sering diiringi perubahan kondisi cuaca yang drastis di sekitarnya. Selat Sunda juga dikenal memiliki arus dan gelombang yang cukup kuat, terutama pada musim penghujan.

Proses Pencarian Masih Berlanjut

Tim SAR terus melakukan pencarian dengan memanfaatkan berbagai alat pendeteksi. Kapal patroli TNI AL, helikopter, dan tim penyelam turut serta dalam operasi pencarian ini. "Kita masih optimis akan menemukan mereka. Tim SAR akan terus berjalan hingga para jurnalis ditemukan," ujar Juru Bicara Basarnas, YB Surya Putra.

Para keluarga korban pun sudah menunggu di Pelabuhan Labuan. Mereka terlihat cemas namun tetap memohon doa agar para jurnalis ditemukan selamat. "Kami masih menunggu kabar. Semoga mereka selamat dan segera ditemukan," uangi salah satu keluarga korban yang tidak mau menyebut namanya.

Menilik Risiko Liputan di Area Berbahaya

Insiden ini menyoroti risiko yang dihadapi jurnalis saat meliput di area berbahaya seperti gunung berapi. Liputan vulkanik memerlukan persiapan matang dan pemahaman akan risiko yang ada. Para jurnalis harus dilengkapi dengan alat pelindung diri yang memadai dan didampingi oleh ahli vulkanologi.

Direktur Eksekutif Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Abdul Manan, mengatakan insiden ini menjadi pelajaran bagi seluruh jurnalis. "Kami mengutuk keras insiden ini dan meminta agar pihak terkait segera melakukan pencarian. Namun, ini juga menjadi pengingat bagi rekan-rekan jurnalis untuk selalu memprioritaskan keselamatan saat meliput di area berbahaya," ujar Abdul.

Pemerintah Provinsi Banten bersama pihak terkait masih terus melakukan koordinasi untuk mempercepat proses pencarian. Informasi terkait perkembangan pencarian akan segera disampaikan kepada publik. Semoga para jurnalis yang hilang dapat ditemukan selamat dalam waktu dekat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Siti Rahma

Menarik pada topik kesehatan wanita, kehamilan, dan parenting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter