Jangan Memaksa ke Jakarta, Kapolda Jawa Barat Ajak Bobotoh Dukung Persib dengan Nobar
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Pol. Ahmad Dofiri mengajak para bobotoh untuk tidak memaksa diri ke Jakarta saat Persib Bandung menjalani laga tandang. Ia menyarankan para pendukung Persib untuk menyaksikan pertandingan melalui nonton bareng (nobar) di wilayah Jawa Barat demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Kapolda Jawa Barat menjelaskan bahwa keamanan dan ketertiban menjadi prioritas utama saat Persib Bandung menghadapi lawannya di laga tandang. Meskipun antusiasme bobotoh sangat tinggi, namun keamanan harus tetap menjadi perhatian bersama. "Kami ajak bobotoh untuk tetap di Jawa Barat dan menyaksikan pertandingan melalui nobar di berbagai titik yang telah disiapkan," ujar Kapolda dalam konferensi pers yang diadakan di Polda Jabar beberapa waktu lalu.
Alasan Utama Larangan Kepulangan ke Jakarta
Kapolda menjelaskan beberapa alasan mengapa bobotoh tidak diminta untuk memaksa diri ke Jakarta. Pertama, kemacetan lalu lintas yang akan terjadi di jalur menuju Jakarta sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan. Kedua, dengan adanya penonton di stadion lawan, potensi terjadinya konflik antarpendukung menjadi lebih besar.
"Kami tidak ingin ada korban jiwa atau cidera akibat antusiasme berlebihan. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama," tambah Kapolda sambil menekankan pentingnya kesadaran akan aturan dan regulasi yang berlaku.
Nobar Sebagai Solusi Alternatif
Sebagai solusi alternatif, Polda Jawa Barat bersama pemerintah daerah dan pihak terkait akan menyediakan berbagai lokasi nobar di seluruh Jawa Barat. Lokasi-lokasi ini akan dipilih dengan mempertimbangkan kapasitas dan aksesibilitas bagi para bobotoh.
"Kami akan bekerja sama dengan pemerintah kota dan kabupaten se-Jabar untuk menyediakan layar layar besar di beberapa titik strategis. Selain itu, restoran, warung makan, dan tempat hiburan lainnya juga dapat menjadi alternatif untuk menyaksikan pertandingan," jelas Kapolda.
Ia juga menegaskan bahwa selama pelaksanaan nobar, pihak kepolisian akan menurunkan personel untuk mengamankan setiap lokasi. "Kami akan memastikan setiap nobar berjalan aman dan tertib. Tidak ada yang perlu khawatir selama mematuhi aturan yang berlaku," ujarnya.
Koordinasi dengan Pihak Terkait
Kapolda menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT Persib Bermartabat sebagai manajemen Persib, juga dengan Komite Disciplinary Committee (DC) PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menyelaraskan langkah-langkah yang akan diambil.
"Kami berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan semua berjalan lancar. Dari jadwal pertandingan hingga penjadwalan nobar, kami pastikan semuanya telah disiapkan dengan matang," tambahnya.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol. Yusri Yunus menambahkan bahwa bobotoh yang tetap di Jawa Barat juga dapat memberikan dukungan yang tidak kalah kuat bagi Persib. "Dukungan tidak harus secara fisik di stadion. Dukungan melalui nobar juga bisa memberikan energi positif bagi tim," ujar Yusri.
Respon dari Komunitas Bobotoh
Beberapa komunitas bobotoh telah menyambut baik imbauan dari Kapolda Jawa Barat. Bobotoh Mania (BoMa) sebagai salah satu komunitas pendukung Persib mengaku akan mendukung program nobar yang diusung Polda Jabar.
Demikian pula dengan komunitas bobotoh lainnya seperti The Jakmania dan Viking Persib yang menyatakan siap mendukung program ini. Mereka berjanji akan menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan nobar.
Target Akhirnya adalah Kemenangan Persib
Terlepas dari cara mendukung, Kapolda Jawa Barat menegaskan bahwa tujuan utama adalah kemenangan Persib dalam setiap pertandingan. "Dukungan dari bobotoh di mana pun berada pasti akan menjadi motivasi tersendiri bagi tim. Kami yakin dengan dukungan yang solid, Persib akan mampu meraih hasil maksimal," tutup Kapolda.
Komentar (0)