29, 2026
Nasional

Jabar Targetkan Anak Muda Tak Lagi Nganggur di 2029

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2021/01/06/5ff535ae2eeec-ilustrasi-kerja_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jabar Targetkan Anak Muda Tak Lagi Nganggur di 2029

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan target strategis untuk mengangkat masalah pengangguran di kalangan anak muda. Melalui program yang komprehensif, pemerintah daerah bertekad mewujudkan Jawa Barat bebas dari pengangguran pada tahun 2029. Target ini menjadi bagian dari visi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.

Strategi Intervensi Pemerintah

Dalam upaya mencapai target tersebut, Pemprov Jabar menggandeng berbagai pihak terkait mulai dari dunia usaha, lembaga pelatihan vokasi, hingga perguruan tinggi. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa strategi yang ditempuh meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, sinergi dengan dunia usaha, serta penguatan sistem informasi lowongan kerja.

"Kami fokus pada tiga pilar utama. Pertama, memastikan lulusan sekolah dan universitas memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kedua, mempercepat absorpsi tenaga kerja melalui kolaborasi dengan pelaku usaha. Ketiga, memperluas akses informasi lowongan kerja secara digital," ujar Fauzi dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Sate, Bandung, Rabu (15/3).

Program Pelatihan dan Keterampilan

Salah satu program unggulan yang sedang dikembangkan adalah program pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan industri. Pemprov Jabar bekerja sama dengan 50 perusahaan besar di Jawa Barat untuk menyediakan pelatihan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan tersebut.

"Kami telah membentuk 10 pusat pelatihan khusus di berbagai kabupaten dan kota di Jabar. Pusat ini dilengkapi dengan fasilitas modern dan instruktur yang berpengalaman. Peserta didapatkan dari lulusan SMK dan mahasiswa semester atas yang belum terserap di dunia kerja," tambah Fauzi.

Selain itu, pemerintah juga mengimplementasikan program magang bersertifikat bagi ribuan anak muda setiap tahun. Program ini bertujuan memberikan pengalaman kerja langsung di perusahaan sehingga meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.

Peningkatan Kualitas Pendidikan Vokasi

Untuk memastikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri, Pemprov Jabar terus melakukan sinergi dengan dunia usaha dalam merancang program pendidikan vokasi. Beberapa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jabar telah menerapkan sistem kurikulum yang dinamis dan fleksibel sesuai perkembangan industri.

"Kami mendorong agar setiap SMK memiliki keunggulan bidang tertentu sesuai potensi daerahnya. Misalnya, SMK di wilayah Cimahi difokuskan pada industri manufaktur, sementara di wilayah Garut lebih diarahkan pada industri tekstil dan kerajinan tangan," jelas Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supriyadi.

Pemerintah juga memberikan insentif bagi perusahaan yang membuka program magang atau pelatihan bagi siswa SMK dan mahasiswa. Insentif ini berupa pemotongan pajak dan fasilitas administrasi yang lebih mudah.

Penguatan Sistem Informasi Lowongan Kerja

Dalam era digital, akses informasi menjadi kunci utama dalam mengurangi pengangguran. Pemprov Jabar mengembangkan platform digital bernama "Jabar Kerja" yang menggabungkan informasi lowongan dari berbagai sumber mulai dari pemerintah hingga swasta.

"Platform ini dapat diakses oleh pencari kerja secara gratis melalui website atau aplikasi mobile. Selain informasi lowongan, tersedia juga fitur asesmen karir, pelatihan online, dan konsultasi dengan para ahli," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Eka Firmansyah.

Platform ini telah diunduh oleh lebih dari 500.000 pengguna sejak diluncurkan tahun lalu. Data menunjukkan bahwa 30% pengguna berhasil mendapatkan pekerjaan melalui platform ini dalam tiga bulan terakhir.

Tantangan dan Solusi

Meski memiliki target yang ambisius, pemerintan mengakui masih ada beberapa tantangan dalam mengurangi angka pengangguran di Jawa Barat. Salah satunya adalah ketidaksesuaian antara kualifikasi lulusan dengan kebutuhan industri serta masihnya minat anak muda pada sektor formal.

"Untuk mengatasi hal ini, kami akan terus memperkuat program rekrutmen massal dan job fair yang diselenggarakan secara berkala. Selain itu, kami juga akan mendorong pengembangan sektor UMKM yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar," jelas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam sambutannya.

Pemerintah juga berencana memperluas program kewirausahaan bagi anak muda dengan menyediakan akses modal dan pelatihan intensif. Program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru daripada sekadar mencari pekerjaan yang sudah ada.

Target dan Evaluasi

Untuk memastikan target tercapai pada 2029, Pemprov Jabar akan melakukan evaluasi berkala setiap semester. Evaluasi ini akan meliputi pengukuran tingkat pengangguran, partisipasi pasar kerja, serta kualitas sumber daya manusia.

Dengan berbagai upaya komprehensif ini, Pemprov Jabar yakin dapat mewujudkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran terendah di Indonesia pada tahun 2029 sekaligus mencetak generasi muda yang kompetitif dan berkarakter.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter