17, 2026
Teknologi

iPhone Duo Pakai Kamera Bawah Layar, Samsung Sudah Coba Sejak Fold3

iPhone Duo hadir dengan teknologi kamera bawah layar, namun bukan yang pertama. Samsung juga menerapkan UDC, meski kini kembali ke kamera konvensional. Kenapa?]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

iPhone Duo Pakai Kamera Bawah Layar, Samsung Sudah Coba Sejak Fold3

iPhone Duo Diperkirakan Menggunakan Kamera Bawah Layar, Samsung Sudah Mencoba Teknologi Ini Sejak Galaxy Fold3

Apple tampaknya sedang mengembangkan teknologi kamera bawah layar untuk dua model iPhone mendatang. Informasi ini menunjukkan bahwa perusahaan Cupertino akhirnya bergabung dalam perlombaan teknologi yang telah dijalani oleh beberapa produsen smartphone lain, termasuk Samsung yang sudah mencoba sejak Galaxy Fold3. Kamera bawah layar atau Under-Display Camera (UDC) menjadi salah satu fitur yang dinanti-nantikan di industri smartphone karena mampu memberikan pengalaman layar penuh tanpa adanya notch atau punch hole yang mengganggu tampilan.

Berdasarkan laporan dari analis Ming-Chi Kuo, Apple sedang menguji teknologi kamera bawah layar untuk dua model iPhone yang akan dirilis pada tahun 2025. Kedua model tersebut diyakini adalah iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max. Kuo menyatakan bahwa Apple telah memilih dua vendor untuk menyediakan sensor kamera bawah layar, yaitu Sony dan OmniVision. Kedua vendor ini sedang bersaing untuk memenangkan kontrak pasokan massal untuk teknologi ini.

Teknologi Kamera Bawah Layar dan Tantangannya

Kamera bawah layar adalah teknologi yang memungkinkan sensor kamera berada di bawah layar tanpa mengorbankan kualitas gambar. Teknologi ini menantang karena sensor kamera harus dapat melalui lapisan piksel layar untuk menangkap gambar, yang berpotensi mengurangi kualitas foto dibandingkan dengan kamera konvensional. Produsen harus menemukan cara untuk membuat lapisan layar yang transparan di area kamera tanpa mengorbankan ketajaman visual keseluruhan.

Samsung menjadi salah satu pelopor dalam mengimplementasikan teknologi ini pada perangkat foldable mereka. Galaxy Z Fold3, yang diluncurkan pada tahun 2021, menjadi ponsel pertama Samsung yang menawarkan kamera bawah layar. Meskipun teknologi ini masih memiliki keterbatasan dalam hal kualitas gambar, Samsung terus mengembangkannya di generasi berikutnya. Galaxy Z Fold4 dan Fold5 juga menampilkan teknologi yang lebih matang dengan kualitas gambar yang lebih baik.

Apple Bergabung dalam Perlombaan

Keputusan Apple untuk mengembangkan kamera bawah layar menunjukkan bahwa perusahaan ini mengakui pentingnya fitur ini dalam pasar smartphone. Meskipun Apple biasanya tidak menjadi pelopor dalam mengadopsi teknologi baru, perusahaan ini sering kali mampu menyempurnakannya dan mengimplementasikannya dengan cara yang lebih baik. Dengan memasukkan kamera bawah layar pada iPhone Pro models, Apple berharap dapat meningkatkan daya tarik perangkat premium mereka dan menarik konsumen yang menginginkan pengalaman layar penuh.

Analis menyebutkan bahwa Apple menghadapi tantangan teknis yang signifikan dalam mengimplementasikan kamera bawah layar pada iPhone. Berbeda dengan perangkat foldable Samsung yang memiliki ruang lebih di dalamnya untuk menempatkan komponen, iPhone memerlukan solusi yang lebih ramping. Apple perlu menemukan cara untuk membuat area kamera di bawah layar terlihat lebih alami saat digunakan sebagai kamera, sambil tetap menjaga kualitas gambar yang sesuai dengan standar Apple yang tinggi.

Dampak pada Industri Smartphone

Pengembangan kamera bawah layar oleh Apple diperkirakan akan memberikan dampak signifikan pada industri smartphone. Sebagai pemain dominan di pasar premium, keputusan Apple untuk mengadopsi teknologi ini akan mendorong produsen lain untuk meningkatkan upaya mereka dalam mengembangkan teknologi serupa. Hal ini dapat mempercepat adopsi kamera bawah layar di berbagai segmen pasar, dari perangkat foldable hingga smartphone konvensional.

Teknologi kamera bawah layar juga dapat membuka peluang desain baru untuk smartphone. Dengan menghilangkan notch atau punch hole, produsen dapat menciptakan perangkat dengan layar yang lebih immersif. Beberapa analis memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, hampir semua smartphone premium akan menawarkan kamera bawah layar sebagai fitur standar.

Tantangan di Masa Depan

Meskipun prospek kamera bawah layar menjanjikan, tantangan teknis dan produksi masih banyak. Produsen harus menyelesaikan masalah kualitas gambar yang masih di bawah kamera konvensional, serta masalah daya tahan lapisan layar di area kamera. Selain itu, biaya produksi teknologi ini masih relatif tinggi, yang dapat membuat harga perangkat menjadi lebih mahal.

Bagi Apple, pengenalan kamera bawah layar pada tahun 2025 bisa menjadi langkah strategis untuk membedakan iPhone dari pesaingnya. Namun, perusahaan ini perlu memastikan bahwa teknologi ini telah cukup matang sebelum diluncurkan ke pasar, mengingat standar kualitas Apple yang tinggi. Jika berhasil, Apple dapat menetapkan standar baru untuk desain smartphone dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih immersif bagi jutaan konsumen di seluruh dunia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter