30, 2026
Politik

Ini Alasan Trump Minta Buang Peluncur Canggih di Kapal Induk AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk meninggalkan sistem canggih terbaru yang meluncurkan jet dari kapal induk.]]>

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ini Alasan Trump Minta Buang Peluncur Canggih di Kapal Induk AS

Trump Dorong Penghapusan Sistem Peluncur Kapal Induk AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk menghentikan penggunaan sistem peluncur canggih pada kapal induknya. Keputusan ini mengejarkan banyak analis militer dan menimbulkan pertanyaan mengenai implikasinya terhadap kemampuan tempur armada AS.

Sistem peluncur yang menjadi sorotan adalah Electro-Magnetic Aircraft Launch System (EMALS), teknologi yang diinvestasikan miliaran dolar untuk menggantikan sistem peluncur steam konvensional. Sistem ini dirancang untuk melunculkan pesawat tempur dari dek kapal induk dengan cara yang lebih efisien dan kurang merusak pesawat.

Alasan di Balik Keputusan Trump

Sumber dalam pemerintahan AS menyatakan bahwa Trump menganggap EMALS "terlalu mahal" dan "tidak andal". Presiden, yang dikenal karena penekanannya pada pengurangan anggaran pertahanan, berargumen bahwa sistem lama masih dapat memenuhi kebutuhan operasional dengan biaya yang lebih rendah.

"Kita tidak perlu teknologi paling canggih jika biayanya tidak sebanding dengan manfaatnya," kata sepejabat senior Gedung Putih yang tidak mau disebutkan namanya. "Presiden percaya bahwa uang negara harus dihabiskan dengan lebih bijaksana."

Keputusan ini juga menunjukkan preferensi Trump terhadap teknologi yang sudah terbukti dan lebih mudah diperbaiki di medan tempur. Sistem steam meskipun lebih tua, diyakini memiliki tingkat kegagalan yang lebih rendah dan lebih mudah diperbaiki di tengah operasi.

Reaksi dari Komunitas Militer

Keputusan Trump mendapat respons beragam dari komunitas militer. Beberapa perwira senior mengekspresikan kekhawatiran bahwa penghapusan EMALS akan membuat AS tertinggal dalam teknologi militer, terutama dalam persaingan dengan negara-negara lain yang sedang mengembangkan sistem serupa.

"Kita berinvestasi dalam EMALS karena melihat kebutuhan masa depan," kata Laksamana Muda John Richardson, pensiunan kepala operasi angkatan laut. "Menghentikannya sebelum waktu berarti mengorbankan keunggulan teknologi kita di masa depan."

Di sisi lain, beberapa prajurit di lapangan menyambut baik keputusan itu. Mereka menganggap sistem steam lebih dapat diandalkan dalam kondisi ekstrem dan memerlukan perawatan yang lebih sederhana, yang sangat penting dalam misi jangka panjang di tengah lautan.

Dampak pada Industri Pertahanan

Keputusan ini berdampak signifikan pada industri pertahanan AS, terutama General Atomics yang mengembangkan EMALS. Saham perusahaan mengalami penurunan drastis setelah pengumuman tersebut, dan analis memperkirakan perusahaan akan kehilangan kontrak senilai miliaran dolar.

"Ini adalah keputusan politik yang tidak didasarkan pada pertimbangan teknis," kata analis pertahanan Michael O'Hanlon. "Kami telah menghabiskan lebih dari satu dekade mengembangkan teknologi ini, dan menghentikannya di tengah jalan adalah pemborosan sumber daya yang luar biasa."

Di sisi lain, beberapa perusahaan pertahanan lain menyambut baik peluang untuk mengembangkan sistem peluncur alternatif yang lebih murah, yang mungkin menjadi kontrak yang sangat menguntungkan bagi mereka.

Implikasi Strategi Jangka Panjang

Para ahli strategi militer memperingatkan bahwa keputusan ini dapat mempengaruhi kemampuan AS untuk mempertahankan dominasi angkatan lautnya di masa depan. Dengan negara-negara seperti China dan Rusia terus memperkuat angkatan laut mereka, penghapuan teknologi canggih seperti EMALS dapat dianggap sebagai langkah mundur.

"Kita tidak boleh mengorbankan keunggulan teknologi kita demi penghematan biaya jangka pendek," kata mantan Menteri Pertahanan James Mattis dalam sebuah wawancara. "Keamanan nasional membutuhkan investasi jangka panjang, bukan keputusan berdasarkan impulsif."

Angkatan Laut AS sekarang berada dalam posisi sulit, harus memenuhi keinginan presiden sambil mempertahankan kemampuan tempur armada mereka. Beberapa analis percaya bahwa ini adalah contoh lain dari intervensi politik dalam keputusan teknis militer yang dapat mengancam kesiapan angkatan bersenjata AS.

Keputusan Trump tentang penggunaan EMALS pada kapal induk AS akan menjadi salah satu isu penting dalam debat tentang arah kebijakan pertahanan AS di masa depan, dengan implikasi yang mungkin terasa selama bertahun-tahun ke depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter