17, 2026
Nasional

Imbas Abu Anak Krakatau, Soetta-Halim Ditutup hingga 18.00 WIB

Putri Gunawan
Putri Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta mengalami penutupan sementara pada Rabu (15/11) pukul 18.00 WIB. Penutupan ini disebabkan oleh hujan abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi sebelumnya. Kedua bandara ini akan tetap ditutup hingga pukul 18.00 WIB pada hari yang sama.

Menurut keterangan dari PT Angkasa Pura II, pengelola Bandara Soetta, penutupan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan keselamatan penerbangan. "Kami memutuskan untuk menutup sementara operasional bandara setelah mendeteksi adanya partikel abu vulkanik di area bandara," ujar Corporate Secretary PT Angkasa Pura II, Yulfi Syahril, dalam keterangannya.

Operasi Penerbangan Terhambat

Penutupan bandara ini berdampak langsung pada operasional penerbangan yang dijadwalkan pada sore hari. Sebanyak 37 penerbangan dari Bandara Soetta dan 15 penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma terdampak akibat penutupan ini. Beberapa penerbangan yang terkena dampak antara lain penerbangan domestik ke Medan, Padang, Pekanbaru, dan Surabaya, serta penerbangan internasional ke Singapura, Kuala Lumpur, dan Hong Kong.

Maskapai-maskapai yang terdampak telah menginformasikan penundaan atau pembatalan penerbangan kepada penumpang. PT Garuda Indonesia Indonesia, misalnya, mengumumkan bahwa 15 penerbangan domestik dan internasional mereka mengalami penundaan. "Kami meminta maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan ini dan akan berusaha untuk menginformasikan jadwal perjalanan yang paling baru secepat mungkin," kata Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsorius.

Proses Pembersihan dan Monitoring Berkelanjutan

Tim teknis dari PT Angkasa Pura II bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan monitoring kondisi di sekitar bandara. "Kami terus memantau tingkat kepadatan abu vulkanik. Setelah level aman tercapai, kami akan segera membuka kembali operasional bandara," jelas Yulfi Syahril.

Proses pembersihan area bandara dari abu vulkanik juga segera dilakukan. Sebanyak 25 unit kendaraan pemadam kebakaran dan 50 petugas dikerahkan membersihkan landasan pacu, taxiway, dan apron dari partikel abu yang menumpuk. "Kami menggunakan air untuk membersihkan abu ini karena jika dihisap mesin pesawat, abu dapat merusak komponen mesin," tambahnya.

Rekomendasi Kepada Penumpang

PT Angkasa Pura II dan maskapai-maskapai yang terdampak menyarankan kepada penumpang untuk terlebih dahulu menghubungi maskapai masing-masing atau memeriksa website resmi sebelum berangkat ke bandara. "Kami meminta para penumpang untuk sabar dan memahami situasi ini demi keselamatan bersama," ujar Yulfi Syahril.

Sementara itu, BMKG terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau setelah letusan terjadi pada Selasa (14/11) siang. Letusan ini menghasilkan kolom abu setinggi 500-700 meter di atas puncak gunung. "Kami terus memantau aktivitas gunung berapi ini dan akan memberikan update jika ada perubahan kondisi," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Gempa Bumi (PVMBG) BMKG, Hendra Gunawan.

Riwayatu Letusan Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau telah menunjukkan aktivitas meningkat sejak pertengahan Oktober 2023. Pada bulan November, gunung ini mengalami beberapa kali letusan dengan intensitas bervariasi. Letusan terbesar sejauh ini terjadi pada 22 Oktober lalu dengan kolom abu setinggi 2.000 meter di atas puncak gunung.

Pihak berwenang telah menetapkan zona bahaya sejauh 5 kilometer dari puncak Gunung Anak Krakatau. Masyarakat di sekitar wilayah Selat Sunda diminta untuk tetap waspada dan mematuhi anjuran dari pemerintah setempat. "Meskipun saat ini tidak ada evakuasi wajib, kami masyarakat di sekitar area berbahaya untuk siap-siap menghadapi kemungkinan terburuk," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Dengan kondisi saat ini, pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi dan akan memberikan update jika ada perubahan status gunung atau kebijakan terkait operasional bandara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Gunawan

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter