17, 2026
Nasional

Houthi Bantah Targetkan Serang Makkah

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/08/10/6a791ed1287a9-pasukan-houthi-yaman_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Houthi Bantah Targetkan Serang Makkah

Kelompok Houthi di Yaman membantah keras tuduhan yang menyatakan bahwa mereka berencana menyerang kota suci Makkah di Arab Saudi. Pernyataan ini muncul setelah laporan intelijen Arab Saudi menyebutkan adanya rencana serangan yang ditujukan pada kota suci umat Muslim di tanah Arab tersebut. Pihak Houthi menegaskan tuduhan tersebut sebagai bagian dari kampanya fitnah yang ditujukan untuk mencemarkan nama baik gerakan mereka.

Seorang juru bicara Houthi, Mohammed Abdul-Salam, menyatakan dalam konferensi pers di Sana'a, ibu kota Yaman, bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan upaya Arab Saudi untuk mengalihkan perhatian internasional dari kekejaman yang dilakukan koalisi pimpinan Riyadh di Yaman. "Kami tidak pernah dan tidak akan pernah memiliki niat untuk menyerang tempat suci umat Islam. Makkah adalah tempat yang dihormati oleh semua Muslim di seluruh dunia, termasuk kami," ujar Abdul-Salam.

Tuduhan Arab Saudi terhadap Houthi muncul dalam laporan intelijen yang disebarkan oleh media negara tersebut. Laporan tersebut menyebutkan adanya bukti bahwa kelompok Houthi sedang mempersiapkan serangan menggunakan drone atau rudal balistik yang ditujukan pada area Makkah. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengeluarkan peringatan resmi terkait ancaman ini dan meminta warga untuk tetap waspada.

Konteks Konflik Yaman

Konflik di Yaman telah berlangsung sejak tahun 2014 ketika kelompok Houthi menguasai ibu kota Sana'a dan memaksa pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi melarung diri. Arab Saudi dan sekutu-sekutunya kemudian intervensi militer pada tahun 2015 untuk mendukung pemerintahan Hadi dan memulihkan kekuasaannya.

Konflik tersebut telah mengakibatkan salah satu krisis kemanusiaan terparah di dunia dengan ribuan korban jiwa dan jutaan orang terdampar dalam kondisi kelaparan dan butuh bantuan kemanusiaan. Kelompok Houthi, yang secara resmi bernama Ansar Allah, telah menunjukkan kemampuan militer yang signifikan selama konflik, termasuk pengembangan rudal dan drone yang diyakini didukung oleh Iran.

Arab Saudi secara konsisten menuduh Iran mendukung Houthi dengan senjata dan teknologi militer meskipun Teheran membantal tuduhan tersebut. Hubungan antara Iran dan Arab Saudi telah tegang selama bertahun-tahun, dengan persaingan geopolitik yang memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.

Reaksi Internasional

Pernyataan Houthi mengenai tuduhan serangan Makkah mendapat berbagai respons dari masyarakat internasional. Pihak Amerika Serikat mengungkap keprihatinan mereka terkapat potensi serangan yang ditargetkan pada tempat suci Islam dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri. Departemen Luar Negeri AS menekankan perlunya solusi damai untuk konflik Yaman yang telah berlarut-larut.

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) juga telah meminta klarifikasi dari kedua belah pihak mengenai isu sensitif ini. Sekretaris Jenderal OKI, Hissein Brahim Taha, menekankan pentingnya menjaga keamanan tempat-tempat suci Islam dan menyerukan dialog antara semua pihak yang terlibat dalam konflik.

Di sisi lain, beberapa analis internasional mengamati bahwa tuduhan ini mungkin merupakan bagian dari perang propaganda antara Arab Saudi dan Houthi. Kedua belah pihak sering kali menggunakan media untuk menyebarkan informasi yang menguntungkan bagi mereka dan mencemarkan nama baik lawan politik.

Dampak pada Hubungan Arab Saudi-Yaman

Tuduhan serangan terhadap Makkah pasti akan menambah ketegangan hubungan antara Arab Saudi dan Houthi yang sudah sangat buruk. Arab Saudi telah menyatakan bahwa serangan terhadap kota suci akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh umat Islam dan akan memicu respons militer yang sangat keras.

Para pengamat khawatir bahwa situasi ini dapat memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman dan menghambat upaya damai yang sedang berlangsung. PBB telah berulang kali meminta gencatan senjata dan dialog politik antara pemerintahan Yaman dan Houthi, namun hingga kini upaya tersebut belum membuahkan hasil yang signifikan.

Konflik Yaman telah menjadi salah satu konflik paling rumit di Timur Tengah dengan berbagai aktor internasional yang terlibat, termasuk Iran, Arab Saudi, Turki, dan negara-negara Barat. Situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika geopolitik di kawasan yang kaya minyak ini dan sulitnya mencapai solusi damai yang berkelanjutan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter