Mahasiswa Papua Pegunungan Menimba Ilmu di Politeknik Negeri Bengkalis
Bengkalis — Honce Wenda, pemuda asal Provinsi Papua Pegunungan, memilih Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi. Keputusan itu diambil setelah ia mempertimbangkan berbagai pilihan kampus di luar Papua, dengan Polbeng dinilai menawarkan pendidikan vokasi yang sesuai dengan minatnya.
Kedatangan Honce ke Bengkalis, Riau, menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk menggapai cita-cita. Jauh dari kampung halaman di Papua Pegunungan, ia bertekad menuntaskan pendidikan dengan baik dan kelak membawa ilmu yang diperoleh untuk membangun daerah asalnya.
Honce mengaku tidak sendiri dalam proses adaptasi. Sesama mahasiswa asal Papua dan lingkungan kampus yang ramah membantunya berbaur dengan kehidupan baru. Menurutnya, perbedaan budaya tidak menjadi penghalang selama ada semangat untuk belajar dan saling menghargai. Ia juga aktif mengenal budaya lokal Bengkalis sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah rantauan.
Pilihan Honce untuk menempuh pendidikan di Polbeng juga mencerminkan meningkatnya minat pelajar dari Indonesia timur untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi vokasi di Sumatra. Politeknik Negeri Bengkalis dikenal memiliki sejumlah program studi unggulan di bidang teknik dan kemaritiman yang relevan dengan kebutuhan industri. Selain itu, biaya pendidikan yang terjangkau menjadi pertimbangan tersendiri bagi mahasiswa perantauan.
Bagi Honce, kesempatan belajar di Polbeng adalah pintu untuk mengubah masa depan. Ia berharap setelah lulus nanti dapat berkontribusi bagi pembangunan Papua Pegunungan, khususnya di bidang keahlian yang ditekuninya selama kuliah.
Kisah Honce menjadi salah satu contoh nyata bahwa jarak geografis tidak menyurutkan semangat pemuda Papua untuk menempuh pendidikan terbaik. Perjuangannya juga mendapat dukungan dari keluarga dan komunitas Papua di perantauan yang senantiasa memberikan motivasi. Baginya, kesempatan ini adalah wujud kerja keras orang tua yang tidak pernah berhenti mendoakan anaknya di perantauan.
Ia pun berpesan kepada generasi muda di Papua Pegunungan agar tidak ragu merantau untuk menimba ilmu. "Jangan takut jauh dari rumah. Selama ada tekad dan doa, semua bisa dilalui," ujarnya.
Kehadiran mahasiswa asal Papua di Polbeng sekaligus memperkaya keberagaman kampus. Interaksi antarmahasiswa dari berbagai daerah diharapkan memperkuat persatuan serta membuka wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan vokasi. Perbedaan asal daerah kini menjadi kekayaan yang mempererat kebersamaan, bukan pemisah.
Dengan tekad yang kuat, Honce Wenda terus melangkah di tanah perantauan. Baginya, Bengkalis bukan sekadar tempat belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk mewujudkan mimpi bagi dirinya dan masyarakat Papua Pegunungan.
Komentar (0)