HNW Minta Pemerintah Benahi Sistem Desil, Khawatir Bansos Tak Tepat Sasaran
Asosiasi Harmoni Nasional Wanita (HNW) mengajak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem desil dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Menurut organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dan keluarga ini, sistem saat ini dinilai masih memiliki kelemahan yang berpotensi menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran.
Ketua Umum HNW, Siti Aminah, mengatakan bahwa implementasi sistem desil dalam penentuan penerima bansos perlu diperhatikan lebih seksama. Menurutnya, beberapa daerah masih mengandalkan data yang kurang akurat dalam menentukan kelompok ekonomi masyarakat.
"Kami khawatir jika sistem ini tidak diperbaiki, bantuan yang disalurkan tidak akan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Ada potensi kelompok menengah ke bawah yang terlewat dan kelompok menengah ke atas yang justru menerima," ujar Siti dalam keterangannya, Rabu (15/3).
Kelemahan Sistem Desil yang Perlu Diperhatikan
Menurut Siti, ada beberapa kelemahan mendasar dalam penerapan sistem desil saat ini. Pertama, masih banyaknya data yang tidak terupdate mengenai kondisi ekonomi masyarakat. Banyak keluarga yang mengalami penurunan kesejahteraan secara drastis akibat pandemi atau krisis ekonomi, namun status ekonomi di data pemerintah masih menunjukkan posisi yang lebih baik.
Kedua, proses verifikasi di lapangan seringkali tidak maksimal. Petugas yang melakukan verifikasi seringkali tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan observasi mendalam terhadap kondisi nyata calon penerima bansos.
"Ketiga, masih adanya praktik politisasi dalam penentuan penerima bansos. Beberapa daerah masih mengalami masalah di mana penerima bansos ditentukan berdasarkan kepentingan politik tertentu, bukan berdasarkan kebutuhan sesungguhnya," tambah Siti.
Dampak Tepat Sasaran Penting bagi Pembangunan Inklusif
Presiden HNW, Rina Susanti, menegaskan bahwa penyaluran bansos yang tepat sasaran merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif. Menurutnya, ketika bantuan tepat sasaran, akan ada dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama kelompok rentan.
"Bansos yang tepat sasaran akan membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan dasar mereka, memberikan akses terhadap kesehatan dan pendidikan, serta membuka peluang mereka untuk keluar dari lingkaran kemiskinan," jelas Rina.
Ia menambahkan bahwa dengan adanya sistem yang lebih akurat, pemerintah juga dapat menghemat anggaran karena bantuan tidak disalurkan kepada mereka yang tidak membutuhkan. Anggaran yang terhemat bisa digunakan untuk program-program lain yang lebih efektif dalam mengatasi kemiskinan.
Rekomendasi HNW untuk Perbaikan Sistem
Dalam upaya meningkatkan akurasi sistem desil, HNW memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah. Pertama, melakukan update data secara berkala dan menyeluruh mengenai kondisi ekonomi masyarakat. Data perlu dikumpulkan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan unsur masyarakat setempah.
Kedua, meningkatkan kapasitas dan kualifikasi petugas verifikasi. Petugas perlu dilatih secara rutin tentang metode observasi yang tepat dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang indikator kemiskinan.
Ketiga, memanfaatkan teknologi dalam proses verifikasi. Pemerintah dapat menggunakan aplikasi atau sistem digital yang memungkinkan pengumpulan data lebih cepat dan akurat, serta meminimalisir intervensi pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Keempat, melibatkan unsur masyarakat dalam proses monitoring dan evaluasi. Masyarakat setempah yang paling tahu kondisi tetangganya harus terlibat aktif dalam memastikan bantuan benar disalurkan kepada yang membutuhkan," tambah Rina.
Tantangan di Tengah Upaya Pemberantasan Kemiskinan
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Indonesia pada Februari 2023 sebesar 9,36 persen atau sekitar 26,16 juta orang. Meskipun menurun dibandingkan periode sebelumnya, angka ini masih menunjukkan tantangan besar bagi pemerintah dalam upaya pemberantasan kemiskinan.
Ketua Bidang Kesejahteraan Keluarga HNW, Dewi Lestari, mengatakan bahwa sistem desil yang lebih baik akan menjadi solusi penting dalam menangani masalah kemiskinan. Namun, ia juga mengakui bahwa ada tantangan lain yang perlu diatasi.
Ia menambahkan bahwa pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskin juga perlu menjadi prioritas utama. "Bansos hanya solusi darurat. Yang lebih penting adalah bagaimana kita memberdayakan mereka agar mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan," tutup Dewi.
Komentar (0)