Ekshumasi Jenazah Sutrimo Rampung, Fakta Kematian Eks Anggota Satreskrim Polrestabes Medan Terungkap
Proses ekshumasi jenazah Sutrimo, eks anggota Satreskrim Polrestabes Medan yang ditemukan tewas dengan luka tembak di tubuhnya, telah rampung. Tim forensik dari Polda Metro Jaya telah menyelesaikan pemeriksaan jenazah di Rumah Duka TPU Karet, Jakarta Pusat. Hasil pemeriksaan ini diyakini akan mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian yang mencurigakan tersebut.
Sutrimo ditemukan tewas di dalam kamarnya pada Rabu (15/9/2023) dengan luka tembak di dada. Jenazahnya kemudian dibawa ke Jakarta untuk dilakukan otopsi dan ekshumasi. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa proses ekshumasi telah selesai dilakukan.
"Ekshumasi jenazah Sutrimo sudah kami selesaikan. Tim forensik kami sudah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh," ujar Budi saat dihubungi, Kamis (16/9/2023).
Proses Ekshumasi Dilakukan dengan Tindakan Standar
Proses ekshumasi dilakukan oleh tim dokter forensik Polda Metro Jaya dengan prosedur standar. Jenazah Sutrimo dibuka peti matinya dan diperiksa secara menyeluruh untuk mencari barang bukti yang mungkin terlewatkan saat otopsi pertama.
Sebelumnya, Sutrimo ditemukan tewas di dalam kamarnya di komplek perumahan di Medan. Ia ditemukan dalam kondisi terbaring di lantai dengan luka tembak di dada. Senjata api yang diduga digunakan dalam insiden tersebut juga ditemukan di samping jenazahnya.
Kasus Ini Menjadi Perhatian Khusus
Kasus kematian Sutrimo menjadi perhatian khusus karena statusnya sebagai mantan anggota kepolisian. Selain itu, terdapat beberapa kejanggalan dalam insiden tersebut yang membuat pihak kepolisian mendalami lebih lanjut.
"Kami sedang mendalami semua kemungkinan. Termasuk latar belakang korban dan hubungannya dengan orang lain saat kejadian," ujar Budi.
Sutrimo merupakan mantan anggota Satreskrim Polrestabes Medan yang dikenal sering menangani kasus narkoba. Ia pensiun dari kepolisian beberapa tahun lalu. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Sutrimo pernah terlibat dalam beberapa kasus kontroversial selama berdinas.
Teknis Forensik Dilakukan Secara Teliti
Tim forensik Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan dengan sangat teliti. Selain memeriksa luka tembak, mereka juga mengumpulkan sampel darah, rambut, dan kuku untuk diperiksa di laboratorium.
Hasil pemeriksaan forensik diperkirakan akan selesai dalam beberapa hari ke depan. Setelah hasilnya lengkap, tim penyidik akan menentukan langkah selanjutnya dalam kasus ini.
Keluarga Korban Diminta Bersabar
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya juga meminta keluarga korban untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan. "Kami memahami kecemasan keluarga, tapi kami harus melakukan semua prosedur dengan teliti untuk menemukan kebenaran," ujar Budi.
Keluarga Sutrimo telah menyatakan siap bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam penyelidikan ini. Mereka berharap kejadian tidak mengenai tidak akan terulang pada anggota keluarga lainnya.
"Kami percaya kepolisian akan memberikan keadilan bagi keluarga kami. Kami hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada suami kami," uangi istri Sutrimo yang tidak mau menyebutkan namanya.
Penyidik Tetap Fokus pada Tiga Kemungkinan
Sampai saat ini, penyidik masih membuka tiga kemungkinan dalam kasus kematian Sutrimo, yaitu bunuh diri, pembunuhan, atau kecelakaan. Namun, berdasarkan kondisi lokasi dan luka yang ditemukan, kemungkinan bunuh diri menjadi paling dominan.
Penyelidikan kasus kematian Sutrimo masih berlanjut. Pihak kepolisian berjanji akan memberikan update terkait perkembangan kasus ini kepada publik setelah ada temuan baru yang pasti.
Komentar (0)