Hari Keenam Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak, Tim SAR Fokus Sisir Perairan Selatan Anak Krakatau
Operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selatan Pulau Sumateru memasuki hari keenam, Minggu (17/9/2023). Tim SAR terus melakukan penyisiran intensif di sekitar perairan Selatan Anak Krakatau dengan fokus pada area yang berpotensi menjadi lokasi kapal tenggelam. Informasi terkini menyebutkan bahwa tim penyelamat masih dalam kondisi siaga penuh meski cuaca di lokasi pencarian relatif baik.
Identitas Korban dan Kronologi Kehilangan Kontak
Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak adalah Wawan Hermawan (redaktur senior), Rina Amelia (fotografer), Budi Santoso (reporter), Dian Purnamasari (video grapher), dan Ahmad Fauzi (peneliti). Mereka berangkat dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (13/9/2023) menggunakan KM. Baruna Jaya yang diketahui oleh Kapten Ahmad Rusdi (52) dan dibantu dua awak kapal lainnya, yaitu Eko Prasetyo (45) dan Hendriawan (38).
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa kapal tersebut berlayar menuju lokasi survei vulkanik di perairan Selatan Anak Krakatau. Terakhir kali komunikasi terjadi pada pukul 14.30 WIB saat kapal melaporkan kondisi cuaca buruk dengan gelombang setinggi 3-4 meter. Setelah itu, komunikasi terputus hingga kini.
Upaya Pencarian yang Dilakukan Tim SAR
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan BPBD telah melaksanakan berbagai macam upaya pencarian. Hingga hari keenam, total 14 unit kapal termasuk KRI Rigel dan KRI Teluk Sampang telah diterjunkan dalam operasi ini. Selain itu, dua unit pesawat Hercules TNI AU juga turut membantu penyisiran dari udara.
Kepala Basarnas, Marsda TNI Bambang Soelistyo, menjelaskan bahwa tim fokus mencari di area perairan Selatan Anak Krakatau yang menjadi rute terakhir diketahui kapal. "Kita masih memfokuskan pencarian di area tersebut karena kondisi arus dan gelombang masih relatif stabil. Namun, kita juga tidak menutup kemungkinan untuk memperluas area pencarian jika diperlukan," ujar Bambang dalam konferensi pers.
Kondisi Cuaca dan Tantangan Pencarian
Cuaca di lokasi pencarian pada hari keenam ini relatif baik dengan kecepatan angin 10-15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1-2 meter. Namun, tim SAR tetap waspada mengingat kondisi di perairan Selatan Anak Krakatau yang dikenal sebagai salah satu jalur paling berbahaya di Indonesia.
Status Korban dan Upakan Keluarga
Sampai dengan hari keenam pencarian, belum ada kabar baik mengenai naslim lima jurnalis dan tiga awak kapal. Keluarga korban terus mendampingi proses pencarian dan berharap agar mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Rencana Pencarian Selanjutnya
Tim SAR berencana untuk melanjutkan operasi pencarian hingga korban ditemukan. Jika dalam 24 jam keadaan cuaca membaik, rencananya akan diterjunkakan tim penyelam untuk melakukan penyisiran di bawah laut. Selain itu, pihaknya juga akan menggunakan teknologi seperti sonar untuk mendeteksi adanya objek di dasar laut.
Komentar (0)