17, 2026
Ekonomi

Harga Emas Galeri 24 Naik 13 September 2026 Jadi Rp2.555.000/Gram

Harga emas batangan di Galeri 24 Pegadaian menguat pada 13 September 2026. Emas Galeri 24, Antam, dan UBS mengalami kenaikan.]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Harga Emas Galeri 24 Naik 13 September 2026 Jadi Rp2.555.000/Gram

Harga Emas Galeri 24 Naik 13 September 2026 Jadi Rp2.555.000/Gram

Harga emas di pasar domestik mengalami kenaikan pada Rabu (13/9/2026). Emas batangan dengan kadar 24 karat yang diperdagangkan di Galeri 24 mencapai level tertinggi dalam sebulan terakhir. Berdasarkan data yang dirilis oleh Galeri 24, harga emas naik sebesar Rp35.000 per gram dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp2.520.000 per gram.

Kenaikan harga ini menandakan tren positif yang berlanjut untuk komoditas safe haven ini sejak awal September 2026. Para analis pasar mengaitkan kenaikan harga emas dengan berbagai faktor fundamental di tingkat global dan domestik. Salah satu faktor utama adalah ketidakpastian ekonomi global yang masih terus berlanjut, mendorong investor untuk mencari perlindungan di aset yang dianggap lebih stabil seperti emas.

Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga

Beberapa faktor turut berperan dalam mendorong harga emas naik. Pertama, data inflasi di Amerika Serikat yang menunjukkan angka yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar membuat investor khawatir akan kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve. Kedua, gejolah politik di beberapa negara Eropa juga turut memberikan tekanan pada pasar keuangan global, yang pada gilirannya mendorong permintaan terhadap emas.

Di tingkat domestik, nilai tukar rupiah yang terus mengalami tekanan juga turut mempengaruhi harga emas. Dengan dolar Amerika Serikat terus menguat secara global, rupiah yang relatif melemah membuat harga emas dalam mata uang lokal cenderung naik. Kondisi ini menjadi tren yang umum terjadi di pasar komoditas berbasis dolar.

Reaksi dari Pelaku Pasar

Kenaikan harga emas ini disambut baik oleh para investor maupun pedagang emas. Menurut data dari Bursa Berjangka Jakarta, volume perdagangan emas fisik di seluruh Indonesia mengalami lonjakan sebesar 40% pada hari ini. Banyak investor ritel yang memanfaatkan kenaikan harga untuk melakukan pembelian, mengikuti tren jangka pendek yang diharapkan akan memberikan keuntungan.

"Kenaikan harga emas ini cukup signifikan dan menunjukkan adanya minat yang kuat dari pasar," ujar Ahmad, sepedagang emas di Pasar Emas Glodok Jakarta. "Kami melihat banyak pembeli baru yang masuk hari ini, terutama mereka yang melihat emas sebagai instrumen proteksi portofolio dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu."

Sementara itu, analis dari sebuah perusahaan sekuritas ternama, Maya Sari, menyatakan bahwa kenaikan harga emas ini mungkin akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. "Kondisi global yang masih penuh ketidakpastian akan terus mendukung harga emas. Namun, kita juga perlu memperhatikan kebijakan bank sentral AS yang akan segera diumumkan, karena itu bisa menjadi faktor penentu pergerakan harga selanjutnya," tambahnya.

Potensi Pergerakan Harga ke Depan

Para ahli memprediksi bahwa harga emas memiliki potensi untuk terus mengalami kenaikan dalam jangka pendek, terutama jika ketidakpastian global terus berlanjut. Beberapa analis memperkirakan harga emas bisa mencapai level Rp2.600.000 per gram dalam minggu-minggu mendatang jika tren positif ini berlanjut.

Namun, ada juga pihak yang lebih berhati-hati. "Meskipun tren saat ini positif, kita harus ingat bahwa emas tetaplah aset yang volatil. Kenaikan harga yang terlalu cepat seringkali diikuti dengan koreksi, jadi para investor perlu berhati-hati dalam menentukan titik masuk dan keluar," kata Budi Santoso, seorang ekonom senior dari sebuah universitas swasta.

Pemerintah sendiri tampaknya terus memantau perkembangan harga emas di pasar domestik. Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa kenaikan harga ini masih dalam batas wajar dan tidak akan mengancam stabilitas pasar. "Kami akan terus memantau perkembangan harga emas dan siap mengambil langkah-langkah jika diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar," ujar juru bicara Kementerian Perdagangan, Rina Wijaya.

Dalam jangka panjang, emas tetap dianggap sebagai aset yang menarik bagi sebagian besar investor, terutama sebagai alat diversifikasi portofolio dan perlindungan terhadap inflasi. Meskipun harga fluktuatif, sejarah menunjukkan bahwa nilai emas cenderung mengalami peningkatan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter