17, 2026
Ekonomi

Harga Emas Dunia Melemah di Tengah Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Harga Emas Dunia Melemah di Tengah Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga emas dunia mengalami penurunan signifikan dalam perdagangan pekan ini, didorong oleh ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan terus menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi yang tinggi. Emas spot turun sekitar 0,8% menjadi $1.938,12 per troy ounce pada Rabu (17/5), sementara emas futures kontrak Juni turun 0,9% menjadi $1.938,30.

Penurunan harga emas terjadi di tengah meningkatnya kepercayaan pasar bahwa The Fed akan melanjutkan kebijakan suku bunga yang ketat. Data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral tersebut akan menaikkan suku bunga lagi pada pertemuan Juni mendatang. Hal ini cenderung meningkatkan biaya opportunity memegang emas yang tidak membawa imbal hasil.

Analisis Pergerakan Harga Emas

Menurut analis dari Standard Chartered, harga emas diperkirakan akan tetap tertekan selama ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih dominan. "Emas cenderung berkinerja buruk dalam lingkungan suku bunga yang naik, karena meningkatkan biaya alternatif memegang aset yang tidak bunga," ujar analis tersebut.

Data inflasi AS yang dirilis minggu lalu menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,4% pada bulan April, lebih tinggi dari perkiraan analis yang sebesar 0,3%. Inflasi tahunan juga tetap tinggi di angka 4,9%, meskipun turun dari 5% pada Maret. Data ini memperkuat argumen The Fed untuk melanjutkan siklus pengetatan moneter.

Sementara itu, dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya, mencapai tertinggi dua bulan terhadap keranjang mata uang. Dolar yang lebih kuat cenderung membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli mata uang lain, yang menekan permintaan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Selain ekspektasi kebijakan The Fed, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi pergerakan harga emas saat ini. Pertama, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di beberapa wilayah dunia cenderung memberikan dukungan bagi emas sebagai aset safe haven. Namun, dampaknya saat ini sepertinya lebih kecil dibandingkan dengan pengaruh kebijakan moneter AS.

Kedua, permintaan fisik emas dari negara-negara seperti Tiongkok dan India terus menjadi faktor pendukung. Data menunjukkan bahwa penjualan koin dan logam mulia di India meningkat seiring dengan musim perayaan dan pernikahan. Di Tiongkok, permintaan emas juga tetap kuat meskipun ekonomi sedang mengalami perlambatan.

Ketiga, kondisi pasar saham yang relatif stabil mengurangi daya tarik emas sebagai instrumen hedging. Ketika pasar saham berkinerja baik, investor cenderung lebih memilih instrumen risiko yang lebih tinggi daripada emas.

Prospek Harga Emas di Masa Depan

Analis memperkirakan bahwa harga emas akan tetap berfluktuasi dalam kisaran yang luas dalam beberapa bulan mendatang, dengan potensi penurunan lebih lanjut jika The Fed terus menunjukkan sikap hawkish. Namun, beberapa analisis juga memperkirakan bahwa emas akan mendapat dukungan jika ekonomi AS memasuki resesi.

"Jika The Fed terpaksa berhenti menaikkan suku bunga atau bahkan mempertimbangkan pemotongan karena resesi ekonomi, emas kemungkinan akan mendapat dukungan yang kuat," ujar ekonom dari Bank of America.

Data terbaru menunjukkan bahwa ekonomi AS mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan, dengan pertumbuhan PII Q1 yang lebih rendar dari perkiraan dan angka pengangguran yang meningkat sedikit. Jika tren ini berlanjut, bisa jadi akan memaksa The Fed untuk mempertimbangkan kembali kebijakannya.

Sementara itu, di pasar spot fisik, harga emas di beberapa negara tetap relatif stabil. Di Indonesia, harga emas batangan yang diperdagangkan pada Rabu (17/5) sekitar Rp 1.065.000 per gram untuk emas 24 karat, turun tipis dari posisi sehari sebelumnya.

Para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan data ekonomi AS, khususnya data inflasi dan laporan tenaga kerja, untuk mengidentifikasi tanda-tanda perubahan arah kebijakan The Fed. Selain itu, perkembangan geopolitik dan kondisi ekonomi global juga akan menjadi faktor penting yang mempengaruhi pergerakan harga emas di waktu mendatang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter