29, 2026
Nasional

Gunung Merapi Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2.000 Meter

Gunung Merapi erupsi, meluncurkan awan panas sejauh 2.000 meter. Badan Geologi imbau masyarakat menjauhi daerah bahaya.]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gunung Merapi Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2.000 Meter

Gunung Merapi kembali mengalami erupsi pada Sabtu (18/3/2023) sekira pukul 09:00 WIB. Erupsi ini menghasilkan awan panas atau disebut juga awan panas gugur (APG) dengan jangkauan mencapai 2.000 meter ke arah hulu Kali Bebeng. Badan Geologi dan Kegunungapi Indonesia (BPPTKG) mencatat erupsi ini berlangsung selama 196 detik dengan amplitudo maksimum 40 milimeter.

Kepala BPPTKG Hanum kepada wartawan mengungkapkan bahwa erupsi Gunung Merapi kali ini tergolong sedang. "Awan panas yang dihasilkan menyebar sejauh 2.000 meter ke arah hulu Kali Bebeng. Tidak ada laporan kerusakan infrastruktur atau korban jiwa akibat erupsi ini," ujar Hanum.

Sebelum erupsi, BPPTKG mencatat terjadi 13 kali gempa tektonik, 261 kali gempa vulkanik dangkal, dan 2 kali gempa vulkanik dalam. Selain itu, terpantau juga 1 kali guguran lava dan 5 kali luncuran awan panas dengan jangkauan maksimal 1.500 meter.

Condong ke Barat Daya

Debit air di sungai-sungai yang mengalir dari puncak Merapi tercatat masih dalam kondisi normal. Berdasarkan pengamatan visual sejak pukul 00:00 WIB hingga pukul 09:00 WIB, kondisi Gunung Merapi berawan dengan kondisi langit cerah di puncak. Arah tekanan erupsi condong ke barat daya sejauh 3 kilometer.

Hanum menjelaskan bahwa aktivitas Gunung Merapi saat ini masih dalam tahsi waspada level II. "Meski terjadi erupsi, aktivitas Merapi masih dalam level waspada. Kami terus memantau perkembangannya secara intensif," ujarnya.

Warga Diminta Tetap Waspada

Pihak BPPTKG meminta masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Merapi untuk tetap waspada dan tidak melanggar zona bahaya. Wilayah yang berada dalam radius 3 kilometer dari puncak Merapi, serta 5 kilometer di sektor selatan dan 7 kilometer di sektor tenggara dan selatan, masih dilarang untuk dikunjungi.

Erupsi Gunung Merapi sebelumnya terjadi pada 13 Maret 2023 dengan luncuran awan panas sejauh 1.500 meter. Sejak awal tahun 2023, aktivitas vulkanik Merapi terus meningkat meski belum mencapai level bahaya yang lebih tinggi.

Sejarah Aktivitas Merapi

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Terletak di perbatangan antara Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, gunung ini telah mengalami erupsi berkali-kali sejak abad ke-19. Erupsi terbesar dalam sejarah modern terjadi pada tahun 2010 yang menewaskan 353 orang dan mengakibatkan kerusakan luas di sekitar lereng gunung.

BPPTKG terus memantau aktivitas Gunung Merapi melalui stasiun pemantau yang tersebar di sekitar gunung tersebut. Data yang dikumpulkan digunakan untuk menentukan status keamanan gunung dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika terjadi peningkatan aktivitas.

Masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari BPPTKG dan pemerintah daerah terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi. Segala perubahan status gunung akan segera disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi yang ada.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter