JEDDAH — Alexander Isak diyakini akan segera memperlihatkan kualitas aslinya bersama Al-Ahli. Keyakinan itu disampaikan Roberto Firmino, rekan setim sekaligus salah satu pemain senior di klub Liga Pro Saudi tersebut, menyusul kedatangan penyerang asal Swedia itu pada bursa transfer musim panas 2026. Menurut laporan yang berkembang di media Inggris dan Arab Saudi, Firmino menilai Isak hanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebelum tampil konsisten seperti saat membela Newcastle United.
Firmino disebut-sebut menegaskan bahwa sejumlah laga awal yang belum diwarnai gol tidak bisa dijadikan tolok ukur penampilan Isak. Ia yakin kualitas sesungguhnya akan terlihat dalam waktu dekat, seiring membaiknya kebugaran dan pemahaman taktik sang penyerang terhadap permainan Al-Ahli.
Transfer Termahal Sepanjang Sejarah Al-Ahli
Al-Ahli resmi mengumumkan perekrutan Isak pada pertengahan 2026. Klub asal Jeddah itu dilaporkan membayar sekitar 135 juta euro kepada Newcastle United, menjadikannya salah satu transfer termahal dalam sejarah sepak bola Asia dan rekor tertinggi bagi Al-Ahli. Nilai tersebut sekaligus menegaskan ambisi klub yang berada di bawah pengelolaan dana investasi publik Arab Saudi.
Isak dikabarkan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun dengan opsi perpanjangan satu musim. Kedatangannya membuat lini depan Al-Ahli kian bertaji, mengingat klub sebelumnya telah diperkuat sederet nama seperti Riyad Mahrez, Franck Kessié, hingga Ivan Toney.
Kehadiran Isak di Jeddah tidak lepas dari persaingan sengit di bursa transfer. Sejumlah klub papan atas Eropa sempat dikaitkan dengan sang penyerang, termasuk Liverpool dan Arsenal. Namun, tawaran finansial yang besar serta proyek jangka panjang Al-Ahli menjadi faktor kunci yang meyakinkan Isak untuk menerima tantangan baru di Timur Tengah.
Karier Cemerlang di Newcastle United
Sebelum hijrah ke Arab Saudi, Isak mencatatkan karier impresif di Newcastle. Penyerang berusia 26 tahun itu bergabung dengan The Magpies dari Real Sociedad pada 2022 dan berkembang menjadi salah satu penyerang paling produktif di Liga Inggris.
Selama empat musim di St James' Park, Isak konsisten menjadi mesin gol utama tim. Ia berperan besar membawa Newcastle bersaing di papan atas klasemen Liga Inggris serta tampil di kompetisi Eropa. Kecepatan, ketenangan di depan gawang, dan kemampuannya bermain sebagai ujung tombak maupun dari sisi sayap membuatnya diminati sejumlah klub besar Eropa sebelum akhirnya memilih Al-Ahli.
Di level tim nasional, Isak juga menjadi andalan Swedia sejak debutnya. Naluri mencetak gol yang dimilikinya menjadikannya salah satu penyerang terbaik yang dimiliki negara Skandinavia itu dalam satu dekade terakhir.
Keyakinan Firmino terhadap Isak
Sebagai pemain yang lebih dulu merasakan kerasnya kompetisi Liga Pro Saudi sejak 2023, Firmino memahami betul tantangan yang dihadapi pemain anyar. Pengalaman itu pula yang membuat pernyataannya soal Isak dinilai memiliki bobot tersendiri di ruang ganti Al-Ahli.
Firmino dilaporkan aktif membantu Isak beradaptasi, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia kerap memberikan arahan soal pergerakan, rotasi posisi, hingga cara menghadapi gaya bertahan klub-klub Saudi yang cenderung mengandalkan intensitas dan duel fisik.
Tantangan Adaptasi di Liga Pro Saudi
Liga Pro Saudi memang menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan Liga Inggris. Cuaca panas, ritme pertandingan, hingga perbedaan gaya permainan menjadi faktor yang kerap memperlambat performa pemain anyar pada musim pertama. Sejumlah bintang dunia sebelumnya juga sempat membutuhkan waktu sebelum akhirnya menemukan performa terbaiknya di kompetisi ini.
Karena itu, dukungan pemain senior seperti Firmino dianggap penting. Selain berperan sebagai pemimpin di lapangan, Firmino menjadi jembatan antara pemain asing baru dengan kultur sepak bola Saudi yang tengah berkembang pesat.
Prospek Musim 2026-2027
Dengan kehadiran Isak, Al-Ahli diyakini akan semakin tajam dalam perburuan gelar Liga Pro Saudi. Klub yang kerap bersaing ketat dengan Al-Hilal, Al-Nassr, dan Al-Ittihad itu menempatkan Isak sebagai tumpuan utama lini serang pada musim 2026-2027.
Kombinasi Isak dengan Firmino, yang kembali menemukan peran sebagai pengatur serangan di belakang penyerang, dinilai bisa menjadi senjata baru Al-Ahli. Kreativitas Firmino dalam membangun serangan diyakini akan memberi ruang bagi Isak untuk fokus menyelesaikan peluang.
Musim ini menjadi ajang pembuktian bagi Isak. Jika mampu segera menunjukkan performa terbaiknya, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu penyerang paling menonjol di kompetisi Asia. Firmino, sebagaimana tersiar dalam berbagai pemberitaan, percaya hal itu hanya masalah waktu.
Komentar (0)