Gol Haaland Disahkan, Carrick Jadi Bingung Banget Sama Aturannya
Manajer Manchester United, Michael Carrick, mengaku bingung dengan keputusan wasit yang menerima gol buatan Erling Haaland dalam laga kontra Manchester City. Gol tersebut menjadi poin balik dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 di Old Trafford, Sabtu (6/11/2021).
Kejadian itu terjadi pada menit ke-53 ketika Haaland berhasil menyundul bola masuk ke gawang United. Awalnya, wasit Stuart Attwell menunjuk titik putih karena dianggap ada pelanggaran oleh John Stones terhadap Harry Maguire. Namun, setelah berkonsultasi dengan VAR, keputusan diubah dan gol Haaland dinyatakan valid.
"Saya benar-benar bingung dengan aturan yang berlaku saat ini," ujar Carrick dalam konferensi pers usai pertandingan. "Saya sudah bertanya kepada wasit dan asisten VAR, tetapi saya masih belum mengerti mengapa gol tersebut diberikan. Menurut pemahaman saya, ada kontak antara Maguire dan Stones sebelum sundulan Haaland."
Kontroversi di Area Penalti
Insiden itu terjadi ketika Manchester City mendapatkan tendangan sudut. Bola disampaikan ke area penalti City di mana terjadi kontak antara Stones dan Maguire. Beberapa pemain United berteriak minta penalti karena menilai Stones telah menjatuhkan Maguire dengan cara tidak fair.
"Saya melihat ulang tayangannya berkali-kali dan saya yakin ada pelanggaran," tambah Carrick. "Saya tidak tahu apa kriteria yang digunakan oleh ofisial VAR untuk menilai apakah itu pelanggaran atau tidak. Tampaknya ada standar ganda dalam menginterpretasikan peraturan."
Di sisi lain, manajer Manchester City, Pep Guardiola, merasa keputusan wasit sudah tepat. "Tidak ada pelanggaran di sana. John Stones bermain dengan baik dan tidak melakukan apa-apa yang salah. Gol Erling adalah hasil dari permainan yang bagus," ujarnya singkat.
Tanggapan Dari Para Ahli
Kasus ini memicu berbagai reaksi dari para ahli sepakbola. Banyak yang mengkritisis konsistensi dalam menerapkan aturan VAR, terutama dalam mengidentifikasi pelanggaran di dalam kotak penalti.
"Masalah utamanya adalah kurangnya konsistensi dalam menginterpretasikan kontak tubuh," kata mantan wasit Premier League, Peter Walton. "Kadang-kadang wasit memberikan penalti untuk kontak yang sangat minimal, sementara di lain waktu mengabaikan kontak yang lebih jelas seperti yang terjadi dalam kasus ini."
Asosiasi Wasit Profesional Inggris (PGMOL) pun merespons kontroversi tersebut. Mereka mengak bahwa keputusan wasit untuk tidak memberikan penalti didasarkan pada analisis bahwa Stones dan Maguire saling menabrak dalam proses persaingan bola, bukan karena pelanggaran dari Stones.
Dampak pada Klasemen Sementara
Hasil imbang ini membuat Manchester United tetap berada di posisi ke-8 klasemen Premier League dengan 18 poin dari 12 pertandingan. Sementara itu, Manchester City tetap memimpin klasemen dengan 28 poin dari 11 pertandingan.
"Hasil ini tidak memberikan kita apa-apa," ujar Carrick. "Kita butuh kemenangan untuk tetap bersaing di papan atas. Tapi kita harus bisa bangkit dan fokus pada pertandingan berikutnya."
Pertandingan ini menunjukkan betapa kompetitinya persaingan antara dua tim Manchester. Meski ada kontroversi, kedua tim menunjukkan kualitas masing-masing dalam pertandingan yang sengit dan penuh drama.
Haaland sendiri merasa legawa dengan keputusan tersebut. "Saya hanya fokus pada permainan dan mencoba memberikan kontribusi bagi tim. Bagaimana gol itu diaturkan adalah urusan wasit," katanya singkat.
Insiden ini pasti akan menjadi pembahasan hangat dalam dunia sepakbola Inggris dalam beberapa hari ke depan. Konsistensi dalam penerapan VAR menjadi isu utama yang perlu ditangani oleh pihak berwenang agar keputusan yang diambil di lapangan dapat diterima oleh semua pihak.
Komentar (0)