19, 2026
Nasional

Gempa M 6,5 Kepulauan Seribu Hari Ini: Penyebab hingga Dampaknya

Gempa M 6,5 mengguncang Kepulauan Seribu dan sekitarnya, dirasakan hingga Sumatra. BMKG pastikan tidak ada potensi tsunami. KRL Jabodetabek sempat dihentikan.]]>

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Gempa M 6,5 Kepulauan Seribu Hari Ini: Penyebab hingga Dampaknya

Gempa M 6,5 Goyang Kepulauan Seribu, Warga Jakarta Digerus Kepanikan

Gempa berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu pada Rabu pagi, menyebabkan warga Jakarta dan sekitarnya panik. Gempa yang terjadi pukul 08:47 WIB ini memiliki pusat gempa di laut 185 kilometer barat laut dari Kepulauan Seribu dengan kedalaman 10 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengeluarkan peringatan dini bahwa gempa tersebut berpotensi tsunami. Meskipun demikian, peringatan tersebut dicabut setelah BMKG menilai potensi tsunami sudah berkurang.

Kondisi di Lokasi dan Sekitarnya

Warga di Jakarta dan sekitarnya melaporkan getaran gempa yang terasa cukup kuat. Beberapa warga yang berada di gedung pencakar langsung melakukan evakuasi ke area terbuka. "Getaran terasa cukup lama dan kuat, membuat saya dan rekan kerja segera keluar dari gedung," kata seorang pegawai swasta yang bekerja di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Di Kepulauan Seribu, warga terlihat panik dan segera meninggalkan rumah mereka menuju titik evakuasi yang telah ditentukan. Pemerintah Daerah DKI Jakarta langsung mengaktifkan posko darurat untuk mengkoordinasi penanganan dampak gempa.

Mekanisme Terjadinya Gempa

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa tersebut terjadi akibikan aktivitas subduksi lempengan Indo-Australia yang menabrak lempengan Eurasia. "Gempa ini bersifat tectonic dan terjadi karena adanya aktivitas pergerakan lempengan di dasar laut," ujar Daryono dalam konferensi pers singkat.

Ia menambahkan bahwa gempa tersebut termasuk gempa dangkal dengan kedalangan kurang dari 70 kilometer, sehingga getaran terasa lebih kuat di permukaan. "Meskipun magnitudonya cukup besar, gempa ini tidak menimbulkan kerusakan parah karena lokusnya berada di tengah laut," jelasnya.

Dampak yang Ditimbulkan

Saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, beberapa fasilitas publik di Kepulauan Seribu mengalami kerusakan ringan seperti retak pada dinding bangunan dan pecahnya kaca jendela.

PT KAI juga menghentikan sementara operasional kereta api di lintas Jakarta-Bogor dan Jakarta-Bekasi untuk memeriksa kondisi rel dan jembatan. "Kami melakukan inspeksi visual untuk memastikan seluruh infrastruktur transportasi aman sebelum operasional kembali normal," ujar Juru Bicara PT KAI, Joni Martinus.

Tanggapan Pemerintah

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan telah menginstruksikan seluruh OPD untuk segera melakukan evaluasi dampak gempa. "Kami sudah mengaktifkan satuan tugas darurat untuk memantau situasi di Kepulauan Seribu dan sekitarnya," kata Anies.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga turun membantu penanganan dampak gempa. Tim BNPB telah dikirim ke Kepulauan Seribu untuk melakukan asesmen kerusakan dan membantu warga yang terdampak.

Peringatan dan Saran kepada Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah. "Meskipun peringatan tsunami sudah dicabut, masyarakat di pesisir masih waspada terhadap gempa susulan," kata Daryono.

Ia menambahkan bahwa gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mempersiapkan diri dengan mengetahui titik evakuasi terdekat dan memiliki persediaan darurat," ujarnya.

Sejauh ini, aktivitas di Jakarta dan sekitarnya telah kembali normal. Namun, pemerintah meminta warga untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter